apurus rinufa

tulisan sebagai pengingat terutama untuk diri sendiri dan bukan bermaksud untuk menggurui atau apapun. sekedar share dan eksplor saja. maaf jika tak berkenan. trima kasih.

Minggu, 21 Desember 2014

target


10 desember 2014
TARGET

Target.... yah target.... ada yang pernah bilang ke gue hidup itu harus punya target, kalo gak ya mending ga usah hidup..... kalo dipikir-pikir bener juga sih itu kata-kata..... yah kalo kita ga punya target kita ga tau besok mau ngapain ajah????? Jadwal kegiatan hari ini apa????? Dan rasanya mungkin hidup akan monoton kalo kita ga punya target......


Yaaah 2014 udah mau berakhir....... lalu apa targetmu selanjutnya????? 2015????? Keinginan untuk ini itu sih ada...... terutama 2015 target gue adalah lulus sarjana dulu kali yaaah. Bukan berarti target lain gak ada. Gue pengen kursus bahasa inggris, gue juga pengen kursus renang, pengen juga lanjut pendidikan sampai minimal S2, pengen punya rumah pribadi dan pengen juga punya rumah perawatan hahaha. Rumah perawatan apaan tuh? Gue juga ga tau. Yah tiba-tiba kepikiran ajah kaya gitu mungkin karena profesi gue juga. Sempat mikir kalo bidan kan biasanya punya rumah bersalin atau praktek bidan, dokter mungkin akan punya rumah sakit. Dan tiba-tiba terbersit dipikiran gue tentang rumah perawatan yang gue sendiri belum tau seperti apa konsep rumah perawatan itu yang pasti yang ada dipikiran gue rumah perawatan itu lebih umum karena bukan hanya untuk orang sakit tapi juga untuk yang sehat dan mungkin juga bisa saja bukan untuk manusia tapi bisa juga untuk yang lainnya. Ingat loh perawatan berasal dari kata rawat yang gue pikir setiap benda atau apalah itu butuh perawatan hehehe itu baru yang ada dipikiran gue dan gue sendiri pun belum tau seperti apa? sudah ada atau tidaknya tentang rumah perawatan itu gue juga ga tau hehehe. 

Gue ga tau kapan semua itu akan terealisasi. Yang pasti target 2015 adalah lulus sarjana dulu. Selanjutnya 2016 mungkin bisa lanjut pendidikan, nah sambil nunggu 2016 lanjut pendidikan mungkin gue akan ambil kursus. Karena bosan rasanya hanya rumah, tempat kerja, tempat latihan dan kolam renang, maka dari itu tahun 2014 gue memutuskan untuk kuliah lagi walaupun terkesan nekat. Yah nekat, kenapa nekat? Nekat soal waktu, biaya dan ijin juga sih tapi selama orangtua mendukung gue akan merasa aman dengan semua itu. Toh kalo ada apa-apa sama gue, gue akan ke orangtua bukan ke teman ataupun bos gue di tempat kerja. Walaupun kadang gue keteteran sendiri dengan jadwal setiap bulan yang kadang suka bentrok antara kerja dan kuliah yah tapi itulah resiko yang gua jalani yang penting pinter bagi waktunya ajah dan berani juga ambil resiko. Yah target atau rencana di atas baru lah hanya keinginan gue semata yang belum tentu kapan terealisasinya.  Tapi setidak-tidaknya gue punya rencana atau target mau ngapain tahun nanti? Supaya gue juga tau hidup gue mau dibawa kemana atau mau ngapain ajah.
Mungkin ada hal yang kurang dari semua rencana gue itu. Kalo ada yang cermat dan teliti pasti tau apa hal yang kurang itu? MARRY? Yah menikah? Mengingat umur gue sekarang yang memang baru 22 tahun sih tapi hidup dan waktu kan terus berjalan, sekarang mungkin dianggap gue masih muda atau bahkan terlalu muda mungkin untuk memikirkan hal itu. Tapi nanti? Apakah anggapan MUDA tersebut masih berlaku?????

Mungkin rencana diatas bisa gue target kan. Tapi tidak dengan rencana MENIKAH. Jujur gue ga bisa target kan tentang rencana menikah itu. Kenapa? Kalo target yang gue sebut di atas bisa gue lakukan sendiri tanpa partner. Beda halnya dengan menikah, menikah kan tidak sendiri, harus ada partner atau pasangan kan? Itu lah yang tidak bisa gue target kan, tidak bisa gue jawab atau perkirakan.


Pengennya sih kaya gitu, tapi apa daya kalo emang belom ada. Kan jodoh itu bukan siapa cepat dia dapat, tapi jodoh adalah bila Allah dah tetapkan akan pasti dapat. Jadi sambil menunggu lebih baik seperti ini kata AHMAD RIFAI RIFAN jika memang target nikahmu masih lama, maka fokus saja dulu memperjuangkan mimpi-mimpi lain yang ingin seger diraih. Jangan malah menghabiskan masa muda untuk hal yang tak penting. Hebatkan masa muda dengan aktivitas yang produktif. Insya Allah dengan itu kelak Allah akan mempertemukanmu dengan sebaik-baik pendamping hidup di waktu yang tepat. Amiiiiin. Sebenernya sih bukan target nikah yang masih lama, tapi lebih tepatnya belum ada partner.


Dan juga bukan menunda namun partner yang memang belum ada. Dan mungkin juga saya menunggu yang seperti ini hehehe. Sesuatu rasanya jika ada seorang laki-laki yang sesuai untuk saya datang ke rumah dan langsung mengkhitbah. Nilai plus plus deh keren dan gentle bingiiiitzzzzz.

Jadi BUKAN TARGET NIKAH YANG MASIH LAMA ATAUPUN MENUNDA MENIKAH namun memang karena belum ada partner untuk menjalankan ibadah itu. jika dalam islam menikah itu sebagai ibadah maka itu dianjurkan bahkan jika tidak melakukannya dianggap bukan umat NABI MUHAMMAD SAW ada hadits nya kan? hehehe, akan berbeda jika ini dibaca oleh non muslim. Mohon maaf sebelumnya. Mungkin jika menikah bukanlah suatu kewajiban seorang muslim atau muslimah mungkin juga saya tidak akan memikirkannya.
Jujur ada ketakutan dalam diri saya tentang hal ini. Yah tentang menikah. Bisakah saya menjadi seorang istri dengan tugas dan kewajibannya? Bisakah saya menjadi seorang ibu dengan tugas dan kewajibannya? Bisakah saya melakukan itu semua? Bisakah saya? Bisakah saya? Akh.... pertanyaan ini yang selalu membuat saya agak parno sebenernya. Ditambah terkadang saya mendengar atau melihat teman-teman yang sudah menikah dan mereka hanya fokus di rumah dan mengurus rumah tangga serta melepas semua kegiatan yang sebelum menikah ia lakukan. Jujur saya ga mau seperti itu. Saya tau tugas istri adalah memang seperti itu dan harus taat serta patuh terhadap suami. Namun menurut saya sang suami pun harusnya tak egois dengan melarang sang istri untuk tidak melakukan ini itu semua kegiatan yang biasa sang istri lakukan sebelum bersama sang suami. Saya tidak ingin seperti itu.  Kenapa? Karena sang suami tidak selalu berada di atas. Apa maksudnya? Jika sang suami melarang sang istri untuk bekerja dengan alasan apapun dan sewaktu-waktu sang suami mengalami PHK atau pemecatan atau apalah yang membuat si suami katakanlah bangkrut sedangkan sang istri tidak bekerja dan tidak menerima gaji lalu mau dapat dari mana pemasukan atau pendapatan suami istri itu. Yah saya tau rejeki memang tidak akan kemana dan tidak akan tertukar. Namun tidak akan dapat juga jika tak kemana-kemana (tidak berusaha maksudnya). Maaf kalo pendapat saya ini mungkin tidak sependapat atau seprinsip dengan yang membaca tulisan ini. Atau mungkin pendapat saya ini kurang jelas. Bisa konfirmasi langsung ke saya.
Teringat omongan ibu kepada saya entah kapan. Yang saya ingat adalah “kalo bisa rumah tangga itu jangan nyampur dengan orang tua atau pun mertua dan kalo bisa minta tetap di perbolehkan bekerja dengan alasan saya punya skill kecuali jika saya tidak bisa apa-apa”. Itu pula yang ibu ajukan kepada bapak sebelum menikah dan hingga kini semua itu berjalan lancar alhamdulilah. Dan saya pun menginginkan seperti itu ketika saya telah menikah, saya masih ingin tetap diijinkan melakukan semua kegiatan saya sewaktu saya single dengan prinsip BEBAS TAPI TERBATAS. Yah itu mungkin sudah lebih dari cukup buat saya. Maksudnya apa? Misalnya setelah menikah tetap diijinkan untuk bekerja atau kegiatan lain, namun setelah selesai itu semua langsung pulang jika di rumah sudah ada yang menanti hehehe. Dan itu menurut saya rasanya harus ada komitmen diantara kedua pasangan itu. Mungkin bisa dibuat perjanjian hehehe.
saya jadi teringat cita-cita sewaktu SMA dulu. Namun hal ini hanya saya yang tau. Sempat terbersit dalam pikiran untuk 3K yaitu kuliah, kerja, kawin. Terbersit karena mendengar cerita dan membaca buku tentang kisah orang-orang yang berhasil dengan melakukan tiga hal itu. Sesuatu rasanya. Namun hal itu tidak terwujud sampai sekarang. Kenapa? Yah itu dia partner yang belum ada. Mungkin bosan dengan alasan seperti ini yang dari tadi saya sebutkan. Tapi memang alasannya adalah itu PARTNER & PARTNER. Ga akan jadi pernikahan kan kalo tidak berpasangan atau pun tidak ada partner? Ga mungkin kan orang menikah sendirian tanpa pendamping disisinya.

Jadi jangan cuma bisanya nanya WHEN? WHEN? Dan WHEN? Kalo si penanya juga belum nikah atau si penanya sudah nikah tapi ga kasih solusi juga wkwkwk (dicariin gitu hahaha). Koplak........

Minggu, 23 November 2014

share punya temen


catatan november 2012

Memahami Orang Tua
oleh Dwi Runkat Nuri Yahya pada 22 Agustus 2011 pukul 13:15 ·
Jangan pernah kalian beranggapan bahwa kalian tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua kalian. Karena sesungguhnya mereka selalu menyayangi kalian, nah tugas kalian adalah mengerti bagaimana caranya orang tua kalian menyayangi kalian. Karena setiap orang tua memiliki cara yang berbeda-beda untuk menyayangi anaknya.

Coba direnungkan yaa..

ya emang sih orang tua punya banyak cara dalam menyayangi anaknya. Semua dilakukan oleh orang tua dengan alasan “sayang”. Tapi gue bingung kenapa ortu gue kayanya gak suka dengan kegiatan “karate”? Gua gak ngerti kenapa? Capek kalo udah ngebahas karate sama ortu. Yang bisa gue simpulkan kalo lagi debat sama ortu alasannya adalah karena gue cewek, terus pulang malem, terus ortu suka nanya tuh mau sampe kapan karate? Kalo pulang malem, ok lah itu masih bisa gue ngerti. Yah makanya gue sekarang nyari latihan yang gak ampe malam. Ditambah pernah juga sih kejadian karena pulang malem. Kalo gue bilang gue juga kerja pulang malem, terus paling ortu bilang itu mah beda lagi. Kalo alasan karena jenis kelamin sebenernya sih gue gak suka pikiran kaya gitu. Kalo ditanya sampe kapan? Gue gak pernah jawab. Coz gue takut kalo gue jawab urusannya tambah panjang dan ribet yang ada takutnya gue gak boleh sama sekali latihan terus keluar deh kata2 kramat ortu aduh jangan sampe deh. Yaudah mending gue diem. Percuma gue debat kalo hasilnya sama aja mah. Makanya kalo sekarang ortu gak ngijinin gue latihan, gue gak berani nekat. Coz pernah gue kaya gitu yang ada terjadi sesuatu yang ujung2nya bisa bikin gue kecewa ataupun bener2 gak bisa latihan. Yah paling kalo ortu gak ngijinin dan ngelarang, gue selalu minta nego. Dengan ini itu lah. Sekarang sih ortu cuma ngijinin seminggu sekali dan itu kalo libur. Dengan alasan udah kerja mah capek. Nah ujung2nya gue gak pernah tuh ke puspem. Karena minggu jarang libur. Sebenernya sih bisa kalo minggu itu gue masuk pagi pulangnya tinggal lurus lewat belakang lewat kamar jenazah puspem deh. Tapi itu dia, minggu jarang masuk pagi, kalo gak masuk sore ya malem. Sekalipun masuk pagi susah juga ijinnya coz jarang diijinin. Ah bête…………..

rasa


catatan november 2012
TENTANG RASA

Gue gak ngerti perasaan apa yang ada sama gue. Tapi jujur gue ngerasa butuh dia dan gue inginkan dia. Entah karena alasan apa? Gue gak ngerti soal cinta. Gue juga gak mau nyebut ini cinta. Karena gue juga gak yakin. Tapi gue pengen deket sama dia. Gue pengen dia jadi pasangan hidup gue kelak. Kenapa? Yah gue juga gak tau! Tapi kalo dari kriteria insya Allah dia memenuhi ditambah dia juga seorang karateka bersabuk hitam. Tapi gue gak tau deh seandainya dia bukan seorang karateka dan juga bukan bersabuk hitam. Apa gue masih menginginkan dia?
Pernah suatu waktu dia kayanya perhatian sama gue. Nanyain gue dah sampe atau belum terus td pulang sama siapa dan sampe mana? Dia juga pernah nganterin gue, karena emang gue yang minta sih. Tapi besok2nya kayanya sih dia kapok coz rumah gue jauh. Tumben2 juga dia curhat sama gue ya emang sih dia curhat soal bidang kerjaan gue. Terus pernah juga dia bilang kalo sakit mah istirahat. Pernah dia nanyain gue kenapa gak latihan? Gue pikir tumben2an nih orang nanyain. Gue gak tau dia kaya gimana? Maksud gue perasaannya. Entah semua itu hanya pelampiasan atau perhatian seorang teman atau gimana gue juga gak ngerti? Tapi rasanya senang banget kalo dia tiba2 sms gue. Gue gak tau dia punya pacar atau gak? Yah gosip2 sih gitu. Tapi pernah gue mancing pertanyaan ky gitu tapi dia bilang sih gak. Yah gue gak tau deh mesti percaya atau gak? Gak ngerti!
Gue sering curhat sama dia. Awalnya sih tentang pacar terus jadi mantan. Yah gue kan sebelumnya pernah pacaran sama karateka juga 2 kali dan gue sering curhat sama dia kebanyakan sih curhat pas udah mau putus atau emang udah putus. Hehehe. Jujur dia enak banget buat curhat. Dia dewasa (yang pasti dia lebih dewasa dari gue). Gue sering curhat tentang apa aja. Tapi kebanyakan sih tentang hidup dan kerjaan ada juga sih tentang karate & cinta hehehe. Kalo dia udah bales curhatan gue, gue jadi inget dan susah juga buat dibantah.
Tapi sekarang gue ngerasa dia berubah. Gak tau kenapa? Gue gak ngerti? Sms gue hampir gak pernah dibales. Kalo dia on kenapa gak kelihatan di chat gue y? gue inbox juga jarang di bales. Gak ngerti gue!
Ditambah lagi temen gue mau nikah deket2 ini. Gak tau kenapa koq rasanya gak rela dan gak sreg gitu? Apa gue iri? Mungkin kali y? rasanya baru kemarin gue ngomongin soal kuliah lagi sama dia. Eh tiba2 aja dia udah mau nikah. Serasa gue bakal kehilangan temen. yah gue kan gak tau dia setelah nikah gimana? Kemarin aja gue ajak jalan susah! Terus calonnya itu pamannya temen dia (temen gue juga). Yah mungkin itu juga sih yang bikin gue gak sreg. Emang sih sebenernya gak ada masalah yang berarti. Intinya sih emang dasar mereka sama2 sayang ya susah.

Jumat, 07 November 2014

donor darah ke8


DONOR DARAH KE 8

Kamis 6 november 2014 lepas dinas malam, sorenya gue sama temen main or jalan ke tangcity. Niat awal sih emang Cuma shopping dan makan. Eh pas pulang ada mobil pmi kota tangerang yang lagi mengadakan donor danar. Dan kebetulan sehari sebelumnya tanggal 5 november 2014 di rsu kabupaten tangerang diadakan donor darah namun karena acara mulai jam 9 sampai jam 12 dan kebetulan saat itu gue habis dinas malam dan belum cukup tidur maka pada hari dan tanggal tersebut gue gak bisa donor darah karena hal tersebut.

Maka saat gue liat mobil PMI itu ada di depan tangcity dan kebetulan juga sehari sebelumnya gue ga bisa donor, maka langsung ajah deh gue nawarin diri gue buat donor darah. Setelah isi formulir dan cek hb serta tekanan darah dan dinyatakan normal serta lulus, maka gue pun di suruh masuk ke dalam mobil tersebut buat donor pastinya. Namun saat itu kebetulan si petugasnya teliti dan dilihat di kartu donor darah gue seharusnya donor tanggal 9 november 2014 dan dia bilang gue ga bisa donor dan baru tanggal 9 november itu gue baru bisa donor dia bilang 3 hari lagi baru bisa, yaudah karena dibilang belum bisa donor gue pun ga mau maksain diri donk, yaudah ajah gue keluar dari mobil PMI itu. Namun, saat gue keluar dan bilang ga bisa, maka si petugas PMI yang di luar mobil itu malah menyatakan sebaliknya. Bingung deh gue, gue sih masa bodo, gue bisa donor ya syukur ga bisa donor yaudah ga apa-apa ga maksain juga koq.

Okeh akhirnya gue bisa donor malam itu (yah karena saat gue keluar tangsity udah malem ba’da maghrib lah). Dan biasanya gue donor darah pake tangan kanan tapi ini gue diambil darahnya tangan kiri. Awalnya sih biasa ajah, tapi mungkin pembuluh darah gue di tangan kiri ga begitu besar jadi gampang pecah dan darah mengalir juga lambat serta si petugas pun akhirnya selalu mengotak atik jarum yang ada di pembuluh darah gue itu (kebayang kan gimana sakitnya?) berkali-kali diotak-atik karena darahnya ga ngalir yah akhirnya bengkak juga. Dan saat si petugas mengotak-atik pembuluh darah gue untuk ke beberapa kali langsung kepala gue keleyengan dari ujung kepala sampe kaki di tambah suhu dalam mobil itu dingin banget buat gue akhirnya gue gelisah tapi donor tetap di lanjut dan tidak dihentikan. Hingga akhirnya rasa keleyeng di kepala gue hilang sendiri jarum yang ada di pembuluh darah tangan kiri gue tetap dan tidak dihentikan, baru setelah itu dihentikan karena terpaksa yah karena tidak mengalir lagi dan hanya mendapat kurang lebih 400 cc kurang 100 cc lagi. 


Tangan kiri

Tangan kiri yang terlihat bengkak kan?

Si petugas pun bilang seperti itu dan menawari gue untuk tusuk lagi mau atau tidak, ya gue sih ga apa-apa kalo harus tusuk lagi tapi jangan di tangan kiri, tangan kanan ajah. Sesuai kesepakatan akhirnya tangan kanan gue pun di tusuk lagi dan kata si petugas ohiya yang tangan kanan lebih besar pembuluh darahnya dan darah mengalir tanpa hambatan dan cepat, tidak seperti saat ditusuk di tangan kiri aliran darahnya lambat. Okeh akhirnya gue selesai donor darah malam itu dengan hal yang belum pernah gue alamin di donor darah sebelumnya.

Tangan kanan

Plester setelah dibuka
(plester yang ada darah bekas tangan kiri, plester yang ada kapas bekas tangan kanan)

Yah pengalaman itu adalah gue ngerasa keleyeng saat tengah-tengah donor. Dan itu baru pertama kalinya saat donor darah ke 8 ini gue ngerasa keleyeng. Karena saat donor darah sebelumnya gue gak pernah keleyengan. Ga tau kenapa? Ada faktor? Pastinya itu mungkin. Ya memang hari itu gue habis lepas malam dan udah tidur sih kurang lebih 5 jam, makanya gue beraniin diri buat ikut donor. Ga tau deh apakah hal itu menjadi faktor penyebab gue keleyeng saat donor darah di tambah gue keleyeng saat si petugas mengotak-atik pembuluh darah gue. Tapi yang gue pikir kalo emang penyebabnya adalah faktor gue habis lepas malam, tapi kenapa saat cek hb dan tekanan darah normal? Emang sih cek hb nya Cuma tenggelam atau melayang, dan saat cek hb gue tenggelam berarti kan bagus. Tapi ga tau deh.

Yang kedua dari awal gue udah kedinginan di dalam mobil tempat gue donor itu. Tapi gue ga tau apakah itu bisa masuk faktor penyebab gue keleyeng atau gak? Karena saat gue keleyeng dan saat itu pula si petugas mengotak-atik pembuluh darah gue, saat itu juga terasa dingin dari ujung kepala sampe kaki. Yang gue takut saat itu adalah PINGSAN, dan untung hal itu ga terjadi.

Yang ketiga kebetulan hari itu adalah hari kamis maka seperti biasa gue shaum, tapi gue donor darah setelah berbuka puasa. Apakah itu pengaruh?

Yang keempat biasanya posisi donor darah gue adalah telentang namun ini duduk atau semi fowler. Entah itu juga masuk faktor penyebab gue keleyeng atau gak?

Yang kelima, gue biasa di ambil darah saat donor darah di pembuluh darah tangan kanan, tapi kali ini di pembuluh darah tangan kiri yang pembuluh darahnya tidak sebesar seperti di tangan kanan. Entah ini pengaruh atau hanya sugesti gue?

Yah gue sih ga kapok untuk donor darah lagi. Tapi gue kapok donor darah pake tangan kiri. Gue masih bingung penyebab gue keleyeng tersebut? Yang pasti faktor-faktornya ga jauh dari yang di atas itu? Yah 5 faktor itu mungkin jadi salah satu penyebab gue keleyeng?