apurus rinufa

tulisan sebagai pengingat terutama untuk diri sendiri dan bukan bermaksud untuk menggurui atau apapun. sekedar share dan eksplor saja. maaf jika tak berkenan. trima kasih.

Selasa, 01 April 2014

HIPERBILIRUBIN

HIPERBIL

Hm............kenapa saya mau nulis ini? Karena ini fenomena yang hampir terjadi pada semua bayi. Ceritanya begini, bayi datang dengan BBLR, BBLSR atau asfiksia entah sedang atau berat. Koq ga ada ringan? Ya kalo ringan mah bukan di rawat di tempat gue kerja kaleeee, hehehehe. Bayi datang dan setelah observasi kurang lebih 24 jam bayi tersebut bagus maka dinyatakan ibu pulang bayi pulang yang intinya kalo ibunya pulang bayinya pun bisa ikut pulang pada saat itu. Kenapa gue bilang pada saat itu? (dari pada nanya2 mending baca aja dulu deh). Ternyata setelah 24 jam lahiran si ibu bayi belum boleh pulang entah karena melahirkan secara sectio caesar (sc), vacum, forcep, atau spontan sekalipun yang intinya si ibu belom pulang. Satu hari dan dua hari hingga tiga haripun berlalu, (koq sampe 3? karena biasanya post sc itu baru pulang 3 hari setelah perawatan?) dan saat ibunya dinyatakan boleh pulang, ternyata ditemukan si bayi berubah warna yaitu warna kuning, mending sih warna kuning daripada warna biru wkwkwkwkwk. Akhirnya di cek bilirubin lah si bayi dan di temukan bilirubin total di atas 10 hingga si bayi harus di lakukan terapi sinar selama 3 hari. Yaaaah nambah perawatan deh. Saat ibunya pulang si bayi malah gak bisa pulang yang endingnya si bayi pulang atas pemintaaan sendiri alias pulang paksa atau PP, yang seharusnya bisa pulang biasa atau pulang atas instruksi dokter beberapa hari yang lalu. Huaaaaa inilah yang sering terjadi di ruangan tempat gue kerja.

Nah belajar dari pengalaman seperti itu gue jadi penasaran juga tentang hiperbilirubin yaitu mengenai penyebab, tindakan dan prognosis selanjutnya. Kenapa gitu? Karena ini pula yang sering sekali ditanyakan oleh keluarga pasien. Yang gue bilang pada tulisan gue sebelumnya yaitu JANGAN SAMPAI TERLIHAT BODOH DI HADAPAN KELUARGA PASIEN karena MALUUUU ATUUUUH.



Dan inilah beberapa pernyataan yang mungkin aja bisa dijadikan referensi

Hiperbilirubin adalah suatu keadaan dimana kadar bilirubin dalam darah melebihi batas atas nilai normal bilirubin serum yaitu 13 mg/dL2. Hiperbilirubinemia adalah kadar bilirubin yang dapat menimbulkan efek patologi yang mana pada setiap bayi berbeda-beda, bila bilirubin tidak dikendalikan maka akan menjurus terjadinya kernicterus yaitu kerusakan otak akibat perlengketan bilirubin indirek pada otak. Pada kern ikterus gejala klinik pada permulaan tidak jelas antara lain : bayi tidak mau menghisap, letargi, mata berputar-putar, gerakan tidak menentu (involuntary movements), kejang tonus otot meninggi, leher kaku, dan akhirnya opistotonus. Selain itu dapat juga terjadi Infeksi/sepsis, peritonitis, pneumonia. KOMPLIKASI yang terjadi adalah Retardasi mental, Gangguan pendengaran dan penglihatan, Kematian.

Ikterus Neonatus Fisiologis terjadi pada 2 – 4 hari setelah bayi lahir dan akan sembuh pada hari ke 7. penyebabnya organ hati yang belum matang dalam memproses bilirubin. Ikterus Neonatus Patologis karena faktor penyakit atau infeksi. Biasanya disertai suhu badan yang tinggi dan berat badan tak bertambah.

Tata laksana ikterus pada neonatus cukup bulan berdasarkan kadar bilirubin Indirek (mg/dl)

Usia (jam)
Pertimbangkan terapi sinar
Terapi sinar
Tranfusi tukar bila terapi sinar gagal
Tranfusi tukar dan terapi sinar intensif
< 24




25-48
>11,8
>15,3
>20
>25,3
49-72
>15,3
> 18,2
>25,3
>30
>72
>17
> 20
>25,3
> 30
Tata laksana Ikterus pada neonatus kurang bulan berdasarkan kadar bilirubin indirek (mg/dl)

Usia (jam)
BL<1500g Kadar bilirubin (mg/dl)
BL 1500-2000g Kadar bilirubin (mg/dl)
BL> 2000g Kadar bilirubin (mg/dl)
<24
RT: > 4,1
RT :> 4,1
> 5
25-48
> 5
> 7
> 8,2
49-72
> 7
> 9,1
> 11,2
>72
> 8,2
> 10
> 14,1

Keterangan:
BL : Berat lahir
RT : Bayi prematur risiko tinggi, denagn batas paling

Hubungan hipertensi dengan kehamilan
Jika seorang ibu hamil mengalami hipertensi akan menyebabkan gangguan terhadap janinnya. Ketika mengalami hipertensi, pembuluh darah ibu akan menyempit yang menyebabkan aliran darah menuju janin menjadi berkurang, sehingga asupan nutrisi menuju janin ikut terganggu. Hal ini dapat menyebabkan terganggunya oksigenasi pada janin yang kemudian mengganggu pertumbuhan janin, dan dapat juga merusak vaskularisasi.

Ikterus yang terjadi pada kasus dikarenakan banyaknya kadar bilirubin dalam darah yang kemudian keluar ke interstisial. Ikterus biasanya mulai terlihat pada daerah muka (kadar serum bilirubin = 5 mg/dL), selanjutnya ke perut bagian tengah (15 mg/dL) dan kaki (20 mg/dL). Pada kasus ini ikterus hanya terjadi pada dada dan wajah karena bilirubin total bayi tersebut 11 mg/dL. Pada kasus kadar bilirubin total 11 mg/dL sehingga ikterus hanya timbul pada kulit wajah dan dada.

Hubungan usia kehamilan dengan penyakit hiperbilirubin
Pada bayi yang lahir prematur organ tubuhnya belum matur sehingga belum bisa melakukan metabolisme dengan baik. Bayi dikatakan lahir prematur jika berat badan lahirnya kurang dari 2 kg dan dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu.

Pengaruh ASI terhadap penyakit hiperbilirubin dan kandungan ASI
Pemberian ASI dapat menurunkan kadar bilirubin secara bertahap. Namun, pada beberapa kasus Kandungan ASI pada sejumlah ibu tertentu mengandung asam lemak tak jenuh atau bahan lain yang menghambat enzim perubah bilirubin. Biasanya kuning akibat ASI muncul antara hari ke 4 - 7, mencapai puncaknya pada minggu ke 2 - 3. ASI dihentikan sementara, maka kadar bilirubin akan menurun dengan cepat, lalu lanjutkan kembali menyusui. Jika ASI tidak dihentikan maka penurunan bilirubin bisa juga terjadi tetapi secara bertahap (gradually).

Apakah imunisasi boleh diberikan kepada penderita hiperbilirubin
Pemberian imunisasi tidak memberikan dampak khusus terhadap penderita hiperbilirubin. Oleh karena pentingnya pemberian imunisasi, maka penderita hiperbilirubin juga harus diberikan imunisasi.

Pengaruh genetik terhadap penyakit hiperbilirubin
Faktor dapat juga mempangaruhi seseorang menderita hiperbilirubin atau tidak. Misalnya, kurangnya sebuah struktur gen seseorang yang menyebabkan hemopoesis tidak efektif sehingga eritositnya lisis sebelum waktunya. Hal itu dapat meningkatkan kadar bilirubin sebagai hasil dari hemolisis.

Ikterus pada bayi mendapat ASI(Breast milk jaundice)
Pada sebagian bayi yang mandapat ASI eksklusif,dapat terjadi ikterus yang berkepanjangan.Hal ini dapat terjadi karena adanya faktor tertentu dalam ASI yang diduga meningkatkan absorbsi bilirubin diusus halus.Bila tidak ditemukan faktor resiko lain ASI tidak perlu dihentikan dan frekuensi ditambah.Apabila keadaan umum bayi baik ,aktif,minum kuat,tidak ada tatalaksana khusus meskipun ada peningkatan kadar billirubin.

PENATALAKSANAAN :
? Terapi sinar
? Status hidrasi dan pemberian minum
? Monitoring kadar bilirubin
? Transfusi Tukar
? Obat-obatan : Phenobarbital, Intra venous immunoglobulin, Mettaloporphyrins, Cholestyramine

Pemberian minum untuk mencegah dan mengobati Ikterus Neonatorum
? Ibu harus menyusui bayinya setidaknya 8 sampai 12 kali setiap hari untuk beberapa hari pertama
? rendah asupan kalori/dehidrasi → tinggi Ikterus
? Suplementasi dengan air atau air dekstrosa tidak akan mencegah atau mengobati hiperbilirubinemia

PENGHENTIAN TERAPI SINAR :
? Bayi cukup bulan bilirubin ≤ 12 mg/dL (205 µmol/dL)
? Bayi kurang bulan bilirubin ≤ 10 mg/dL (171 µmol/dL)
? Bila timbul efek samping

EFEK SAMPING TERAPI SINAR :
? Enteritis
? Hipertermia
? Dehidrasi
? Kelainan kulit
? Gangguan minum
? Bronze baby syndrome
? Kerusakan retina



Proverawati, Atikah dan Rahmawati, Eni. 2010. Kapita selekta ASI & MENYUSUI. Nuha Medika. Yogyakarta 

Naaaaaaah penjelasannya udah selesai walaupun itu udah saya ringkas-ringkas loh (weeeeh aslinya berapa banyak, hahaha). Udah ngerti belom? Biasa endingnya adalah kesimpulan dan inilah..........


hiperbilirubin adalah suatu keadaan dimana kadar bilirubin pada bayi itu tinggi intinya yang harus memerlukan terapi sinar atau fototerapi biasanya 3 hari dan jika tidak dilakukan tindakan tersebut bisa menyebabkan komplikasi-komplikasi yang sangat mengkhawatirkan salah satunya adalah kejang itu yang biasa gue jelasin ke keluarga bayi tapi jujur sih kalo mengenai efek samping fototerapi gak pernah gue jelasin. Kenapa? Takutnya si keluarga bayi malah takut dan tidak setuju atas tindakan yang akan dilakukan. Kenapa bisa hiperbilirubin? Gue selalu beralasan adalah ASI. Kenapa begitu? Karena hampir rata-rata bayi yang mengalami hiperbilirubin adalah bayi yang tidak pernah mendapatkan ASI. Kenapa gue bisa tau? Karena gue kadang kepo sama keluarga bayi iseng-iseng ya gue tanya soal ASI. Dan rata-rata hasilnya adalah ASI si ibu bayi tidak keluar sehingga si bayi tidak mendapat ASI di tambah juga tidak mendapat susu formula pada bayi yang di rawat gabung dengan ibu. Yaang dapet ASI aja masih bisa hiperbilirubin di tambah ini ASI gak dapet susu formula juga gak dapet. Terus apa asupan makanan si bayi? Gak ada donk! Alhasil puasa deh kayanya tuh bayi ampe berubah warna kuning. Hahahaha. Kalo ada yang tanya gue kenapa bisa kejang? Gue paling bisanya jawab bayi yang mengalami hiperbilirubin biasanya males minum dan seperti orang dewasa kalo gak dapat asupan makanan maka biasanya ia akan gemetaran atau tremor yang mirip seperti kejang. Itu juga komplikasi yang dapat terjadi pada kasus hipoglikemi jika tidak ditanggulangi. Naaaah itulahhhhh.

26 MARET 2014

AWAL KARATE

AWAL MULA IKUT KEGIATAN KARATE

Jujur sih gak pernah kepikiran untuk ikut kegiatan beladiri karate ini. Ya awalnya sih Cuma sekedar iseng pengen ada kegiatan. Waktu itu gw kelas 2 SMA pengen banget ada kegiatan. Bosen rasanya sekolah dan rumah. Biasanya sih gw pulang sekolah tu ada kegiatan pengajian tapi karena waktu itu ada suatu masalah jadi pengajiannya libur deh ampe gak tau kapan? Waktu tu gw sekolah sore jadi pulangnya malem. Awalnya sih waktu kelas 1 gw pengen ikut kegiatan PMR tapi sayangnya tu kegiatan gak ada kabar. Yaudah deh! Kenapa PMR? Yah pengen aja bisa ngobatin diri sendiri hehehe! Tapi gak terwujud ya sudah deh! Nah pas kelas 2 ntu ada temen yang nawarin kegiatan taekwondo dan pencak silat, atas saran temen yaudah gw pilih taekwondo tapi sama tu kegiatan kagak ada kabarnya. Jadi males sendiri. Terus secara tidak sengaja waktu ada kegiatan renang ada temen gw laela yang ngomongin soal karate, gw langsung nyodorin diri aja tanpa mikir diijinin atau gak. Terus dia bilang kalo mau ikut yaudah latihan hari itu juga. Yaudah pulang renang dan mau berangkat sekolah gw langsung ijin sama ibu karena waktu itu bapak lagi gak di rumah. Sebenernya sih gw agak kaget coz tumben-tumbenan ibu langsung ngijinin tanpa suruh Tanya bapak dulu. Yaudah gw gak mikirin deh tu mah. Akhirnya gw ikut kegiatan karate, latihan seminggu 2 kali dan pasti setiap pulang latihan selalu dijemput karena memang kondisi yang tidak memugkinkan tuk pulang sendiri. Kenapa? Gw latihan selesainya malem abiz isya dan pasti angkot ke rumah udah jarang bahkan hampir gak ada. Sekalipun ada ngeri juga kali! Temen-temen karate pasti udah tau kalo ada motor bapak gw pasti tu dah jam 8an. Ampe akhirnya lulus SMA. Saat itu yang masih ikut kegiatan ini hanya 4 orang (gw, fina, desi, Claudio) seinget gw. Makanya waktu lulus gw masih nyari orang supaya mau ikut kegiatan ini ya alhamdulilah sih ada beberapa orang lumayanlah buat penerus. Jujur aja gw gak pernah mikir prestasi dalam kegiatan ini. Yang ada dipikiran gw saat itu, ok gw gak bisa ikut pertandingan tapi gw berharap suatu saat SMA 14 punya atlit karate, itu yang selalu gw panjatkan dan alhamdulilah terwujud walau semua bukan hasil kerja keras gw tapi gw seneng dan terima kasih kepada semuanya.
Lulus SMA dan kuliah, alhamdulilah sih masih bisa latihan. Walau sebenernya bapak udah gak terlalu ngijinin dan malah bapak bilang bapak tuh ngijinin waktu SMA aja buat ekskul terus sekarang kalo dah lulus buat apa? Sempet kepikiran juga sih kaya gitu tapi rasanya sayang ngelepas karate gitu aja coz waktu itu gw dah sabuk biru mungkin kalo saat itu gw masih sabuk putih gw gak akan sayang buat keluar gitu aja. Yaudah kalo pikiran itu lagi muncul gw selalu ngeyakinin diri bahwa gw karate untuk kegiatan, untuk olahraga, untuk kesehatan. Kenapa? Karena semenjak gw ikut karate gw ngerasa badan lebih sehat gak terlalu gampang sakit terus pikiran lebih fresh dan lebih gampang masuk ke otak saat belajar hal itu terbukti dengan nilai-nilai gw yang gak anjlok malah sebaliknya alhamdulilah padahal gw sempet khawatir juga awalnya.
Kuliah di jurusan keperawatan, gak pernah kepikiran sama sekali toh itu juga Cuma iseng-iseng karena gak pernah bercita-cita untuk jadi seorang perawat. Kenapa gw coba? Karena saran orangtua yaudah gw coba aja. Ditambah saat itu, saat lulus SMA gw pengen banget kuliah apapun yang terjadi, mau dimana? Mau gimana? Intinya gw harus kuliah. Kenapa? Karena waktu itu umur gw masih muda belum 17 tahun dan gw berpikir kalo gak kuliah gw mau ngapain? Mau kerja? Emang ada yang nerima dibawah umur? Saat itu! Gw jadi inget soal PMR awal kegiatan yang gw ingini tapi malah di jawab dengan keperawatan yang lebih dari itu di tambah status pendidikan adalah negeri alhamdulilah banget.
Balik lagi soal karate. Waktu itu gw berpikir gw akan lebih gampang untuk latihan? Kenapa? Karena jarak kampus dg SMA 6 cukup dekat gw bilang gitu karena bisa ditempuh tanpa angkot hehehe. Tapi jujur deh gw gak pernah berpikir sebelumnya dengan gw kuliah di situ akan mudah untuk latihan. Yang gw pikir saat itu gimana gw bisa latihan setelah lulus SMA dan kuliah lalu gimana dg karate SMA 14. Mungkin udah di atur semuanya kayak gitu.
Waktu awal-awal kuliah sih gw masih sempet untuk ke SMA 6, SMA 14 dan puspem dan saat itu ortu gak ada komplen terutama bapak. Karena waktu itu kayaknya ortu gak tau kalo gw masih sering ke SMA 6 dan 14. Maklum kan asrama hehehe! Tapi tiap minggu kan gw pulang buat ngerjain tugas karena waktu itu lum ada laptop dan minggu sore gw ijin buat balik asrama dan rasanya ortu tau kalo gw ke puspem karena gw bawa baju karate tapi waktu tu gak ada komplen. Jadi inget gw satpam kampus gw kan tau kalo gw sering latihan coz dia liat dari pakaiannya hehehe!
Semester 2 kayaknya waktu ini bisa dibilang gw hampir dan jarang latihan. Kenapa? Semester ini ada acara ucap janji dan sumpah perawat terus latihannya malem selama sebulan kalo gak salah ditambah gw juga ada problem dg someone hehehe. Kayaknya hal ini gak usah diceritain deh coz gw juga lupa gak mau ngorek2 lagi yang ada bikin sakit hahaha! Yang gw inget rasanya hampir satu tahun gw gak aktif tapi gak tau juga deh gw lupa, lama amat y? kayaknya gak selama itu deh. Kalo gak semester 3 y semester 4 gw mulai latihan lagi itu pun atas ajakan seorang temen lewat fb hahaha. Yg gw inget semester 3 tuh gw mulai praktek RSU dan yg gw inget kalo praktek pagi sorenya gw latihan. Ya walaupun gw masih latihan Cuma jarang-jarang gitu deh. Maklum kadang kuliah dari pagi ampe sore terus malem juga kadang masih ada mentang-mentang di asrama jadi kadang dosen ngegampangin gak bisa pagi sore y malem atau kadang qt juga sih yang minta biar jumat sabtu minggu libur hahaha tapi tergantung dosen dan penanggung jawab matkul sih. Pinter-pinter itu mah deh. Jadi kangen masa kuliah dan asrama euy. Asrama yang penuh asmara hahaha!
Lanjut deh gw masih bisa latihan walau mungkin bisa dibilang sembunyi-sembunyi dan bapak tau gw masih latihan dari satpam kampus hadeuh. Akhirnya ampe lulus, bandung dan kuningan pun terlewati. Hadeuh penuh kenangan? Jadi kangen!!!!!

Lulus kuliah dan akhirnya kerja di tempat yg gw inginkan yg gw pikir dg gw kerja di tempat itu gw bisa lebih gampang untuk latihan coz puspemnya kan di belakang. Tapi ternyata TIDAK !!! uh nyebelin. Sempet sih di larang juga sama bapak. “Udah kerja mah capek udah kenapa sih latihannya berhenti udah dari SMA”. Hadeuh males deh rasanya denger kata2 itu. Rasanya ortu terutama bapak seneng banget sih kalo gw gak latihan? Hadeuh apa coba? Yaudah seperti biasa gw minta diijinin dg perjanjian latihan kalo libur terus bapak bilang yaudah latihan seminggu sekali aja kalo libur. Yaudah deh mau gak mau? Terima gak terima? Sebenernya sih kalo dapet shift malem 2 malem gw liburnya 2 hari. Ya emang sih libur pokoknya mah Cuma sehari yang satu libur malam. Pengennya sih 2 hari itu gw bisa latihan tapi tau sendiri deh bapak!!! Hah susah! Kapan bisa bebas latihan y???????????????? 

21 NOVEMBER 2012

Selasa, 25 Maret 2014

ANENCEPHAL OH ANENCEPHAL


ANENCEPHAL OH ANENCEPHAL

Sebelumnya lebih baik saya ulas dulu apa itu anencephal. Dan ini beberapa penjelasannya yang saya dapat dari internet. Semoga mengerti.

Apakah anencephaly itu ?
Anencephaly merupakan kelainan/kecacatan lahir bawaan. Kata anencephaly sendiri artinya “tanpa otak”, dimana pengartiannya ini, sebetulnya tidak sesuai dengan keadaan bayi anencephaly yang sebenarnya. Bayi anencephaly mempunyai otak, akan tetapi tidak terbentuk dengan lengkap.
Tak dapat disangkal bahwa pada bayi yang lahir dengan kelainan anencephaly hanya tampak sedikit kulit kepala, tempurung kepala (cranium vault) dan otak, akan tetapi biasanya mereka tetap mempunyai pankgal/batang otak (cerebral trunk). Bagian wajah bayi lengkap, hanya saja tengkorak bagian atas kepala terbuka. Besar kecilnya “lobang” di atas kepala ini tidak sama antara bayi satu sama bayi lainnya. Kalau Anda perhatikan bagian atas kepala yang terbuka ini, Anda akan melihat sisa-sisa jaringan otak. Kalau Anda tidak berani melihatnya, maka bayinya bisa dipakaikan topi.
Ada kemungkinan pada bayi Anda nampak kecacatan tubuh lainnya (seperti telinga kelipat, bibir sumbing, tulang punggung terbuka) tetapi biasanya pertumbuhan badannya normal-normal saja.
Apakah bayi anencephaly bisa hidup?
Selama bayi masih dalam kandungan ibunya, ia akan mendapatkan semua kebutuhan hidupnya melalui ibunya, seperti halnya pada bayi normal. Tetapi setelah lahir fungsi-fungsi vital tidak dapat bertahan lama.
Walaupun pernapasan bayi muncul secara spontan, tetapi berlanjut kurang stabil.
Banyak bayi anencephaly biasanya bertahan hidup di dalam kandungan sampai dia dilahirkan. Kendatipun begitu, ada juga yang meninggal saat dia masih dalam kandungan atau pada saat proses persalinan. Ini disebut kelahiran mati. Sedangkan bayi yang bertahan hidup sampai lahir, akan bertahan hidup beberapa detik, menit, jam atau bahkan beberapa hari. Sayangnya kondisi anencephaly tidak dapat diperbaiki atau disembuhkan, Anencephaly selalu berakhir dengan kematian.
Mengapa bayiku menderita anencephaly?
Terjadinya anencephaly bukan salah Anda. Kesalahan terjadi pada tahap awal pembentukan bayi, pada saat ibu bahkan belum mengetahui dirinya sedang hamil. Susunan saraf (otak, tulang punggung) tidak berkembang seperti biasanya. Ada dugaan bahwa hal ini terjadi karena pengaruh kombinasi antara faktor genetis dan pengaruh lingkungan.
Selanjutnya bagaimana?
Kehamilan dapat dilanjutkan karena tidak ada risiko yang lebih bagi kesehatan ibu daripada kehamilan pada umumnya. Kadang-kadang bayi anencephaly tidak bisa menelan air ketuban, sehingga kandungan ibu akan kelebihan air ketuban (hydramnion). Seorang ahli kandungan dapat mengeluarkan kelebihan air ketuban. Walaupun ada orang tua yang memilih untuk mengakhiri kehamilannya dan dengan demikian mengakhiri kehidupan sang bayi yang dikandung, seorang bayi anencephaly sebetulnya dapat dilahirkan secara biasa.



Mengingat beberapa waktu lalu (entah lupa tanggal dan bulannya yang pasti belum setahun lah hehehehe) saya mengalami kasus anencephal yang ribet. Koq ribet? Iya ribet karena keluarga si bayi yang rempong abis boooooo. Intinya siiih si keluarga pengen gimana caranya supaya itu bayi bisa hiduplah intinya. Ini sih kesimpulan saya dari apa yang saya dengar. Koq dengar? Ya karena bukan saya langsung yang berhadapan dengan keluarga si bayi. Saya cuma nguping hahahaha.

Dongeng aja deh hehehehe semoga ga lupa dan mumpung inget
saat dinas malam tepatnya tgl 7 maret 2014 alias jumat malam atau malam sabtu sekitar jam 11an mungkin karena saya lupa datanglah bayi dengan anencephal dengan berat 2400 gram dan kehamilan 40 minggu itu menurut sumber terpercaya. Kenapa saya bilang sumber terpercaya? Karena saya dapatkan dari hasil pemeriksaan. Kenapa begitu? Karena menurut neneknya si bayi hamilnya itu baru 7 bulan karena belum lama menggelar acara tujuh bulanan. Ah ternyata setelah lihat laporan persalinannya saya tertipu. Makanya jangan asal percaya.

Seperti biasa yang boleh masuk hanyalah orangtua bayi. Maka ayah si bayi mengadzankan si bayi. Sambil mengadzankan si nenek bayi nanya-nanya deh. Kebetulan si neneknya bertanya kepada saya. Saat itu saya hanya tau bayinya anencephal karena belum ada operan dan belum ada laporan lengkapnya. Dan saya jelaskanlah apa adanya intinya si bayi ga punya kepala. Lalu si nenek bayi bertanya dengan pertanyaan yang menurut saya itu lucu yaitu “emang ga bisa di tambel-tambel y sus” hahahahaha langsung ketawa ngakak deh gue dalem hati (nah loh ketawa ngakak dalem hati kaya gimana tuh). Dan dengan polosnya gue jawab aja “di tambel pake apa y bu” langsung deh temen saya membantu menjelaskan. Sekalipun di bikin kepala terus otaknya mana? Mau donor gitu? Ada yang mau donor otak? Jadi mikir itu gue. PUNYA KEPALA AJA BELUM TENTU PUNYA OTAK GIMANA KALO KEPALA AJA UDAH GAK PUNYA. Kenapa gue bisa bikin pernyataan seperti itu? Karena saat itu ada kasus bayi dengan hydranancephal yang intinya sih ga punya otak dan otak besarnya itu tidak berkembang dan gue belum dapet referensi tentang hal itu. Yang gue tau sekilas untuk kasus tersebut tidak ada tindakan definitif alias ga bisa di apa-apain. Ya logika juga sih menurut gue. Kecuali itu tadi, ada yang mau donor otak.

Lanjut....................
Setelah si ayah bayi mengadzankan si bayi di jelaskanlah oleh temen gue mengenai kondisi si bayi beserta resiko serta baiknya seperti apa? Ga lama datanglah segerombolan orang (gue bilang segerombol karena emang banyak) yang ngakunya sih keluarga si bayi entah siapanya, ada yang ngaku kakak si ibu bayi. Ini nih yang bikin gue kesel sampe-sampe gue ke belakang cuma buat nonjok tembok saking keselnya. Kenapa gue kesel? Karena keluarganya banyak banget dan dengan ga sopan (menurut gue) maen masuk aja tanpa permisi dan ngatur-ngatur dan temen gue pun mengizinkan. Saat itu gue ga ngerti kenapa diizinkan? Apa karena kakak si ibu bayi yang kaya preman (menurut gue) karena bertatto (ah gak ngaruh). Dan setelah lihat bayinya nangis-nangis deh semuanya termasuk yang bertatto itu ikutan melow. Dan gue mulai ngerti kenapa temen gue memberi ijin keluarganya untuk masuk yaaah intinya biar jelaslah kondisi kelainannya seperti apa?

Lanjut...................
Abiz itu bikin status rekam medis lah si ayah bayi dan dokter jaga pun datang (perempuan). Lalu si dokter menjelaskan mengenai kondisi si bayi kepada ayahnya (hanya kepada ayahnya) setelah itu tanda tangan lah si ayah bayi mengenai penjelasan dan penolakan tindakan. Ini juga nih ada bikin kesel. Kenapa? Karena ada yang ngomong si ayah bayi tanda tangan penolakan karena di suruh dokter. hm....................... bikin geram deh.

Udah deh gue pikir akan berhenti sampai di situ. Kenapa gue pikir begitu? Karena biasanya bayi dengan anencephal tidak akan bertahan lama sampai 24 jam yaaaah walaupun bertahan paling lama juga 2 minggu. Yaaaaah bukannya mendahului Tuhan y. Tapi kenyataan dengan teori memang seperti itu. Beres deh dinas malam tanggal 7 maret 2014. tapi ternyataaaaaaaaaaa

Dinas malam berikutnya 8 maret 2014 sabtu malam atau malam minggu. Huft yang gue pikir udah beres ternyata eh ternyata bayi itu masih hidup aaah siap-siap menghadapi keluarganya lagi (bukan gue juga sih yang berhadapan dengan keluarganya secara langsung). Malem ini nih yang bikin rempong (sebelumnya juga rempong sih). Koq rempong lagi? Ya karena si keluarga bayi yang ngakunya tante si ibu bayi dan ngakunya mampu dengan segala omongannya (ujung-ujungnya mah gakin kota) protes (menurut gue) kenapa bayinya ga di apa-apain? Dan dengan segala bukti di beri penjelasanlah si ibu yang ngakunya tantenya itu. Dan keluarlah omongan yang intinya penolakan tindakan tersebut kan karena di suruh dokter. Haduuuuuuuuuuuh tutup muka deh gue. Yah intinya sih (menurut gue) si ibu yang ngaku tantenya itu minta penjelasan dokter dan tindakannya (ternyata eh ternyata selidik punya selidik itu tuh MBA, tau kan apa itu MBA? Sekalipun ga tau rasanya saya ga perlu jelasin. Jadi mikir lagi gue, pantesan jadinya kaya gini alias hancur lawong prosesnya juga ga bener wajar deh kaya gini. hahahaha). Lalu dipanggil deh dokter jaga (laki-laki, mantan dokter ruangan peri). Datanglah dokter tersebut dan menjelaskan mengenai kondisi bayi tersebut. Dari pada muter-muter yang ujung-ujungnya ga jelas dengan tegas dokter tersebut langsung bertanya “sekarang maunya apa?” si ayah bayi menjawab “maunya yang terbaik dok” lalu si dokter “yang terbaik menurut saya, tidak di apa-apakan”. Naaah loooh sama aja kan. Mau penjelasan kemanapun dan dari siapapun intinya mah seperti itu. Ujung-ujungnya sih si bayi itu di infus (bilang aja pengen di infus dari awal, susah bener sih, mempercepat kematian) dan ending bayi itupun meninggal pada tanggal 9 maret 2014 jam 15.00 kalo ga salah. Hehehehehe. Mungkin dari awal sebenernya si ayah bayi pengen bayinya di infus tapi karena udah di judge seperti itu jadi pasrah deh awalnya tapi pihak keluarga juga rese sok ngompor-ngomporin jadinya gitu deh. Itu sih menurut kesimpulan gue.


Sekian dongengnya. Maaf ya kalo ga lengkap. Kan yang saya inget ajah. Hehehehe.

17 maret 2014

Kamis, 13 Maret 2014

premarital check up


PEMERIKSAAN PRA NIKAH

Pernah denger penyakit seperti diabetes dan thalasemia kan? Menurut buku yang sedang saya baca penyakit tersebut adalah contoh penyakit genetis yang berbahaya. Penyakit genetis? Kalo dari namanya aja pasti penyebabnya adalah gen. dimana kita tau gen itu kita dapat dari orang tua kan?
Untuk menghindari yang tidak diinginkan setelah menikah sebaiknya di lakukan premarital check up. Kenapa? Karena seringkali penyakit itu muncul tanpa gejala dan kita tidak tau kan jika seseorang tersebut mempunyai bibit penyakit genetik.

Berikut jenis-jenis pemeriksaan pra nikah :
  1. Pemeriksaan riwayat kesehatan
  2. Pemeriksaan fisik, rontgen, jantung
  3. Tes darah (hemoglobin, laju endap darah, golongan darah dan rhesus, jumlah leukosit, gula darah dan hubungan antar sel darah)
  4. Pemeriksaan TORCH
  5. Tes antibody seperti HBsAg, anti HBsAg
  6. Tes VDRL, TPHA untuk penyakit menular seksual
  7. Pemeriksaan fungsi hati dan ginjal
  8. Pemeriksaan urin dan tinja
  9. Pemeriksaan tumor marker bagi mereka yang mempunyai riwayat tumor
  10. Vaksinasi hepatitis B dan TT (tetanus toxoid)
Sibagariang, eva ellya. Pusmaika, rangga. Rismalinda. 2010. Kesehatan Reproduksi Wanita. Trans Info Media. Jakarta.
Inget gak salah satu iklan di tv yang mengatakan setiap orang mempunyai resiko. Yupz bener banget tuh. Setiap manusia mempunyai resiko terhadap suatu penyakit apapun itu. Kita gak akan pernah tau penyakit apa yang diderita tanpa melakukan suatu pemeriksaan. Toh kalo misalnya sudah diketahui kita bisa melakukan pencegahan atau pun pengobatan lebih lanjut untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Inget, penyakit bisa menyerang siapapun, dimana, dan kapanpun tanpa memandang. Tapi maaf-maaf y saya juga belum melakukannya. Yah paling yang pernah MCU biasa yang buat masuk kerja. Yah sekedar buat info gak salah kan? Tapi yang saya heran kalo pemeriksaan tersebut penting kenapa banyak orang yang tau tidak melakukannya atau banyak yang tidak menganjurkan? Semoga kelak saya bisa melakukannya amiin! Tentunya sebelum melakukan pemeriksaan, baiknya berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu biar tau mana yang penting untuk dicek mana yang tidak. Lumayan kan? (ngurangin pengeluaran maksudnya hehehe).

Teruz pernah gak denger beberapa penyakit pada anak atau bayi yang baru lahir seperti atresia ani (gak punya anus), hydrocephalus (kepala yang membesar), labiopalatoskizis (bibir sumbing), hirschsprung, hiperbilirubin (kuning), thalasemia dan lain-lain. Kalo dari penyebab ada yang mengatakan belum diketahui adanya juga yang disebabkan oleh kelainan bawaan. Nah loh bawaan siapa tuh? Wkwkwkwk. Jujur saja saya belum berani mengatakan penyebab pastinya. Tapi gak mungkin ada asap kan kalo gak ada api. Walaupun penyebabnya belum bisa diketahui tapi biasanya faktor pencetusnya pasti selalu ada. Nah kalo mikir ini saya jadi inget pentingnya pemeriksaan pra nikah seperti diatas. Inget loh bawaan!!! Saya berpikir seperti itu karena melihat fenomena yang ada dan juga beberapa kasus yang saya temukan. Kebetulan saat ini saya sedang ditugaskan di ruang baby-baby yang keadaannya seperti yang saya sebutkan diatas tersebut! Jujur aja sih kadang emang capek ditempatkan ditempat baby yang penuh dengan resiko. Tapi kalo dah pegang babynya jadi seneng sendiri. Wkwkwkwk!

10 NOVEMBER 2012

Senin, 24 Februari 2014

setelah lama gak buka blog dan inilahhhh

Lagi iseng-iseng dah lama gak ngetik

Waktu SD, jujur y gw kelas 1, 2 & 5 yang ngajar bapak sendiri. Gw masuk kelas 1 SD umur 4,3 tahun. Yang seharusnya gw TK. Karena gw ngotot & gak mau masuk TK yaudah akhirnya diijinin juga masuk SD kelas 1. Kebetulan bapak yang ngajar. Hehehe. Terus tadinya tuh gw denger gak mau di naikin dulu ke kelas 2. Yaudah akhirnya gw protes & marah kenapa gw gak naik? Sedangkan temen-temen gw yang baru pada bisa baca malah naik kelas? Karena waktu itu ortu takut gw gak bisa ngikutin pelajaran. Akhirnya ortu konsul sama kepala sekolah dan acc untuk gw naik kelas. Tapi itupun lihat perkembangan gw juga. Karena lancar-lancar aja & gak ada apa-apa alhamdulilah lancar.
Waktu kelas 4 gw mulai belajar lagi di madrasah diniyah awaliyah At-Taqwa yang deket SMA 2. Jadi bisa dibilang gw sekolah 2 x pagi dan sore kan madrasah artinya juga sekolah. Tapi di madrasah ini khusus mempelajari agama gak dicampur sama pelajaran SD. Beda loh antara madrasah diniyah dengan madrasah ibtidaiyah. Waktu di madrasah tiap hari hafalan semua pelajaran al qur’an, hadits, kitab semuanya deh. Tapi sayang banyak yang lupa sekarang. Karena jarang di pakai. Itulah ilmu kalo gak di pakai bisa hilang sendiri. Alhamdulilah semua lancar bahkan nilai gw di SD malah naik hafalan jadi gampang karena tiap hari hafalan waktu itu. Sampe waktu gw kelas 3 madrasah dan saat itu gw kelas 6 SD. Pas gw liat raport madrasah gw langsung naik ke kelas 5 tanpa melewati kelas 4 dulu. Yaudah waktu kelas 5 madrasah gw kan kelas 1 SMP. Mulai deh terganggu madrasahnya dengan kegiatan di SMP pada hal waktu itu gw gak ikut ekskul apa-apa. Tapi pelajaran olahraga & komputer di luar jam pelajaran jadi dalam seminggu itu gw selalu ijin 2x gak masuk madrasah. Mau gak mau harus ngejar ketinggalan. Tapi alhamdulilah nilai-nilai gw baik semua. Bahkan gw di tawarin untuk langsung ikut ujian. Awalnya sih gw nolak karena gw takut gak bisa. Tapi pas gw ngomong sama ortu harus ikut. Yaudah akhirnya gw ikut ujian waktu kelas 5 dan lulus. Jadi waktu gw di madrasah diniyah awaliyah At-Taqwa gw gak ngerasain kelas 4 sama kelas 6 dan cuma 4 tahun yang seharusnya 6 tahun. Gak kebayang juga. Tapi waktu itu pas udah lulus madrasah sempet bete juga sih gak ada kegiatan.

Waktu gw sekolah di SMPN 7 tangerang kelas jauh. Waktu dulu masih ada kelas jauh (cabang) yang di deket apotik pintu air dan kelas induk (pusat) di batuceper sendiri. Selama 2 tahun gw di kelas jauh dan akhirnya menginjak tahun ketiga & kenaikan kelas 3 timbul deh masalah. SMPN7 kelas jauh di alihkan menjadi SMPN21 di benda. Jauh banget….. langsung deh bapak protes tapi tetap aja gak berubah. Akhirnya gw dipindahin ke SMP 7 kelas induk itu pun liat nilai juga untung bisa. Rasanya senang campur sedih. Senang karena gw bisa menghindari seseorang yang ada disana & sekolah gak terlalu jauh. Sedih karena harus beradaptasi dengan tempat baru dan teman baru serta berpisah dengan teman lama. Rasanya gak enak banget pindah sekolah. Sampe gw pernah dipanggil sama guru BP karena gw diam di kelas. Ya abiz gw mau cerita atau ngobrol sama siapa? Gw disana juga baru. Duduk pun sendiri. Yaudah paling yang bisa gw lakukan cuma baca & ngerjain soal-soal. Gw sempet berpikir untuk berhenti sekolah, jalan ke sekolah aja males-malesan. Tapi gw inget masa depan gw. Gw inget paman gw yang berhasil & sekarang kerja di yellow pages sering di transfer ke luar negeri, inget itu gw slalu semangat untuk sekolah. Akhirnya ortu tau masalah gw tanpa gw cerita panjang lebar dan mereka kasih solusinya gw lakukan yang mereka kasih & alhamdulilah gw bisa mengatasinya & dalam waktu 6 bulan gw bisa beradaptasi lama juga y, alhamdulilah juga nilai gw gak turun. Sayangnya hubungan gw dengan paman gw itu gak sedekat dulu entah ada masalah apa gw juga gak tau. Dulu dia selalu jadi penyemangat gw.

Lulus SMP, niatnya sih pengen lanjut ke SMAN2 yah tapi gak kesampean. Dari SMP gw pengen banget sekolah di negeri gak mau swasta. Makanya pas gak lulus di SMAN2 gw bingung sekolah dimana. Sebagai cadangan akhirnya bapak daftarin gw di SMA Al-husna. Tapi alhamdulilah ada SMA 14 y walaupun baru buka dan gedung pun numpang di SMAN6 yang penting negeri itu pikir gw. Toh punya pemerintah.

Waktu kelas 1 SMA gw dah punya keinginan untuk masuk IPA selain keinginan sendiri juga rekomendasi dari paman. Dia bilang kalo IPA bisa ke jurusan mana aja, tapi kalo IPS terbatas. Semangat lagi gw buat ngurusin tuh IPA. Tekniknya yaitu dengan sering ngerjain soal-soal. Kalo cuma baca doank nanti bisa lupa. Gw jadi inget waktu SMP gw sempet salah jadwal belajar buat semester. Pas gw tau salah jadwal kangen bgt lah gw & sempet panik juga karena lum sempet belajar sama sekali. Tapi alhamdulilah gw bisa ngerjain soal tersebut dan ternyata soal-soal tersebut adalah soal-soal yang sering gw latih saat belajar. Dari situlah gw jadi tau teknik belajar gw kaya gimana? Sebenernya waktu kelas 1 ini awal-awal gw suka sama cowok sih. Tapi cara gw yang salah. Setiap gw suka sama cowok gw selalu nyangkal dan selalu berpikir tentang kekurangan dia yang mungkin bisa membuat gw gak suka sama dia. Karena gw malu. Dia siapa & gw siapa?

Kelas 2 SMA alhamdulilah IPA gw ketemu temen-temen yang suka banget pelajaran matematika alhamdulilah gw terbawa kearah yang positif. Bisa dibilang kita bertiga dekat tapi sayangnya itu dulu. Karena ada sesuatu yang satu jadi jauh, jauh banget. Saat kelas 2 gw pengen banget punya kegiatan lebih tepatnya lagi pengen olahraga sih. Yaudah akhirnya gw ikut karate. Ceritanya udah di atas tadi y.

Kelas 3 udah gak numpang lagi di SMAN6 sih. Pas kelas 3 temen-temen pada ribet sama les dan bimbel tuh soalnya UAN pake nilai batas gitu. Gw gak pernah minta itu. Karena gw tau ortu kaya gimana? Dan gw inget omongan ortu, les itu buat anak yang gak bisa belajar sendiri. Dan kalo gw pikir-pikir bener juga sih. Toh gw lihat mereka yang ngeles nilainya sama aja. Bahkan pernah ada temen yang menyangka kalo gw ngeles ya pasti gw mengelak lah & gw bilang gw belajar sendiri. Tapi mungkin picik kali y gw. Temen-temen gw yang ngeles kan pasti dapet soal tuh yaudah gw selalu fotocopy aja tuh soal. Terus gw minta penjelasan dari dia kalo gak ngerti jadi sama aja kan? Intinya yang penting gw dapet apa yang gw butuhkan atau gw mau. Mungkin itu jeleknya gw.

Lulus SMA, gw ngotot pengen kuliah. Entah dimana & jurusan apa. Ya kalo bisa sih di negeri. Mengingat umur gw yang terbilang masih muda banget belum 17 tahun umur gw waktu lulus SMA. Itulah sebabnya kenapa gw ngotot pengen kuliah & gak mau kerja dulu. Karena gw takut kalo udah kerja gak ada keinginan lagi untuk belajar lagi pula emang ada tempat kerja yang nerima umur dibawah 17 tahun KTP aja gw lum punya. Itu pemikiran gw saat itu. Saat itu ibu ngedukung banget gw buat kuliah. Tapi bapak sepertinya setengah hati mungkin karena biaya kali ya. Alhamdulilah ibu punya rejeki saat itu. Walaupun seperti itu gw gak patah semangat untuk tetap kuliah. Akhirnya gw coba-coba tes masuk kuliah. 3 kali gw ikut tes masuk kuliah dan tes terakhirlah yang dapet yaitu akper sitanala. Bener deh gak pernah berpikir kuliah di akper & jadi perawat. Itu pun tes iseng-iseng buat cadangan daripada gak kuliah pikir gw. Akhirnya alhamdulilah lulus yaudah lanjut deh alhamdulilah negeri.

02 november 2012

Rabu, 12 Desember 2012

madu

Sembuh dari Luka
2012Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 Septemb

er 1993 di Cina. Konferensi tersebut membahas pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari, dan propolis dapat mengobati berbagai penyakit.Para dokter Polandia juga menyatakan dalam konferensi tersebut bahwa resin lebah dapat membantu penyembuhan banyak penyakit seperti wasir, masalah kulit, penyakit ginekologis, dan berbagai penyakit lainnya.
Dr Jennifer Eddy dari fakultas kedokteran Universitas Wisconsin menganjurkan untuk menggunakan madu lebah sebagai obat yang dioleskan di tempat luka.Kasus tersebut menyebabkan Dr Jennifer Eddy memperoleh dukungan dari Akedemi Amerika Untuk Dokter Keluarga di wilayah Wisconsin untuk meneruskan kajiannya khusus pengobatan melalui madu lebah.
Berikut adalah keistimewaan madu dalam mengobati luka:
1.Madu mampu mengurangi terjadinya peradangan ditandai dengan berkurangnya nyeri dan bengkak dan luka mengering hal ini disebabkan karena madu memiliki osmolaritas yang tinggi (kadar air kurang dari 17%) sehingga mampu menyerap cairan luka dan memperbaiki sirkulasi dan pertukaran udara disekitar luka
2.Madu memiliki efek membersihkan terbukti dengan terangkatnya jaringan mati pada balutan yang oleskan madu.
3.Madu memiliki efek anti bakteri dan anti oksidan sehingga mampu menghambat efek radikal bebas, akan mengurangi kerusakan jaringan . Juga terdapatnya zat lain yaitu hydrogen peroksida yang mampu membunuh bakteri. Konsentrasi hydrogen peroksida yang terdapat pada madu hanya mengandung 1mmol/l, yang berarti hanya 1/1000 dari cairan yang biasa digunakan untuk membasmi kuman, namun efek yang dapat merusak jaringan dari hydrogen peroksida dapt diatasi oleh sifat anti oksidan dari madu dan enzim2 lain yang terkandung dalam madu
4.Merangsang sel darah putih sehingga mempercepat proses penyembuhan luka
5.Madu menciptakan lingkungan luka menjadi lembab (moist), lingkungan lembab akan mendukung proses penyembuhan luka dan tumbuhnya jaringan baru.
6.Sifat asam madu.Madu memiliki pH 3,2-4,5 cukup rendah untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang rata-rata berkembang pada pH 7,2-7,4
7.Madu dapat lebih cepat menstimulus pembuluh darah baru
8.Lebih murah dan dapat mudah diperoleh.


Cara Merawat Luka DM dengan Madu
Ada beberapa tips yang dapat dipakai saat merawat luka dengan terapi madu (Molan, 2001):
a. Gunakan jumlah madu sesuai dengan jumlah cairan atau eksudat yang keluar dari luka.
b. Frekuensi penggantian balutan tergantung pada cepatnya madu terlarut dengan eksudat luka.Jika tidak ada cairan luka, balutan dapat diganti dua kali seminggu supaya komponenantibakteri yang terkandung di dalam madu dapat terserap ke dalam jaringan luka.
c. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, gunakan second dressing yang bersifat absorbent. Jika madu digunakan langsung pada luka, madu akan meleleh sehingga keluar area luka. Hal initidak akan efektif untuk merangsang proses penyembuhan luka.
d. Gunakan balutan yang bersifat "oklusif", yaitu menutup semua permukaan luka untukmencegah madu meleleh keluar dari area luka.
e. Pada cairan luka yang sedang, sebaiknya gunakan transparent film sebagai second dressing.
f. Pada abses (nanah) dan undermining (luka berkantong), perlu lebih banyak madu untukmencapai jaringan di dalamnya. Dasar luka harus diisi dengan madu sebelum ditutup dengan second dressing seperti kasa atau dressing pad lainnya.
Dari pengalaman tersebut merawat luka diabetes, memang madu sangat baik dalam mangobati luka namun ada hal yang harus diperhatikan yaitu frekuensi penggantian balutan luka lebih sering ( bisa 1-2 hari sekali) apalagi jika kondisi luka sangat kering (warna dasar luka kuning atau bahkan hitam) diperlukan jumlah madu yang cukup banyak agar mampu membuat lingkungan luka menjadi lembab, dan setelah jaringan yang mati tersebut lunak maka harus dilakukan pengangkatan jaringan mati (nekrotomi) yang harus dilakukan oleh perawat terlatih tuk menghindari kesalahan yang fatal. Dan jika frekuensi penggantian balutan 1-2 hari terasa sulit/merepotkan, maka bisa dikombinasikan dengan balutan luka modern yang diharapkan tetap bisa menjaga kelembaban luka. Atau bisa juga dikonsultasikan dengan perawat luka agar hasil perawatan luka lebih maksimal.
Mengoleskan madu pada bagian kaki yang luka, merupakan alternatif untuk menghindari terjadinya amputasi pada pasien diabetes. Hal tersebut dibuktikan oleh seorang dokter dari Universitas Wisconsin, AS, yang berhasil membantu pasien-pasiennya menghindari amputasi. Kini ia berencana menyebarkan terapi madu tersebut.

Menurut Profesor Jennifer Eddy dari University School of Medicine and Public Health, madu bisa membunuh bakteri karena sifat asamnya, selain itu madu juga efektif menghindari sifat kebal bakteri akibat penggunaan antibiotik. “Ini adalah hal yang penting dalam dunia kesehatan,” katanya. Dalam terapi madu ini, bagian yang luka baru bisa diolesi setelah kulit mati dibersihkan.
Terapi madu telah digunakan sebagai pengobatan alternatif di Eropa, bahkan di Selandia Baru terapi ini dipakai untuk mengobati sulit tidur. Profesor Eddy mulai tertarik untuk mencoba terapi madu setelah mengetahui tradisi penggunaan madu dalam dunia pengobatan masa lampau.
Ia mulai melakukan uji coba sejak enam tahun lalu. “Saya mulai mencoba terapi ini setelah segala pengobatan gagal. Sejak kami memakai madu, penggunaan semua jenis antibiotik kami hentikan dan berhasil,” katanya. Sampai saat ini penelitian tersebut masih berlanjut dan diharapkan selesai pada tahun 2008 atau 2009.

B.Perawatan Luka DM dengan NaCl 0,9%
Sebagian rumah sakit lebih banyak menggunakan NaCl 0,9% dalam merawat luka karena cairan tersebut aman di gunakan untuk merawat luka.Pemilihan cairan NaCl 0,9% sebagai cairan yang digunakan untuk perawatan luka terutama luka DM karena cairan NaCl 0,9% merupakan cairan yang bersifat fisiologis,non toksik dan tidak mahal.NaCl dalam setiap liternya mempunyai komposisi natrium klorida 0,9 gram dengan osmolalitas 308 maOsm/1 setara dengan ion-ion Na+ 154 mEq/1 dan Cl 154 mEq/1,sehingga lebih aman digunakan untuk perawatan luka.
Menurut penelitian,pasien yang dilakukan perawatan luka DM dengan menggunakan NaCl 0,9% lebih baik tingkat kesembuhannya dari pada pasien yang menggunakan cairan lain.Hal tersebut dikarenakan sifat cairan NaCl 0,9% yang merupakan cairan fisiologis yang lebih aman digunakan.NaCl 0,9% merupakan larutan isotonis aman untuk tubuh,tidak iritan,melindungi granulasi jaringan dari kondisi kering,mejaga kelembapan sekitar luka dan membantu luka menjalani proses penyembuhan serta mudah didapat dan harga relatif lebih murah. Namun, NaCl bukan antiseptik sehinggatidak dapat membunuh bakteri yang mungkin akan terdapat pada luka. Sehingga dalam penggunaannya biasanya pada luka yang bersih.(Anonim, 2008).

Referensi

-Hamad,S.2007.Terapi Madu.Jakarta : Pustaka Iman. hal 30
-Kartini Monica.2009."Efek Penggunaan Madu Dalam Manajemen Luka"dalam jurnal kesehatan,vol.02,Januari:hal.17-19
-Indonesia Enterostomal Therapy Nurse Association (InETNA) & Tim Perawatan Luka dan Stoma Rumah Sakit Dharmais. 2004,Perawatan Luka, Makalah Mandiri, Jakarta
-Mansjoer.Arif, dkk. Eds.2000.Kapita Selekta Kedokteran. Edisi III. Jakarta : Media Aesculapius FKUI.
-Walton,Robert L. 1990. Perawatan Luka dan Penderita Perlukaan Ganda, Alih bahasa. Sonny Samsudin, Cetakan I. Jakarta : EGC.

Selasa, 23 Oktober 2012

KEROKAN

Secara medis kerokan adalah salah satu metode memperlebar pembuluh darah tepi yang menutup (vasokontiksi) menjadi semakin lebar (vasaditilasi). “Kerokan, tidak berbahaya selama tidak menjadi kebutuhan primer,” ungkap Mulyadi, salah seorang dokter dari Klinik Mediazone. Yang berbahaya apabila budaya kerokan di lakukan secara terus menerus, karena hal tersebut bisa berakibat pecahnya pembuluh darah halus dan kecil dalam jumlah banyak.
Lain halnya jika di lakukan dengan tahap normal, kerokan bisa membuat penderita merasa nyaman karena telah melepas hormon beta endofin. “ Secara ilmiah, praktek yang sangat sederhana ini terbukti telah mampu mengobati gejala masuk angin atau sindroma dingin yang memiliki gejala nyeri otot (mialga).” Mulyadi kembali menegaskan.
Masuk angin memang bukan gejala penyakit yang berbahaya, namun jika frekuensinya sering, alangkah baiknya di lakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
Karena ada beberapa penyakit organ lainnya yang di tandai dengan seringnya tubuh masuk angin.

Seorang Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Prof Didik Gunawan Tamtomo tertarik meneliti mengenai manfaat kerokan. Penelitian itu dilakukan sepanjang tahun 2003-2005.

”Kerokan adalah kearifan lokal. Pasien saya menyatakan, kalau belum kerokan, belum puas,” kata Didik, awal April di Solo.


Pada tahap awal, Didik melakukan survei kuantitatif dan kualitatif. Hasilnya, dari 390 responden berusia 40 tahun ke atas yang mengembalikan kuesioner, hampir 90 persen mengaku kerokan saat ”masuk angin”. Responden Didik adalah para pasien, tetangga, dan pedagang di pasar. Para responden meyakini manfaat kerokan untuk menyembuhkan ”masuk angin”.


Istilah ”masuk angin” sebenarnya tidak dikenal dalam dunia kedokteran. Masuk angin merujuk pada keadaan perut kembung, kepala pusing, demam ringan, dan otot nyeri.


Kerokan di Indonesia biasanya menggunakan uang logam ataupun alat pipih tumpul yang digerakkan di kulit secara berulang-ulang menggunakan minyak sebagai pelicin.


Tidak merusak


Pada tahap kedua, Didik menjadikan dirinya sebagai obyek penelitian. Ia mengerok bagian tangannya lalu dibiopsi, yaitu diambil sedikit jaringan kulit epidermisnya (kulit ari) untuk pemeriksaan mikroskopis.


”Selama ini ada anggapan, orang yang sering dikerok kulitnya akan rusak, pori-pori kulitnya membesar, atau pembuluh darahnya pecah. Namun, hasil pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi UNS menunjukkan tidak ada kulit yang rusak ataupun pembuluh darah yang pecah, tetapi pembuluh darah hanya melebar,” kata Didik.


Melebarnya pembuluh darah membuat aliran darah lancar dan pasokan oksigen dalam darah bertambah. Kulit ari juga terlepas seperti halnya saat luluran.


Meningkatkan endorfin


Penelitian tahap akhir adalah penelitian biomolekuler, yakni pemeriksaan darah dari orang yang kerokan dan orang yang tidak kerokan. Didik mengumpulkan sejumlah orang dengan kondisi serupa, seperti berat badan, usia, dan mengalami nyeri otot sebagai salah satu ciri ”masuk angin”. Semua responden adalah perempuan karena mereka dinilai lebih suka kerokan daripada laki-laki.

Para responden dibagi dalam dua kelompok dan menjalani pemeriksaan darah. Kelompok pertama kemudian dikerok, sedangkan kelompok kedua tidak. Seluruh responden selanjutnya diperiksa lagi darahnya. Ada empat hal yang diamati, yakni perubahan kadar endorfin, prostaglandin, interleukin, serta komplemen C1 dan C3.


Hasilnya, kadar endorfin orang-orang yang dikerok naik signifikan. Peningkatan endorfin membuat mereka nyaman, rasa sakit hilang, lebih segar, dan bersemangat.


Kadar prostaglandin turun. Prostaglandin adalah senyawa asam lemak yang antara lain berfungsi menstimulasi kontraksi rahim dan otot polos lain serta mampu menurunkan tekanan darah, mengatur sekresi asam lambung, suhu tubuh, dan memengaruhi kerja sejumlah hormon. Di sisi lain, zat ini menyebabkan nyeri otot. Penurunan kadar prostaglandin membuat nyeri otot berkurang.


”Adapun perubahan komplemen C3, C1, dan interleukin yang menggambarkan adanya reaksi peradangan tidak signifikan,” kata Didik.


Ia menyarankan, kerokan sebaiknya dimulai dari atas ke bawah di sisi kanan dan kiri tulang belakang, dilanjutkan dengan garis-garis menyamping di punggung bagian kiri dan kanan. Alat pengerok dipegang 45 derajat agar saat bergesekan dengan kulit tidak terlalu sakit.


Salah satu unsur dalam kerokan yang mendukung pengobatan adalah hubungan emosional antara orang yang dikerok dan orang yang mengerok. ”Ibu yang mengerok anaknya sambil bercerita merupakan unsur biopsikososial dalam pengobatan yang kini digalakkan dalam pengobatan modern,” kata Didik.


Pada intinya, kerokan sebagai kearifan lokal bermanfaat untuk mendapatkan rasa nyaman dan menghilangkan nyeri otot. Namun, seperti halnya obat, tidak baik jika berlebihan.

Dr. Handrawan Nadesul menjelaskan fungsi kerokan lebih untuk mengembangkan pembuluh darah di kulit yang semula menguncup akibat terpapar dingin atau kurang gerak. Setelah kerokan, pembuluh darah akan terbuka dan aliran darah kembali mengalir deras. Penambahan arus aliran darah ke permukaan kulit ini meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan virus dan penyakit.

Cara lain mengusir masuk angin adalah dengan pijat. Dengan dipijat, otot menjadi lemas dan pembuluh darah halus di dalamnya melebar sehingga lebih banyak oksigen dan nutrisi tersedia untuk jaringan otot. Toksin yang menyebabkan pegal pun dapat segera dibawa aliran darah untuk dibuang atau dinetralkan.
Dengan kerokan, pembuluh halus (kapiler) di permukaan kulit bahkan pecah dan terlihat sebagai jejak merah di tempat yang dikerok. Para pemijat sering mengatakan tanda merah itu bukti bahwa Anda masuk angin. Padahal, orang sehat bila dikerok pun akan meninggalkan jejak merah yang sama. Tetapi tidak pernah ada orang sehat yang dikerok, 'kan?

"Tidak ada istilah masuk angin dalam ilmu kedokteran," kata dr Kartono Mohamad, mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Dunia kedokteran tak pernah mengenal istilah "masuk angin". Gejala-gejala yang ditimbulkan seperti perut kembung, nyeri otot, pusing, sakit tenggorokan, bersin-bersin, sampai batuk dan pilek merupakan gejala-gejala dari penyakit lain. Penyakit yang diderita bisa bermacam-macam tergantung gejalanya. Sahabat anehdidunia.blogspot, perut kembung secara kedokteran didiagnosa sebagai gejala maag atau adanya ganggguan lambung dan gangguan pencernaan lainnya. Sedangkan pusing, sakit tenggorokan, bersin, batuk dan pilek bisa merupakan gejala flu. Badan pegal atau nyeri otot bisa disebabkan karena orang tersebut terlalu capek dan kurang istirahat. http://anehdidunia.blogspot.com

"Jadi tak ada yang namanya masuk angin. Masuk angin hanyalah kosakata yang diciptakan oleh masyarakat kita," tegas dr Yuni Astuti.

Kebanyakan orang mendiagnosa sendiri bahwa dirinya masuk angin. Ketika masuk angin mereka memilih pengobatan dengan cara 'kerokan'. Selain lebih mudah, kerokan dianggap lebih manjur daripada harus mengonsumsi obat-obatan. dr Kartono menjelaskan bahwa sebenarnya kerokan hanyalah mengalihkan rasa sakit yang diderita pasien, tetapi tidak bisa mengobati penyakit itu. Kerokan dapat menyebabkan aliran darah ke kulit lebih lancar, sehingga badan akan merasa lebih segar.

"Kerokan prinsipnya sama dengan bekam," kata dr Yuni. Kerokan dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah yang sudah tidak berfungsi dengan baik atau yang banyak mengandung CO2 akibat polusi. Sehingga dengan teknik kerokan, dapat mengeluarkan uap-uap polusi dalam darah dan orang akan merasa lebih enakan.
http://anehdidunia.blogspot.com

Kerokan biasanya dapat menimbulkan ketagihan atau kecanduan. Orang yang sudah terbiasa dikerok merasa belum baikan jika belum menjalani ritual itu. Tapi menurut dr Yuni, terlalu sering melakukan kerokan dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah yang masih berfungsi dengan baik, dan hal ini bisa membahayakan kesehatan. dr Yuni menyarankan, sebaiknya orang yang mendiagnosa dirinya masuk angin berkonsultasi dengan dokter, agar tidak terjadi kesalahan diagnosa dan akhirnya malah memperparah penyakit yang dideritanya.

Kerokan ini pun dipercaya sebagai bukti nyata dalam perwujutan ilmu Einstein (E=MC2) yang menerangkan bahwa energi muncul karena pergesekan dua benda. Jika permukaan tubuh kita digosok-gosokan dengan tangan atau benda tumpul dengan cepat, maka suhu panas dalan tubuh akan meningkat. Karena meningkatnya panas dalam tubuh, maka akan terjadilah perlebaran pembuluh darah sehingga oksigenasi menjadi lebih baik karena peredaran darah kembali lancar dan rasa sakit ditubuhpun mereda.

Saat kita mengerok punggung kita, akan terjadi “Inflamasi”. Inflamasi bertujuan untuk menetralisir penyebab sakit dan menghilangkan jaringan yang telah mati sehingga proses penyembuhan menjadi lebih cepat. Inflamasi memiliki ciri seperti kemerahan pada kulit yang dikerok yang menandakan karena adanya jaringan yang meradang yang mengandung banyak darah akibat pembuluh kapiler yang tadinya kosong karena menyempit telah melebar dan diisi oleh darah. Itulah mengapa saat punggung kita dikerok akan timbul warna kemerahan atau merah kebiruan pada kulit.
Walaupun kerokan termasuk ampuh dalam mengusir gejala masuk angin, namun terdapat bahaya yang tidak kita sadari yang bisa membuat badan menjadi lebih sakit. Bahaya ini memang tidak langsung berdampak pada tubuh kita melainkan akan kita rasakan dikemudian hari. Bahaya yang bisa di akibatkan oleh pengobatan “Kerokan” adalah sebagai berikut :
1. Mengakibatkan Kontraksi Dini
Seperti yang kita tahu bahwa saat dikerok atau dikerik, maka akan terjadi Infamasi. Nah yang menjadi masalah adalah reaksi penolakan terhadap Inflamasi tubuh. Saat terjadi Inflamasi, maka mediator anti Inflamasi akan mengeluarkan suatu zat yang disebut “Cytokines” yang merupakan sel yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Zat ini akan memicu pelepasan Prostaglandin yang bisa menyebabkan kontraksi pada rahim. Oleh sebab itu, bagi ibu-ibu yang sedang hamil sangat dilarang penyembuhan dengan cara dikerok karena bisa mengakibatkan timbulnya kontraksi dini akibat munculnya zat Prostaglandin.
2. Masuknya Bakteri dan Virus
Saat kita mengerok atau mengerik tubuh kita, pori-pori kulit akan terbuka lebar oleh karena efek gesekan kulit dengan benda tumpul maupun karena panas tubuh yang meningkat. Saat pori-pori kita membesar maka akan memudahkan angin masuk kembali ketubuh dengan membawa bakteri dan virus dari udah kedalam tubuh. Memang efeknya tidak akan langsung terasa oleh tubuh kita tapi akan muncul efek dikemudian hari. Sebagian besar orang akan merasa ketagihan saat dikerok dan pasti akan melakukannya lagi saat dia terserang masuk angin. Nah semakin sering kita dikerok dan semakin sering pula pori-pori kita melebar, maka akan semakin banyak juga virus dan bakteri yang masuk kedalam tubuh kita.
Anda sih boleh memilih ingin melakukan pengobatan kerokan atau dengan pengobatan lain. Kerokan memang terbilang sangat murah, bahkan tidak mengeluarkan biaya sedikitpun. Akan tetapi kita juga perlu mempertimbangkan resiko terburuk untuk kesehatan kita. Jangan sampai karena biayanya murah, Anda jadi ketagihan dan tidak memikirkan efek sampingnya.

23 oktober 2012