apurus rinufa

tulisan sebagai pengingat terutama untuk diri sendiri dan bukan bermaksud untuk menggurui atau apapun. sekedar share dan eksplor saja. maaf jika tak berkenan. trima kasih.

Kamis, 12 Februari 2015

CAN NOT LIVE WITHOUT YOU TAK BISA HIDUP TANPA MU



CAN NOT LIVE WITHOUT YOU
TAK BISA HIDUP TANPA MU


110115
Iseng dari pada nunggu dan ga melakukan sesuatu apapun mungkin lebih baik saya menulis.
CAN NOT WITHOUT YOU. Yah kata-kata itu sangat pantas untuk kedua orangtua saya. TIDAK BISA HIDUP TANPA MEREKA.
Yah rasanya tak akan habis kata-kata untuk menggambarkan mereka. Mereka yang membuat saya semangat saat saya terpuruk. Saat saya terjatuh. Kata-kata mereka yang membuat saya untuk “santai” dalam melakukan sesuatu jika saya terburu-buru. Mereka selalu punya solusi atas setiap masalah yang saya alami. Dan ternyata solusi mereka tersebut simple. Saya tak bisa membayangkan bagaimana saya tanpa mereka. Akankah saya bisa mendapatkan sosok seperti mereka pada diri orang lain terutama bapak. Akankah saya mendapat sosok pendamping yang mungkin menyerupai bapak. Dan jika sudah menulis atau membayangkan seperti itu rasanya air mata tak bisa terbendung. Menangis yah menangis entah saya menangis karena apa. Sangat sulit dibayangkan saya tanpa mereka walaupun usia saya sekarang mungkin bisa dianggap sudah dewasa.
Saya selalu ingat sejak kecil sejak SD bahkan sampai sekarang saya telah lulus kuliah dan bekerja hingga kuliah lagi bapak masih selalu antar atau jemput saya. Dan pernah suatu waktu saya menolak untuk diantar yang ada malah bapak ngambek. Rasanya saya merasa kasih sayang bapak sangat begitu besar kepada saya. Entah karena saya anak perempuan satu-satunya kah? Atau gimana saya ga tau.
Pernah suatu malam saya belum tidur dan masih asyik menonton tv atau belajar dan saat itu sudah malam diatas jam 9 malam tapi masih dibawah jam 12. Bapak menyuruh untuk tidur dan saya sempat menolak hingga bapak ngambek dan duduk diluar seorang diri.
Juga saat saya belum pulang hingga jam 9 malam lebih bapak repot menelepon dan menunggu di luar rumah hanya untuk menunggu saya.
Bapak juga rela saat menjemput dan menunggu saya keluar dari rumah sakit hingga bapak menunggu berjam-jam dan tanpa marah sedikit pun hanya bertanya kenapa lama dan setelah itu beres. Berbeda dengan teman yang dijemput oleh suaminya dan malah terkesan marah karena lama keluar hingga bertanya “mau pulang atau tidak?”. Yah dari hal tersebut saya simpulkan bapak sangatlah sabar karena tak jarang bapak menunggu saya lebih dari 30 menit bahkan bapak pernah menunggu saya sampai 2 jam. Dan itu bukan hanya saat saya kerja tapi saat saya masih sekolah selain karena bapak telah berjanji jika saya di terima di suatu sekolah negeri akan antar saya sekolah tapi saya rasa ada hal yang lebih besar dibalik janji itu yaitu kasih sayang. Dan bapak bisa melakukan apa saja saat menunggu saya. Tak jarang bapak membawa buku saat menunggu saya. Tak jarang pula saya disebut sebagai “anak papi” awalnya tak suka tapi lama-lama biasa saja dan saya pikir itu suatu kebanggaan karena mereka yang bilang seperti itu adalah mereka yang tak pernah diantar jemput oleh ibu atau bapak mereka mungkin. “lebih baik dibilang anak papi atau mami, dari pada dibilang anak gak jelas” toh nyatanya memang saya anak ibu dan bapak saya. Jadi apa salahnya jika ada yang bilang kaya gitu saya tinggal balikin omongan mereka ajah.
Bapak itu sabar, setia, sayang, dan agamis. Yah sering saya berpikir apakah saya akan bisa mendapat sosok pendamping seperti bapak. Akankah saya mendapat seseorang yang sabarnya luar biasa? Yang setia dan sangat sayang kepada saya? Yang agamis, tentunya beriman dan bertakwa? Semoga saya bisa mendapatkannya namun rasanya sulit itu berarti saya harus benar-benar selektif dalam memilih.
Bapak juga adalah guru saya. Baik guru dalam rumah maupun saat saya sekolah. Yah saya sudah menulis tentang itu ditulisan saya sebelumnya. Tak jarang saya bertanya kepada bapak tentang hal apa saja dan bapak asik buat di ajak diskusi dengan referensi yang ia punya tentunya. Bapak itu pembaca buku. Buku-bukunya sudah ada satu lemari hehehe gak jauh beda dengan saya. Itulah salah satu yang memotivasi saya untuk tak malas membaca buku. “bacalah buku apa saja yang kau suka, tak harus buku tentang sains, jika kau suka novel ataupun komik, bacalah. Ingat iqro loh”. Karena buat saya sebenernya kita membaca setiap hari kan? Coba deh pikir lagi hehehe. Dan jangan selalu identik kan pembaca buku dengan kepintaran. Saya tak suka itu. Tak jarang saya dan bapak bisa menghabiskan waktu berdua hanya di toko buku ataupun book fair jika memang waktunya memungkinkan. Tapi itu lebih sering dulu sebelum saya bekerja huft kangen rasanya. Dan saya tak malu jika jalan hanya berdua dengan bapak toh lebih aman jalan dengan bapak sendiri kan?
Ibu, hebat. Yah hebat. Kenapa? Ibu berhasil menyelesaikan pendidikan s1 nya saat sudah berumah tangga. Kuliah, kerja dan mengurus keluarga. Tentunya dengan dibantu bapak. Yah bapak mendukung kuliah ibu saat itu. Itulah yang mungkin belum tentu bisa saya lakukan. Dan itulah bentuk kerja sama antara ibu dan bapak. Kerja sama dalam mendidik dan mengasuh anak-anaknya tanpa pembantu ataupun pengasuh (kecuali yang bungsu sih pake pengasuh hehehe) dan keduanya bekerja bahkan dalam satu waktu yang sama. Itulah hebatnya mereka. Mereka bisa mengajari sendiri anak-anaknya bahkan lebih dari guru di sekolah. Yah kasarnya ngajar anak orang bisa masa ngajar anak sendiri ga bisa. Dan apakah saya akan bisa seperti mereka????? Tak jarang pula bapak membantu pekerjaan ibu. Intinya kata ibu, “suami istri itu harus ada kerja sama kalo gak ada kerja sama yah repot”.


Ibu juga sangat perhatian kepada saya. Masih ingat saat saya kuliah selepas dinas malam dan belum tidur apalagi pulang ke rumah. Ibu hanya berpesan “jangan lupa makan”. Begitupula saat saya belum pulang entah sehabis kerja atau pun main ibu biasanya akan menelepon saya ada dimana dan biasanya sebelum ibu bicara saya sudah memberitahu ibu posisi saya saat itu jika saya lupa memberi tahu ibu untuk main. Dan terkadang saya sengaja tidak bilang mau main yah supaya dicariin sih hehehehe. Selalu bikin khawatir ibu.
Dan pernah suatu waktu saat saya pertama kali kuliah lagi dan selepas dinas malam langsung kuliah dan tidak pulang dulu ke rumah tentunya dan hp saya silent dan ternyata banyak panggilan tak terjawab serta sms dari bapak dan ibu yang saya tidak tau sehingga saya tidak balas ditambah saat itu hp saya mulai low batere sehingga membuat kedua orang tua saya agak marah dan ngambek. Yah saya mengerti mengapa mereka begitu. Mereka sangat mengkhawatirkan saya karena selepas dinas malam langsung kuliah dan belum tentu tidur dan tidak tau sampai jam berapa kuliah akhirnya saat itu saya sempatkan untuk pulang dan meyakinkan bahwa saya tidak kenapa-kenapa karena esoknya saya harus kuliah dan selepas dinas malam pula. Sejak saat itu jika ada sms atau panggilan tak terjawab dari ibu atau bapak setelah saya cek hp saya langsung telepon balik. Makanya pulsa hp harus selalu ada dan jangan lupa hp harus selalu dibawa jika pergi jauh dan pastikan pula batere ada. Yah kan gak enak kalo diambekin apalagi kalo diambekinnya sama orangtua. Bikin khawatir ajah.
Dulu saat masih sekolah dan kuliah dan usia saya masih dibawah 20 tahun bapak atau ibu selalu bertanya dengan siapa saya akan pergi, pulang jam berapa, dan kemana. Jujur kadang saya tak nyaman dengan hal itu karena saya pikir berangkat ajah belom udah ditanya pulang jam berapa kalo macet gimana? Tapi lama-lama saya kangen juga dengan pertanyaan itu. Yah harusnya saya mengerti saat itu mengapa mereka seperti itu kepada saya. Dan saat itu mungkin bapak tidak mengijinkan jika saya dekat dengan lawan jenis. Saya menyimpulkan seperti itu karena saat saya sudah lulus dan bekerja, ibu bilang kalo mau dekat dengan lawan jenis silakan tapi hati-hati lihat siapa dia? Saya paham dengan kata-kata ibu itu. Dulu mungkin tidak dibolehkan karena saya masih dalam pendidikan dan belum saatnya mungkin menurut kedua orangtua saya.
Ibu juga pendengar yang baik yah tak jarang saya cerita tentang teman saya siapapun dia kepada ibu entah yang bermasalah dengan saya ataupun tidak. Dan jika ibu tidak bisa memberi solusi maka biasanya ibu akan konsultasikan ke bapak.
Bapak mungkin tidak pernah bertanya langsung kepada saya tentang pasangan tapi ibu memang beberapa kali pernah menanyakan dan saya selalu jawab tidak ada, hanya sekedar atau apalah dan pertanyaan ibu itulah yang membuat saya cerita hehehe. Saya tak tau kenapa bapak tidak pernah bertanya soal itu dan mungkin lebih baik seperti itu. Dan untuk pasangan saya pastinya akan konsultasikan kepada ibu dan bapak terutama ibu. Jika ibu suka oke lanjut. Jika ibu tak suka ya sudah cukup sampai disini. Karena saya pernah mengalami hal itu. Saat ibu atau bapak memandang seseorang tak baik dan mengatakan kepada saya “hati-hati” dan ternyata benar saja ada suatu hal yang menurut saya buruk pada diri orang itu. Itulah mengapa saya lebih respect mungkin dengan cowok yang berani ke rumah dan bertemu dengan ibu atau bapak. Ingat loh hanya bertemu. Bukan cowok yang beraninya Cuma ajak jalan cewek dan nganterin Cuma sampe gang depan rumah hehehe. PAYAH........

Lalu saya? Apa yang sudah dan bisa lakukan untuk mereka? Entahlah saya rasa belum ada yang saya lakukan untuk mereka. Saya hanya bisa menjaga nama baik keluarga terutama bapak salah satunya yah dengan tidak pergi dengan orang yang bukan muhrim hanya berdua. Yah tau sendiri lah jika ada yang lihat saya pergi dengan lelaki yang bukan siapa-siapa saya, mungkin akan menjadi ramai dan akan menjadi omongan tetangga. Mungkin hanya itu yang bisa saya lakukan. Doakan semoga saya bisa tetap istiqomah dengan prinsip tersebut amiiiiin. Dan mungkin DOA. Ingat loh kekuatan doa. 


Dan mungkin juga saya hanya bisa memberi sekedar kue atau barang sebagai kado yang tak seberapa harganya saat bapak atau ibu berulang tahun. Yah saya selalu ingat ulang tahun mereka. Saya tau berapa selisih usia mereka dan yang pasti lebih tua bapak. Tapi saya kurang tau tepatnya mereka menikah saya hanya tau tahun mereka menikah saja.
Saya bukanlah orang yang selalu mengungkapkan sesuatu dengan kata-kata. Jujur saya tidak pernah mengucapkan secara langsung “selamat ulang tahun” kepada ibu atau bapak atau kata-kata lainnya. Tapi biasanya saya hanya menaruh kue atau barang yang tak seberapa di tempat yang pasti mereka pakai seperti lemari misalnya.

Minggu, 04 Januari 2015

gigi



271214
GIGI

2014 moment yang mungkin baru pertama kali terjadi dan mungkin akan berefek pada tahun-tahun berikutnya. Yah gigi. Kenapa saya memberi judul tersebut. Karena pada tahun ini untuk pertama kali dan semoga untuk terakhir kali saya kehilangan satu gigi saya tepatnya gigi taring yang berada di depan. Huft......
Awalnya pada bulan september (karena bertepatan saat saya memulai kuliah) saya merasakan ngilu dan linu pada gigi saya langsunglah setelah kurang lebih 3 hari merasakan ngilu dan linu (walaupun saat itu saya coba memakai obat analgetik tetapi sementara) saya pun memutuskan untuk periksa gigi di puskesmas kedaung wetan (yah karena pkm ini yang dekat dengan rumah). Kenapa pkm? Kenapa tidak langsung ke rsu? Yah karena saat itu saya libur dan yang lebih dekat adalah pkm serta kalo bisa ditangani di pkm kenapa mesti ke rsu, begitulah pikir saya.
Akhirnya setelah diperiksa oleh dokter gigi cewe beliau mengatakan bahwa gigi saya sudah tidak bisa di tambal dan harus di cabut karena sudah tipis. Yah agak syok sih awalnya denger seperti itu. Karena saya tidak pernah ada masalah dengan gigi sebelumnya apapun itu jenisnya. Tapi setelah nanya-nanya dan diberi penjelasan akhirnya saya memutuskan untuk dicabut saja giginya daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Namun sebelum dicabut saya diberi antibiotik dan analgetik terlebih dahulu setelah seminggu pemberian obat tersebut baru ke pkm lagi.
Masih dalam bulan yang sama tepat akhir bulan september saya ke pkm lagi untuk periksa atau kontrol gigi setelah pemberian antibiotik dan analgetik sebelumnya. Memang sih tidak ada rasa ngilu atau linu lagi. Yah wajar saja tidak ada rasa sakit karena saya meminum obat anti nyeri. Tapi kalo memang harus di cabut ya sudah di cabut saja toh masih ada solusi lain, dari pada giginya tetap saya pertahankan dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan (amit-amit) seperti INEFECTIVE ENDOCARDITIS misalnya, maka lebih baik dicabut saja. Setelah pencabutan maka saya pun menanyakan solusi lain yaitu pemasangan gigi tiruan atau gigi palsu lah. Yah dokter gigi cewe itu mengatakan tidak bisa langsung di pasang gigi tiruan atau gigi palsu tersebut harus pulih dahulu kurang lebih satu bulan di periksa lagi giginya dan tidak bisa dilakukan pemasangan di pkm. Ya sudah jika tidak bisa di pkm berarti saya harus cari tempat lain atau dokter gigi lain untuk pemasangan gigi tiruan tapi tentunya harus ada rujukan atau indikasi pemasangan gigi tiruan tersebut.
Sebulan setelah pencabutan gigi tersebut tepatnya akhir oktober saya kembali ke pkm untuk kontrol atau lebih tepatnya meminta rujukan untuk pemasangan gigi tiruan sekaligus ingin mengetahui diagnosa medis apa yang terjadi pada gigi saya karena saat saya menanyakan kepada dokter gigi cewe diagnosanya tidak jelas menurut saya jadi saya hanya menebak-nebak dan meraba-raba kan gak enak rasanya. Namun saat itu dokter gigi yang saya temui berbeda dengan dokter gigi yang mecabut gigi saya bulan lalu. Saat itu dokter gigi cowo yang saya temui dan saya pun menceritakan keinginan saya kepada dokter gigi cowo itu yang ternyata bernama drg M. Ilham. Setelah saya menceritakan keinginan saya tersebut dokter itu malah menawarkan diri jika mau memakai gigi tiruan namun memakai biaya karena sesungguhnya pemasangan gigi tiruan tidak ada di pkm dan beliau menjelaskan tentang macam-macam gigi tiruan serta lainnya. 



Jadi seperti saya berobat kepada dokter itu secara pribadi namun tempatnya saja di pkm. Yah saya paham betul akan hal tersebut. Dan pemasangan gigi itu pun sebenernya tidak terlalu diindikasikan atau diharuskan maka dari itu pemasangan gigi tersebut lebih kepada kecantikan toh sekalipun saya memakai jaminan atau asuransi saya tidak yakin asuransi akan menjamin pemasangan gigi tiruan hehehe.
Dan tepatnya tanggal 14 desember 2014 saya mengontak drg ilham untuk janjian tentang pemasangan gigi tiruan karena pesannya seperti itu jika ingin dilakukan pemasangan gigi tiruan harus mengontaknya terlebih dahulu minimal satu hari sebelumnya supaya dia membawa alat-alatnya.


Yah dan akhirnya disepakati bahwa saya akan menemuinya tanggal 16 desember 2014 karena tanggal 15 desembernya beliau tidak bisa karena ada rapat serta kebetulan juga saya pun tidak bisa karena harus long shift hehehe. Namun saat tanggal 16 desember sesuai kesepakatan saya ke pkm namun ternyata beliau lupa membawa alatnya yang sudah ia siapkan namun tak masuk dalam mobilnya.

Maka kami pun membuat pertemuan ulang yaitu tanggal 18 desember 2014 karena pada tanggal 17 desembernya beliau tidak bisa dikarenakan ada rapat. 17 desember 2014 saya mengontak drg ilham lagi untuk memastikan tanggal 18 desember sesuai penjanjian.
Akhirnya tanggal 18 desember 2014 (kebetulan saat itu saya sedang cuti dari tanggal 16-24 desember 2014 itu juga alasan kenapa saya baru mengontak drg ilham tersebut dan melakukan pemasangan gigi tiruan) dilakukanlah pencetakan gigi tiruan saya saat itu dengan sebelumnya drg ilham menjelaskan lagi tentang macam-macam gigi tiruan. Kurang lebih penjelasannya tidak jauh berbeda dengan isi buku tentang gigi yang saya punya.






Setelah dijelaskan akhirnya saya memilih gigi tiruan jenis valplast yang tidak memakai kawat (akrilik) dan dilakukanlah pencetakan. Yah mirip pembuatan obturator pada bayi yang bibir sumbing yang sering saya lakukan jika di rumah sakit. Dan saat itu barulah saya tau diagnosa medis apa pada gigi saya yang dicabut yaitu GANGREN PULPA (karena saya menanyakan hal tersebut kepadanya). Sempat kaget juga saya mendengar diagnosa tersebut yaitu gangren, yah tau sendirilah umumnya gangren itu bagaimana dan seperti apa jika dibiarkan. Dan akhirnya beliau pun tau siapa saya? Tepatnya pekerjaan dan status saya. Karena dia bertanya masa tidak saya jawab. Yaaaah ketauan deh, padahal jika saya ke pkm jujur saya tidak ingin orang lain tau siapa saya dan pekerjaan saya terutama.
Dan tanggal 25 desember 2014 drg ilham mengabarkan bahwa gigi tiruan saya sudah jadi dan siap pasang.


Akhirnya tanggal 26 desember 2014 dilakukanlah pemasangan gigi tiruan tersebut. Dan akhirnya saya memakai gigi tiruan jenis valplast tersebut dengan harga satu juta hehehe. Dan drg ilham pun menjelaskan mengenai perawatan gigi tiruan tersebut apa saja yang harus dan tidak harus dilakukan. Kurang lebihnya penjelasannya seperti ini.








Kenapa saya ingin memakai gigi tiruan? Karena area gigi saya yang di cabut berada di depan dan jika senyum lebar atau pun tertawa akan terlihat, maka dari itu saya ingin memakai gigi tiruan hanya untuk estetika saja mungkin. Jikalau gigi yang dicabut itu bukan di area depan maka saya pun mungkin tidak akan memakai gigi tiruan ini. Yah malu juga sih umur masih 20an sudah ompong gigi depannya seperti itulah kiranya hehehe.

absensi vs kehadiran

18desember2014
ABSENSI VS KEHADIRAN

Huft sebenernya lagi ga ada ide sih buat nulis malam ini. Tapi karena belom bisa tidur dan bingung juga mau ngapain jadi yaudah deh mending coba buat nulis kali ajah abis nulis saya bisa tidur karena lelah hehehe.
Yah tulisan kali ini agak agak gimana gitu? Kenapa? Karena saya ambil judul tentang ini yah karena memang kenyataan seperti itu yang terjadi dan saya alami hehehe ribet yah bahasanya. Maaf kalo judulnya agak nyindir atau gimana gitu?
Yah masih inget kalo tahun ini saya kuliah lagi ambil s1 keperawatan program non reguler yang kuliahnya weekend yaitu sabtu dan minggu full seharian. Yah sesuai dengan judul saya diatas setiap kuliah paling mahasiswa yang hadir hanya beberapa dari kurang lebih 30 mahasiswa kalo saya gak salah hitung. Hitung? Yah karena nama-nama yang ada di absensi belum tentu sesuai dengan yang sering atau pernah sesekali hadir dalam perkuliahan.
Pernah suatu hari lebih tepatnya sih belum lama ini tepatnya hari sabtu tepat tanggal 6 desember 2014 kalo gak salah hehehe karena saat itu saya aff malam yah habis dinas malam langsung cuz kuliah yang saya pikir saya akan telat tapi ternyata nihil. Nihil? Yah nihil. Maksudnya yah ternyata saat saya sampai kampus yang ada baru hanya saya dan seorang teman cewe yang memang sudah sedari tadi dia di kampus dan tak lama seorang teman cowo datang. Seingat saya, saya tiba di kampus kurang lebih jam 9an. Namun ternyata dosennya telah ada sejak jam 8. Waw....... akhirnya dari pada menunggu yang lain yang belum jelas akan datang kuliah atau tidak, akhirnya kami pun mulai perkuliahan dengan orang seadanya saat itu yah memang sih beberapa menit atau jam kemudian datanglah satu per satu teman kami. Hehehe. Begitu lah yang terjadi. Sebenernya bukan hanya saat itu saja.
Karena pernah juga sebelumnya saat mata kuliah agama budha (yah di kampus ku ini semua agama masuk dalam mata kuliah) karena dosennya belum tiba di kampus saat jam yang telah ditentukan maka kami para mahasiswa akhirnya bubar semua hingga mungkin hanya ada satu orang yang masih ada di kampus itu pun bukan di kelas dan hal ini pun membuat institusi khususnya koordinator kami agak gimana gitu? Hehehe. Ngerti lah......
Tapi akhirnya masalah itu pun selesai saat itu juga. Hehehe........ karena saya pun ikut bubar jalan saat itu karena tak ada mahasiswa lagi dan kalo pun saya tetap bertahan saat itu masa saya perempuan sendiri yang kuliah yang lain lelaki semua. Hehehe makanya ikutan kabur.
Next nya tepat hari sabtu lagi tanggal 13 desember 2014 pun kejadiannya sama seperti sabtu sebelumnya. Yah dosen sudah ada sejak jam 8 kalo gak salah. Dan memang posisi saya saat itu masih di rumah namun siap-siap mau berangkat. Karena saya gak mau sabtu sebelumnya terulang dan jujur saya sempet kecewa dengan itu semua entah lah saya mesti marah kepada siapa, ya sudah akhirnya saya pun agak males-malesan untuk berangkat kuliah hari itu walau pada akhirnya saya pun kuliah dan tiba di kampus kurang lebih jam 9an kalo gak salah dan saya orang ke lima yang hadir saat itu, yah perkuliahan saat itu hanya ada 5 mahasiswa dengan saya. Walaupun selanjutnya satu persatu teman datang hingga 9 mahasiswa kalo tidak salah.
Yah karena saya masih kesal dan mungkin juga kecewa dan bahkan sangat kecewa karena seseorang (cowo) ada yang bilang (dengan nada kesal mungkin) “kalo mau dateng, dateng ajah” itu kata-kata yang saya tangkap dari seseorang yang menyampaikan kepada saya. Padahal posisi saya saat bertanya tersebut tidak sedang santai di rumah atau di tempat lain, karena saat itu saya sedang perjalanan menuju kampus. Karena rasanya gak mungkin dosen mau mengajar jika mahasiswanya baru satu orang makanya saya menanyakan kepada teman siapa saja yang sudah ada di kampus karena saya gak mau kecewa lagi seperti sabtu sebelumnya.
Karena masih kesal maka saya pun berkonsultasi dengan seseorang yang tak lain adalah paman saya sendiri. Kenapa dia? Karena dia mengajar mahasiswa s2 yang mayoritas pastinya sudah bekerja bahkan mungkin sudah berkeluarga dan punya kesibukan masing-masing di luar kampus. Yah intinya jawaban hasil konsultasi saya dengan paman saya adalah jika dia dihadapkan pada mahasiswa yang tidak lengkap maka dia akan tetap mengajar dan memberi apresiasi pada mereka yang hadir serta akan mencoret bagi mereka yang tidak hadir karena untuk s1 kehadiran itu penting.
Yah semoga rasa kesal saya tentang ini semua bisa tersolusikan karena ada dosen yang rasanya mengabsen sendiri mahasiswa yang hadir dalam perkuliahannya. Saya rasa itu lebih baik. Jadi semangat lagi buat kuliah hehehe. Karena buat saya pribadi kehadiran dan kerajinan itu lebih utama mungkin dibanding kepintaran. Karena percuma pintar jika malas hehehe. Yah saya bisa berpendapat seperti ini karena saya mengalaminya sendiri saat pembuatan KTI saat d3 keperawatan 3 tahun yang lalu (yaaah gak kerasa saya lulus d3 keperawatan sudah 3 tahun). Karena saat sidang KTI dosen berkata kepada saya saat pengumuman kelulusan “NUUR FARIDA, RAJIN, LULUS” itu yang saya ingat. Bukan geer atau gimana????? Kata-kata itu membuat motivasi tersendiri untuk saya dalam melakukan hal yang seharusnya mungkin saya lakukan. Yah RAJIN mungkin kunci segalanya. Biarlah hasil akhirnya kita mungkin tidak akan tau seperti apa????? Yang penting prosesnya RAJIN karena buat saya itu suatu pengorbanan.
Kembali mengenai absensi vs kehadiran. Mungkin masih ada bertanya tentang judul ini. Yah absensi vs kehadiran, kenapa? Karena tandatangan di ABSENSI belum tentu ada KEHADIRANnya. Ngerti lah maksud saya seperti apa? Tidak usah terlalu frontal walaupun mungkin ini sudah frontal hehehe. Mohon maaf lagi sebelumnya tentang tulisan ini.
Yah walaupun saya tau penyebab itu semua. Yah penyebab ketidakhadiran. Tapi mahasiswa tetaplah seorang mahasiswa. Mau di luar itu dia seorang apapun tetapi saat di kampus dan semenjak dia mendaftarkan diri untuk kuliah maka saat itulah dia menjadi mahasiswa yang pastinya dengan segala resiko yang mungkin akan harus dia jalani dan seharusnya lagi resiko tersebut sudah harus di pikirkan. Jadi menurut saya sebenernya tak ada alasan ini itu karena seharusnya mahasiswa tersebut sudah mengetahui konsekuensinya. Banyak contoh kasus yang mungkin bisa jabarkan tapi itu tak ingin saya tulis. Jadi mungkin cukup sampai disini saja tulisan saya mengenai hal ini. Hehehe (gak ada ide koq bisa jadi banyak gini yah hehehe).