apurus rinufa

tulisan sebagai pengingat terutama untuk diri sendiri dan bukan bermaksud untuk menggurui atau apapun. sekedar share dan eksplor saja. maaf jika tak berkenan. trima kasih.

Rabu, 09 Maret 2016

kantuk



NGANTUK

Pernah merasakan situasi yang teramat sangat ngantuk? Padahal pekerjaan masih menumpuk? Atau masih harus melek karena harus pergi ke beberapa tempat? Saat tubuh sudah letih dan rasa kantuk pun datang, dengan sangat teramat kantuk walaupun segala cara  sudah dilakukan agar rasa kantuk hilang seperti mencuci muka atau pun meminum kopi yang biasa dilakukan. Tetapi tetap saja rasa kantuk tak hilang. Kalau sudah begitu dan dipaksakan tetap melakukan kegiatan yang ada pekerjaan terbengkalai karena tak akan fokus bahkan bisa saja semua berantakan. Jadi lebih baik saat rasa kantuk yang teramat sangat itu datang maka istirahatkan badan barang sejenak.

Soal rasa kantuk ini saya mempunyai kebiasaan yang seharusnya mungkin dihilangkan yaitu tidur di angkutan kota atau pun di motor. Karena saking ngantuknya setelah bekerja di malam hari atau pun akan bekerja malam, terkadang selama diperjalanan entah sengaja atau tidak hampir saya selalu tidur atau pun tertidur. Walaupun tidak tidur dengan pulasnya karena ngeri juga tidur di kendaraan dengan nyenyak dan pulas, bahaya. Walaupun saat bekerja malam, saya hampir selalu membeli makanan cemilan untuk sekedar agar tidak mengantuk saat bekerja. Terkadang dengan hal itu rasa kantuk pun hilang sendiri. Tetapi jika sudah kantuk yang parah mau diusahakan agar tak mengantuk pun sulit, ujung-ujungnya saya kabur menyendiri ke suatu tempat untuk tidur dan akan masa bodo dengan pekerjaan yang belum selesai hehehe. Toh sama-sama mengerti sajalah dan bukan hanya saya juga pekerjanya. Saya rasa sesuatu yang wajar jika saat bekerja di malam hari kita merasakan kantuk dan bahkan tertidur satu hingga dua jam. Yang penting tidak tidur selama bekerja. Kebutuhan manusia akan tidur itu tak bisa diabaikan begitu saja. Maka dari itu tidur saat bekerja di malam hari janganlah dianggap suatu pelanggaran, jika tidurnya hanya beberapa menit atau sekitar satu jam.

Senin, 07 Maret 2016

seminar vs skripsi



SEMINAR DAN SKRIPSI

Setelah seminggu lalu disibukkan dengan persiapan seminar sehingga tak sempat menyentuh yang namanya “proposal skripsi”. Sekarang setelah selesai, maka harus kembali fokus kepada tugas akhir yaitu “skripsi”. Mengingat sebulan lagi harus sudah sidang proposal. Bagusnya sebelum penelitian, dilakukan ujian sidang proposal terlebih dahulu tidak langsung penelitian. Walaupun seminar secara umum telah selesai. Tetapi secara administrasi belum, karena pelaporan-pelaporan dan pembubaran kepanitiaan pun belum dilakukan. Sehingga untuk saya pribadi masih ada beban tugas untuk menyelesaikan pelaporan tersebut.

Soal seminar, mungkin secara keseluruhan dapat dikatakan bagus. Tetapi secara pribadi, menurut saya kurang greget. Mengingat tak semua peserta ternyata hadir. Tetapi positifnya peserta yang hadir sangat antusias terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan sehingga kami panitia menambah sesi tanya jawab. Walaupun susunan acara yang telah dibuat tak sesuai dengan kenyataan karena ada beberapa tamu undangan yang dijadwalkan memberikan sambutan tak hadir dan telat. Dari segi konsumsi pun banyak sisa, tapi tak menjadi masalah karena akhirnya dibagi-bagi kepada mereka yang membutuhkan. Walaupun isi dari konsumsi agak kurang memuaskan. Apalagi jika konsumsi tersebut diberikan kepada tamu undangan.

Memang tak semua yang direncanakan akan selalu berjalan mulus. Walaupun kurang greget, tetapi saya melihat sisi positifnya lumayan banyak. Pertama banyak pertanyaan dari peserta, kedua banyak pemberian dari sponsor yang bisa dijadikan doorprize dadakan, ketiga seminar kit dan sertifikat yang saya pesan hasilnya tak mengecewakan bahkan cukup memuaskan.

Minggu, 06 Maret 2016

absen



ABSEN

Seminggu ini tepatnya minggu pertama dibulan maret, full tak menulis dan tak baca sama sekali. Ada apa gerangan? Entahlah sebab ini dapat dijadikan suatu alasan atau tidak. Yang pasti seminggu itu disibukkan dengan persiapan acara seminar, dimana seminar tersebut termasuk kedalam salah satu mata kuliah sehingga mau tak mau harus dilaksanakan. Akhirnya acara seminar itu telah dilaksanakan pada tanggal 05 maret 2016. Walaupun itu belum selesai sepenuhnya, karena laporan kegiatan belum dibuat dan kepanitiaan juga belum dibubarkan. Jadi masih banyak pekerjaan yang menunggu.

Mungkin benar dengan apa yang pernah dibilang, berhenti menulis itu mudah tetapi memulai untuk menulis kembali itu agak sulit. Apalagi jika rasa malas selalu menghantui dan bingung memulai lagi dari mana ditambah juga sudah terlalu enak dengan keadaan tak menulis itu. Sebenarnya memang tak ada alasan untuk tak menulis, tapi bagaimana yah? Saat tubuh telah lelah dan letih dengan kegiatan sehari-hari, mungkin yang namanya “ide” tak akan pernah habis selama kita masih hidup dan tidak berdiam diri tetapi terkadang kesempatan atau waktu untuk menulis yang mungkin agak sulit. Apalagi jika hanya bisa menulis di sebuah laptop walaupun sebenarnya bisa saja menulis di smartphone tetapi saya rasa tak semua orang bisa seperti itu salah satunya saya. Saya tak bisa menulis dengan bebas di smartphone selain ukurannya yang kecil juga tak begitu nyaman dan bebas. Saat sampai rumah sudah malam dengan capek dan ngantuk tetapi pekerjaan lain masih harus ada yang diselesaikan karena deadline besok pagi, akhirnya menulis pun terkadang tak sempat bahkan bisa terlupakan saat itu. Hingga akhirnya bablaslah tak menulis sama sekali termasuk juga membaca buku. Yang memang sebenarnya jika kedua hal itu dikerjakan secara normal mungkin hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Tetapi keadaan lelah dan pikiran yang sudah tak fokus serta yang ada diotak adalah guling dan bantal akhirnya tertidur dan tak dilakukan semua hal itu.

Saya ketahui hal itu tak begitu baik. Karena akan baik sekali apabila dengan kesibukan sepadat apapun menulis dan membaca masih bisa dilaksanakan sesuai jadwal. Tetapi apa boleh dikata? Semua sudah terjadi. Yang perlu dicari bukanlah kesalahan tetapi solusi kedepannya bagaimana? Harapannya semoga saja saya bisa konsisten kembali dengan menulis. Menulis apapun yang penting setiap hari dan juga membaca sesuai jadwal.

Jumat, 26 Februari 2016

the best



The best lah pokoknya

Rabu lalu tepatnya 24 februari 2016 saya kembali keliling untuk menyebarkan brosur. Tetapi kali ini tidak sendiri, melainkan ditemani oleh sang ayah. Antara senang dan tidak enak juga sih. Senangnya karena diantar pakai motor yang pastinya lebih cepat. Gak enaknya karena pasti sudah mengganggunya. Makanya saat berangkat pun saya agak malas-malasan, malah bapak yang kelihatannya lebih semangat. Karena bapak telah lebih siap dibanding saya. Buktinya bapak menunggu saya dari mandi sampai rapi-rapi. Akhirnya jalan kami berdua menyusuri tempat-tempat yang sudah ditentukan.

Setelah sampai di tempat kedua, hujan pun mulai turun. Karena itu sejujurnya saya agak mulai malas untuk meneruskan perjalanan dan berniat untuk pulang saja. Tetapi bapak malah tidak mau, katanya “udah sekarang ajah, baru hujan begini, ada jas hujan”. Saya katakan “besok saja”. Dijawab bapak “besok siapa yang ngantar?”. Ya sudah akhirnya saya mengalah. Daripada saya tetap ngotot yang ada hanya akan membuat bapak kesal. Maka lebih baik ikuti saja. Akhirnya jadilah kami hujan-hujanan di motor dalam perjalanan menuju lokasi selanjutnya. Hingga tujuan tempat terakhir pun selesai dan brosur telah habis, akhirnya kami pulang dengan pakaian basah dan hujan yang mulai reda.

Di perjalanan saya sempat berpikir, ayah atau bapak yang lain belum tentu mau seperti itu. Jangankan hanya mengantar, menunggu saja belum tentu tidak ngomel. Apalagi ditambah hari mendung dan hujan, akan makin menjadi sepertinya. Maka dari itu “the best lah pokoknya mah si bapak”.

Kamis, 25 Februari 2016

pusiiiiiiiiiiiiiiiing



PUSING

Judulnya hari ini itu pusing. Karena apa? Skripsi. Sempat terpikir untuk ganti judul skripsi mengingat judul yang sekarang sudah pernah saya lakukan sebelumnya dan agak ribet mengingat harus menyebar kuesioner dan lainnya. Ditambah juga malam sebelumnya saya di telepon oleh paman dan membicarakan soal proposal skripsi yang saya buat. Memang saya yang meminta paman untuk mengoreksi proposal tersebut. Mengingat saya tak begitu yakin dengan pembimbing skripsi saya. Maka dari itu saya butuh orang lain yang saya nilai kompeten dalam hal ini. Daripada nanti saat sidang saya ditanya-tanya bingung jawabnya.

Tetapi saat berpikir untuk ganti judul yang ada malah saya bingung sendiri, mau ganti judul apa? Pasalnya judul yang berkeliaran diotak saya sudah banyak setelah saya searching di internet. Karena bingung lama-lama kepala saya jadi pusing sendiri memikirkan hal ini. Bingung, pusing dan ragu lengkaplah sudah.

Pasalnya jika saya ganti judul maka isi proposal yang sudah saya buat pasti berubah baik seluruhnya maupun semuanya. Tetapi jika tidak ganti judul, maka terkesan monoton karena sebelumnya saya sudah memakai judul tersebut saat diploma tiga. Entahlah apakah nanti saya akan ganti judul atau tidak. Tetapi jika saya ganti judul pastinya akan kerja dua kali. Jika tidak ganti judul, kemungkinan hanya tinggal menambahkan, mengedit dan memodifikasi kesalahan-kesalahan saja.