apurus rinufa

tulisan sebagai pengingat terutama untuk diri sendiri dan bukan bermaksud untuk menggurui atau apapun. sekedar share dan eksplor saja. maaf jika tak berkenan. trima kasih.

Rabu, 22 November 2017

jodoh rejeki

JODOH REJEKI

Ingat beberapa tahun lalu sekitar tahun 2014 saat saya membeli sebuah laptop di sebuah mall. Pulang dari mall tersebut saya mampir ke sebuah mushala untuk shalat, kemudian saya pergi ke sebuah toko. Sesampainya di toko tersebut saya baru menyadari bahwa laptop yang saya beli tertinggal di mushala. Akhirnya saya pun kembali lagi ke mushala tersebut. Sampai disana alhamdulilah laptop tersebut masih ada dan masih utuh terbungkus rapi.
Dalam hal ini ada pelajaran yang saya dapatkan, yaitu jika memang sudah rejeki dan milik kita maka akan kembali kepada kita lagi. Seandainya saat itu laptop bukanlah rejeki saya mungkin laptop yang baru saja saya beli akan hilang begitu saja sekalipun tertinggalnya di dalam mushala.
Jika rejeki tak akan kemana, begitupun dengan jodoh. Karena jodoh pun rejeki. Jika jodohnya orang yang baik maka rejekinya pun insya Allah baik. Namun jika jodohnya orang yang kurang baik, ini berarti ada hal yang harus diperbaiki agar mendapatkan rejeki yang baik.
Jika jodoh adalah rejeki. Maka jodoh pun tak akan kemana atau bahkan tertukar. Saya yakin akan hal ini walaupun belum pernah mengalaminya sendiri. Saya hanya mempelajari apa yang terjadi di sekitar saya dan mengamatinya. Setidaknya sudah ada keyakinan dalam diri saya, itu sudah cukup untuk saya menguatkan diri.
Sugesti saya adalah, jika jodoh adalah rejeki maka sejauh apapun sang jodoh kita melompat dalam arti saat ini sang jodoh tidak dekat dengan kita namun sedang dekat dengan orang lain namun jika memang itu adalah rejeki atau jodoh kita pastilah akan kembali kepada kita. Hanya tinggal menunggu waktu saja yang tepat. Sama halnya dengan menunggu kematian, karena semuanya pasti akan mati, karena semua makhluk diciptakan berpasang-pasangan. Yakin saja dahulu akan hal ini.

Simpelnya saja, saat ini si A sedang dekat dengan si B jika Allah berkehendak jodohnya si A adalah si C, mau selama apapun si A dengan dengan si B maka antara si A dengan si B tidak akan menjadi pasangan atau jodoh. Karena Allah SWT sudah menetapkan bahwa jodoh si A adalah si C. Jadi, nyantai aja lah terutama buat kamu yang jomblo terhormat atau single tanpa pacaran. Biarkan orang yang sekarang kamu sukai dengan orang lain. Yakin saja kalau memang dia jodoh kamu pasti akan kembali kepadamu, sekalipun saat ini dia sedang bersama orang lain.

Rabu, 08 November 2017

botol susu

copas dari facebook dr. OZ Indonesia

SEMUA WAJIB BACA...!!! STOP Merebus Botol Susu Bayi, Coba Baca ini
Tak jarang, karena ingin steril ibu-ibu merebus dot atau botol susu bayi dan balitanya.
Mulai sekarang, sebaiknya mulai saat ini tinggalkan kebiasaan tersebut. Apa alasannya?
Ahli gizi dari Rumah Sakit Daerah (RSUD) Umum Ulin Banjarmasin mengatakan, kebanyakan botol susu bayi terbuat dari plastik jenis Polikarbonat (PC). (Baca juga Agar Botol Susu Bayi Selalu Steril, Ini Cara Membersihkan yang Benar)
Jika direbus ada kemungkinan plastik ini akan melepaskan residu senyawa kimia yaitu bisphenol-A (BPA) yang sangat berbahaya.
"Zat kimia tersebut bisa berbahaya pada sistem reproduksi, saraf dan sistem daya tahan tubuh pada proses perkembangan anak, seperti menyebabkan kanker," tulis Pramono di grup Gerakan Sadar Gizi.
Pramono juga menyebabkan, kebiasaan merebus botol susu juga menyebabkan Endocrine Disrupter yang menganggu sistem hormon tubuh.
Ini berhubungan dengan kesehatan pertumbuhan dan fungsi organ-organ tubuh menimbulkan bahaya.
Lantas bagaimana menyikapinya?
Pramono menyarankan, kita bijak memilih Botol susu yang aman.
Botol plastik yang aman untuk anak adalah botol yang berlambang #2 HDPE, #4 LDPE and #5 PP.
Plastik tersebut dibuat dari polypropylene atau polyethylene yang diketahui tidak melarutkan karsinogen, zat penyebab kanker.
Untuk mengetahuinya Anda tinggal melihat lambang #2, #4 dan #5 yang berada di bagian bawah botol.
Botol susu juga sebaiknya tidak dicuci dengan sikat yang keras yang dapan menggores bagian dalam botol sehingga melepaskan senyawa berbahaya.
Waspadai jika botol susu sudah berubah menjadi buram, bisa jadi bagian dalamnya sudah tergores.
Lebih baik botol susu bayi diganti setiap beberapa bulan sekali.
Mencuci botol susu plastik agar steril maka botol sebelum digunakan dengan menggunakan alat steril khusus atau mengocoknya dengan air panas untuk membunuh bakteri jangan merebusnya, sebaiknya cukup dibilas air mendidih beberapa saat.

Selasa, 15 Agustus 2017

HATI HATI LDR

SAYA TIDAK TAU PERSIS APAKAH KISAH DIBAWAH INI BENAR-BENAR NYATA ATAU TIDAK? TETAPI YANG PASTI BUAT SAYA KISAH INI MEMBERI PELAJARAN YANG SANGAT BERHARGA. JIKA SAYA BERADA PADA POSISI WANITA DIBAWAH INI, MAKA YANG AKAN SAYA LAKUKAN ADALAH MEMINTA PISAH ATAU JIKA TIDAK MAU MUNGKIN SAYA AKAN MEMPERKARAKAN KASUS TERSEBUT KEPADA PENGADILAN DENGAN PASAL PENIPUAN.
JANGAN BERPIKIR JIKA SEPERTI ITU TAK SAYANG DENGAN ANAK. JUSTRU APAKAH BAGUS UNTUK DIRI KITA JIKA KITA HIDUP DENGAN ORANG YANG MEMBUAT KITA TAK NYAMAN? SEMUA HAL AKAN BERPENGARUH PADA ANAK. INGAT PULA ANAK TERGANTUNG ORANG TUA. BERPISAH DENGAN PASANGAN, BUKAN BERARTI MENGHALANGI ANAK DENGAN AYAHNYA. SECARA BIOLOGIS MAU SAMPAI KAPAN PUN AYAH KANDUNG TETAPLAH AYAH KANDUNG, BEGITU PULA DENGAN IBU. TAK ADA YANG DAPAT MENGGANTIKAN ATAUPUN MENGUBAH KENYATAAN TERSEBUT.
47 Hari Pasca Melahirkan Aku Menerima Kenyataan Pahit Dari Suamiku..
Aku dan Suamiku memang cukup lama Pacaran (kurang lebih 3tahun) dan akhirnya kami bertunangan dan menikah.. Dari Awal pacaran kami memang sudah menjalani hubungan LDR.. Sampai setelah menikah aku dan suamiku memang tidak tinggal bersama, karena memang suamiku bekerja di Luar kota tepatnya daerah Tegal dan aku bekerja di Bekasi. Memang dari awal ini sudah menjadi kesepakatan kami berdua, suamiku bilang nanti dia yg akan pindah ke bekasi karena memang keluarga suamiku dan keluarga ku berada di bekasi.
Walau kami tinggal terpisah, tapi sebisa mungkin kami rutin bertemu setiap minggunya karena memang jarak yg memisahkan kami jadi ya kalau ketemu dua minggu sekali, paling cepet seminggu sekali suamiku pulang kebekasi menemui aku. Kadang kalau aku libur dinas ya aku yg mengunjungi suamiku ke tegal, setiap bulannya aku sempetin untuk aku pulang ketegal menemui suamiku.. Aku tidak ada perasaan curiga sedikitpun terhadap suamiku, kalau suamiku ga pulang dia bilang ada dinas luar, Aku sebagai istri ya percaya aja selama ini, walau entah itu benar dinas luar atau dinas luar-luaran alias dirumah selingkuhannya..😀
6 bulan usia pernikahan kami aku mulai resah karna kami belum dikaruniakan seorang anak. Karena omongan dari org org kok belum hamil?? 😭
Aku terkadang mengadukan hal ini pd suamiku. Suamiku cuma berkata sabar nanti juga di kasih sama Allah (Dia sabar karena dia sudah tenang krn istri yang disana sedang hamil..!! bodohnya Aku)..
Tp karena aku resah aku coba mengajak suamiku berkonsultasi ke Dokter. Aku ingin memeriksakan keadaan kami berdua.
Kami mendatangi salah satu RS di Bekasi dan aku diperiksa oleh dokter, dokter bilang Rahimku ga ada maslah, semuanya baik-baik saja.. Dokter bilang saat itu mungkin karena kita berdua kan tidak tinggal bersama, dokter bilang itu kendalanya saat itu. Agak sedikit lega karna aku ga ada masalah ternyta...
9 bulan berlalu aku kembali resah karena aku tak kunjung hamil juga😭, aku kembali mengajak suamiku untuk memeriksakan keadaan kami berdua. Sekarang giliran suamiku yg di periksa alhamdulillah hasil tes sumiku normal semuanya 😊. Agak sedikit lega karena pemeriksaan kami berdua ga ada maslah... Mungkin karena belum waktunya Allah titipkan kami seorang anak...
Alhdulillah doaku terjawab 7 september 2016 menjadi haid terakhirku. Waktu itu aku telat 2 hari 9 oktober 2016 aku coba buat tespek dan hasilnya aku positif hamil. Aku merasa sangat bahagia saat itu karena yg dinanti akhirnya Allah kasih buat aku. Waktu tespek suamiku ga ada dirumah dia msh ditegal aku memberi kabar dia via tlpn aja saat itu (hikss kasian bgt yaa😭)
Selama hamil suamiku semakin sering pulang ke Bekasi menemuiku (Rasanya senang banget), maklum biasanya pulang 2 minggu sekali, tapi ini hampir tiap minggu dia pulang ke Bekasi..
Akhirnya, 9 bulan kehamilan berlalu dimana perutku semakin membesar dan saat saat persalinan sudah semakin dekat. Tidak disangka ternyta persalinanku maju kalau menurut HPL 14 juni 2017 aku akan melahirkan. Namun rencana persalinanku sudah dijadwalkan tgl 2 Juni 2017 karena dokter bilang aku tidak bisa lahir normal, karena ada satu komplikasi apabila aku melahirkan normal..
Sabtu itu 20 Mei 2017 suamiku tdk pulang karena aku yg memintanya minggu depan saja karena sekalian cuti, karena memang rencana persalinanku sudah dijadwalkan tgl 2 juni 2017.
Sabtu 20 Mei 2017 selepas aku pulang dines sore jam 11 malem aku keluar air air. Tidak aku hiraukanlah ya karena mmg tdk ada mules. Aku mengira itu bukan air ketuban. Aku lgsung mengabari suami ku saat itu via sms.. Tp mngkin suamiku saat itu sudah tidur jadi dia tidak membacanya 😭 (sedihkan saat saat begini ga ada suami ya Allah😭 udh kaya hamil diluar nikah ga punya suami😭)
21 mei 2017 pagi itu bangun tdr ternyta kasurku sudah basah semua entah air apa ini yg jd pertanyaanku.. (ya maklumlah ya kehamilan pertama walaupun saya bidan tp sya jd dodol kalai ngalamin sendiri😅). Aku panggil mamahku ke kamar untuk menanyakan hal ini, mamahku bilang ini air ketuban langsung kami panik karna aku bilang sudah keluar dari jam 11 malem.
Saat itu juga aku langsung dibawa ke RS oleh orgtuaku, diperjalanan aku memberi kabar kpd suamiku untuk segera pulang karna aku yakin hari ini juga aku akan di operasi Secar. (lagi lagi ga ada suaminya😭)
Sesampainya di RS, aku lgsung di periksa, Dokter bilang ini harus segera di operasi dan siapkan NICU... Perasaan campur aduk saat dokter bilang siapakan NICU aku takut bayi aku kenapa-napa😭 (Ya Allah aku pasrah tolong selamatkan kami berdua )
Ditambah liat Mamahku yg dari awal udah nangiss terus mendampingi aku. (mana ini suamiku aku berharap dia cepat sampai sebelum aku di operasi, dia tak kunjung datang sampai akhirnya aku harus dibawa ke ruang operasi).
Dimeja operasi campur aduk rasanya aku takutt membayangkan perutku harus dibelek😂... Ga lama aku mendengar suara tangisan bayi perempuan, alhmdulillah ya Allah anakku telah lahir... Bayi lahirpun suamiku tak kunjung datang juga sampai akhirnya Ayah aku yg mengadzankan anakku 😭( mungkin memang sudah Allah takdirkan anakku ga boleh kenal Bapaknya dari awal, sabar ya nak)
Dan pada akhirnya suamiku sampai di RS saat itu aku mau masuk keruangan, aku langsung suruh dia ke ruang bayi untuk menemui anaknya
Setelah itu barulah dia menemuiku. Agak sedikit kecewa aku dgn dia karna dia tidak menemaniku saat proses persalinan tadi 😭
Perasaan sakit hilang saat aku bertemu dgn anakku, ya Allah inilah yg aku minta selama ini malaikat kecil untuk melengkapkan rumah tangga kami...
Aku pikir saat itu rumah tangga kami akan bahagia setelah lahirnya seorang putri kecil nan cantik ternyta aku salah besar 47 hari pasca melahirkan tepatnya sehari sebelum acara aqiqahan anaku aku menemui sms di hp suamiku yg isinya " Alhmdulillah pak ustadz anak saya bsok mau aqikahan usianya 1,5 bulan dan yg ditegal bulan besok 1 tahun "
(Ya Allah apa maksud dari sms ini) berasa di samber petir pagi itu setelah membaca sms itu😭
Langsung aku panggil suamiku untuk menanyakan sms ini, terjadilah pertengkaran saat itu suamiku meminta hpnya dan dia mengakui hal itu, dia menjelaskan kepadaku bahwa benar dia mempunyai anak selain dari anakku ( ya Allah ini mimpi atau kenyataan😭😭😭)
Aku mengira kehidupan pernikahanku benar benar membahagiakan, sang suami tampak setia, baik, dan sholeh didepan Ku dan Keluargaku.. Tapi dugaanku salah besar, ternyata suamiku menikahi wanita lain secara diam diam saat usia pernikahan kami baru berusia 3 bulan..😭😭😭
Dia menjelaskan kepadaku perempuan itu bernama ISRADIAS MIRAJHUSNITA, Usianya memang jauh lebih tua dari suamiku, Suamiku bilang dia perawan tua.. Saat itu aku meminta suamiku untuk menelpon perempuan itu dan menceraikan dia tp perempuan itu malah marah marah dan tidak mau diceraikan..
Suamiku ternyata sudah mengenal lama wanita itu bahkan mereka dulu sempat satu kantor. Dia pandai menyembunyikannya sehingga aku sama sekali tak mengira kalau aku diduakan selama ini..😭 Bahkan wanita yg dekat selama ini dengan suamiku juga tahu kalo suami aku ini sudah menikah tapi dia tetap saja menjalin hubungan terus dengan suami aku, sampai akhirnya wanita itu hamil dan akhirnya mereka menikah secara diam-diam(nikah siri) saat usia pernikahan kami baru berusia 3bulan..
Ternyata aku adalah org terakhir yg mengetahui hal ini, suamiku bilang pernikahan sirinya disaksikan oleh orgtuanya dan kakanya... Tp mereka slama ini ga ada yg memberitahu aku sedikitpun ( ya Allah dimana hati mereka salah apa aku sma mereka 😭😭😭)
Tapi memang Allah terlalu sayang sm saya dan malaikat kecil saya (Almeera).. Mungkin memang bangkai ini harus segera kecium dan rahasia besar menjijikan ini terungkap.. Walau awalnya saya tidak bisa terima kenyataan ini tapi Alhamdulillah saya sekarang sangat sangat bersyukur dengan semua kejadian yang saya alami, saya ikhlas, karena saya tau Jodoh itu cerminan dari diri kita sendiri.. Orang baik dapat jodoh orang baik pula, begitu juga sebaliknya.. Mungkin suami saya itu bukan orang baik buat saya..
Dan saya Percaya Allah tidak tidur.. Semua yang diperbuat pasti akan ada balasannya..
Dan Alhamdulillah banyak yang sayang sm saya dan Malaikat kecil saya..
Almeraa mamah jd anak solehah yaa nak
Biarkan ajaa merekaa dengan dunianyaa
Mamah yakin suatu saat azab Allah dan karma nya bakalan datang cepat atau lambat...
Karena Allah tidak tidur nak..

HATI-HATI UPLOAD FOTO

ENTAH CERITA DIBAWAH INI BENAR ATAU TIDAK? SAYA HANYA BERUSAHA UNTUK BERPIKIR POSITIF DAN MENANGKAP PELAJARAN DARI KISAH DIBAWAH INI. INTINYA HATI-HATI JIKA UPLOAD FOTO DI MEDIA SOSIAL. APALAGI FOTO SENDIRI ATAU FOTO DENGAN PASANGAN.


MALAPETAKA FACEBOOK

Teman2,, hati2 dalam memasang status yang berkaitan dg kehidupan pribadi kita terutama soal rumah tangga.

Saya dpt pelajaran yg sangat berharga, seorang teman lama tiba2 menghubungi via telpon, kami mengobrol kurang lebih selama 1 jam. Belum sampai 10 menit teman saya menangis sesegukan dia terdengar seperti sangat kecewa dan putus asa. 

Singkat kata, apa yg di alami teman saya ini cukup mengejutkan.
Dia mau tidak mau harus mengikhlaskan suaminya menikah dengan teman facebooknya sendiri yg sering bertukar komen dan like.

Bagaimana ini bisa terjadi dan bagaimana awalnya?...
Ternyata wanita berinisial S ini diam2 mengagumi suami teman saya sebut saja M, teman saya si M rajin update status dan lebih sering tentang kehidupan rumah tangganya dan menceritakan KELEBIHAN, KEBAIKAN dan KEHEBATAN suaminya, komen2an dg panggilan sayang dan sering tampil mesra, saling menandai dan lain-lain.

Rumah tangga mereka sudah berjalan hampir 10 tahun dan sudah punya dua anak.

Beberapa waktu lalu hatinya seperti di sambar petir saat wanita berinisial S tersebut mengajak M bertemu dan menyampaikan apa yang terjadi padanya (dalam kondisi hamil 2 bln) dan itu dia katakan buah cinta dia dg suami M.

Usut punya usut, si S diam2 melakukan privat messeg dg suami M berkenalan lalu berjalannya waktu mengakui kekaguman dan ketertarikan, komunikasi yg dilakukan selama 5 bln tsb berkembang ke tahap yg lebih serius yakni perselingkuhan.

S mengaku dia sangat mendambakan sosok suami seperti suami M dan iri setiap kali membaca postingan M tentang suaminya.

Ya Allah, hati manusia kita tdk tahu.

Yang membuat M tdk menyangka adalah bahwa sosok suaminya selama ini dimatanya adalah sosok yg di setia dan selalu memperlakukannya dg lembut penuh perhatian, tdk ada pikiran dalam hatinya suaminya akan berbuat hal seperti itu.

Dia memang merasakan sedikit perubahan beberapa bulan terakhir, suaminya terlihat lebih sering pergi keluar dan seperti orang punya banyak pikiran.

Nasi sudah menjadi bubur, suami M tdk berani mengakuinya di hadapan M sehingga S lah yg datang menemui M.

Suami M mau menikahi S tapi atas izin M. Bagaimana M harus mengambil keputusan? Tdk ada kesempatan baginya utk mempertahankan rumahtangganya karena S terlanjur berbadan dua.

Saya hanya termangu dan diam mendengarkan cerita M. Sampai saya tuliskan ini pun keluarga mereka belum mengetahui masalah ini.

Saya hanya bantu memberi masukan utk dibicarakan dg serius secara gentelmen dan terbuka oleh mereka bertiga dan libatkan keluarga karena ini masalah serius. Saya tdk tau apa yg harus saya sampaikan ke dia, saya masih shok waktu itu.

Tulisan ini saya buat dua hari setelah teman bercerita dan sudah mendapat izin dr teman saya dg syarat tdk mencantumkan nama mereka.

Saya merasa takut karena sesekali saya juga pernah mengekspose kehidupan pribadi rumah tangga saya terutama kalau suami belikan saya hadiah atau kejutan, dengan apa yg dialami teman saya ini membuat saya takut utk menceritakan hal2 apapun yg berkaitan dg rumah tangga terutama ttg suami.

Saya takut diam2 ada wanita lain yg mengaguminya dan diam2 juga melakukan kontak. Astaghfirullaaah...

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini.

Sabtu, 17 Juni 2017

poligami

POLIGAMI
17juni17
Mungkin ini cerita yang benar. Ini copas dari facebook. Menurut saya ini penting diketahui terutama bagi mereka yang berniat untuk poligami.

POLIGAMI
Alkisah ada Seorang suami yang memiliki istri setia, sabar dan sangat taat, hendak mengutarakan keinginannya menikah lagi.
SUAMI : "Maah, bagamaina menurut mu, kalau abang nikah lagi...?"
ISTRI : "Emang kenapa bang...? Apa sy sudah tidak menarik lagi...? Apa abang sudah bosan...?"
SUAMI :(buru-buru menjawab) "..Ooo, tidak-tidak sayang,.. Kau tetap istriku yang paling cantik, dan bakti pada suami..Abang hanya ingin membantu sesama, ibadah, dan melaksanakan sunnah rasul...!!"
ISTRI : "Hemm... Jadi itu alasannya..?"
SUAMI : "Ya iyalah, maa..!"
ISTRI : "Baik bang, sy setuju dan mendukung kalau alasannya untuk membantu sesama, ibadah sunnah rasul.. ntar sy carikan dua istri sekaligus bang..!"
SUAMI (dengan penuh semangat, dan hati berbunga-bunga) :Kamu memang istri sholihah, Kapan abang akan di kenalkan..?"
ISTRI : "Besok pagi bang, mama antar kesana..!"
Pagi harinya sang istri menepati janjinya, ia antarkan suaminya pergi ke sebuah rumah, Setelah pintu diketuk, keluarlah seorang perempuan.
ISTRI : "Kenalkan Bang, ini Mbah Toya Janda Usia 70 tahun.
SUAMI (kaget)... "Lho,...kok...?!"
ISTRI : "Kenapa bang,..kok kaget..?! Katanya mau menolong, ibadah sunnah Rasul...? Sudah berapa banyak kitab hadits yg abang baca.? masak tdk sampai pada kisah siapa saja yg dinikahi Nabi...?"
"Calon yang ke dua namanya mbah iYem, janda usia 65 tahun bang..! Dari sini kita langsung ke rumah mbah iYem...!"
SUAMI (sambil klimpungan) : Eee... anu,maa...Kalau gitu, abang gak jadi ngamalin sunnah Rasul ini, yang lain aja..!!"
ISTRI : "Makanya bang, kalau mau nikah lagi karena nafsu, jangan bawa-bawa sunnah Rasul segala..!!"
----------------------------------
Nama-nama istri Rasulullah yg sdh tua dan janda...Bandingkan dg orang² jaman sekarang yg sok nyunah poligami tapi dgn cewek cantik dan usia muda belia...!"
Nama : Saudah binti Zum’ah r.a.
Status : janda.
Usia dinikahi : 70 thn
Usia Rasulullah : 52 thn
Kondisi : Wanita kulit hitam, janda dari sahabat nabi yang menjadi perisai Nabi saat perang. Memiliki 12 anak dari pernikahan dengan suami pertama.
Alasan menikahi : Menjaga keimanan Saudah r.a. dari teror & gangguan kaum musyrikin.
------------------------
Nama : Ummu Salamah r.a.
Status : Janda
Usia dinikahi : 62 thn
Usia Rasulullah : 56 thn
Kondisi : Putri bibi Nabi, seorang janda yang pandai berpidato dan mengajar.
Alasan : Perintah Allah untuk membantu dakwah Rasulullah.
----------------------------------
Nama : Ummu Habibah r.a.
Status : Janda.
Usia dinikahi : 47 thn
Usia Rasulullah : 57 tahun.
Kondisi : Mantan istri Ubaidillah bin Jahsyi, cerai karena suaminya pindah agama jadi nashrani.
Alasan : Untuk Menjaga Ummu Habibah dari pemurtadan.
----------------------------------
Nama : Juwairiyyah bin Al-harits r.a.
Status : Janda
Usia dinikahi : 65 thn
Usia Rasulullah : 57 tahun
Kondisi : Tawanan perang yang dinikahi oleh Rasulullah, tidak memiliki sanak saudara, dan memiliki 17 anak dari pernikahan yang pertama.
Alasan : Petunjuk Allah, memerdekakan budak, pembebasan dari tawanan perang dan menjaga ketauhidan.
----------------------------------
Nama : Shafiyah binti Hayyi r.a.
Status : 2 kali janda.
Usia dinikahi : 53 thn
Usia Rasulullah : 58 tahun
Kondisi : Wanita muslimah dari kalangan yahudi bani nadhir, memiliki 10 anak dari pernikahan sebelumnya.
Alasan : Rasulullah menjaga keimanan shafiyyah dari boikot & teror orang yahudi.
----------------------------------
Nama : Maimunah Binti al-harits r.a
Status : Janda
Usia dinikahi : 63 thn
Usia Rasulullah : 58 tahun
Kondisi : Mantan istri Abu Ruham bin Abdul Uzza.
Alasan : Istri Rasulullah dari kalangan yahudi bani kinanah. Menikah dengan Rasulullah, untuk menjaga dan mengembangkan dakwah di kalangan bani nadhir.
----------------------------------
Nama : Zainab binti Khuzaimah r.a.
Status : Janda.
Usia dinikahi : 50 thn
Usia Rasulullah : 58 tahun
Kondisi : Seorang janda yang banyak memelihara anak yatim dan orang yang lemah di rumahnya. Mendapat gelar ibu para masakin.
Alasan : Petunjuk Allah untuk bersama-sama menyantuni anak yatim dan orang lemah.
Wallahu warasuluhu a'lam, semoga manfa'at.
Top of Form


Kamis, 08 Juni 2017

telat nikah


TELAT NIKAH
8 juni 2017
Tulisan dibawah ini sengaja saya copas dari facebook pribadi saya. Mengingat tulisan ini untuk saya cukup menarik dan semoga menjadi motivasi bagi yang membaca. Ambil hikmahnya saja dari cerita dibawah ini

Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus.
Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.
Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.
Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah.
Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.
Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.
Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.
Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?
Aku menjawab: Benar.
Lalu ia berkata: Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?!
Aku menjawab: Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.
Ibunya berkata lagi: Iya, sama saja.
Usiamu sudah lewat 30 tahun.
Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.
Sementara aku ingin sekali menimang cucu.
Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.
Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan.
Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.
Akupun pergi ke Mekah.
Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka’bah.
Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.
Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur’an dengan suara yang sangat merdu.
Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat:
(وكان فضل الله عليك عظيما)
“Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”.
(An Nisa’: 113)
Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu.
Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.
Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah:
(ولسوف يعطيك ربك فترضي)
“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”.
(Adh Dhuha: 5)
Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.
Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo.
Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.
Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun.
Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku.
Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?
Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi.
Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang.
Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi.
Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku…..
Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara menelphonku.
Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku.
Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga.
Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.
Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.
Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu.
Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya.
Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.
Akhirnya…..aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu.
Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.
Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri.
Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.
Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan.
Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku.
Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.
Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku.
Perasaanku mulai diliputi kecemasan.
Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.
Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan.
Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.
Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman.
Dia minta kepadaku untuk cek darah.
Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikitnya, karena hasilnya sudah jelas.
Langsung saja ia mengucapkan “Selamat, anda hamil!”
Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya.
Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.
Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung.
Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.
Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab:
Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.
Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan.
Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar.
Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan.
Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah.
Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.
Aku dikagetkan dengan pernyataannya:
“Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?
Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan.
Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?
Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.
Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.
Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.
Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah:
(ولسوف يعطيك ربك فترضى)
“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
(وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا )
“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…” (Ath Thur: 48)
Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu.
Bila status ini ada manfaatnya silahkan di-share.
Jazaakumullahu khairan
By : Cirebon Tanpa Pacaran


rumah

RUMAH
8 juni 2017
Cerita dibawah ini sengaja saya copas dari facebook. Karena untuk saya cerita tersebut bagus dan dapat dijadikan pelajaran juga. Semoga mendapat hikmah dari cerita ini.


Nangis baca ini, 2x baca 2x pula nangisnya https://www.facebook.com/images/emoji.php/v9/fe/1/16/1f622.png😢https://www.facebook.com/images/emoji.php/v9/fe/1/16/1f622.png😢https://www.facebook.com/images/emoji.php/v9/fe/1/16/1f622.png😢
Suami Wajib Baca
Lebih baik ngontrak drumah sederhana drpd serumah dengan mertua.Mau ngapa-ngpain aja bebas. Bangun siang, bersih2 rumah kapan aja maunya, cucian kotor piring/baju mau langsung dcuci / dtumpuk dlu gk da yang ngomel, drumah berantakan sama mainan anak sakarepna, masakan gak enak juga gk masalah hihi yang penting happy.
* kisah nyata, cerita ini dari teman facebook, beliau tdk mau disebutkan ***
"Cinta Datang Terlambat 22 november 2015 "
Aku adalah pria dewasa yang kuat, tampan dan mapan menurut penilaian banyak orang. Aku adalah pria yang sopan, yang baik hati menurut mereka. Tapi mungkin mereka tidak pernah tau, ketika seorang diri aku adalah pria yang bodoh, cengeng, rapuh yang hidup penuh kesalahan dan rasa penyesalan.
Aku mencintai istriku menurutku dan juga mencintai anakku. Istriku ku Ami adalah wanita yang baik dan tidak berlebihan menurutku.
Kami tidak pernah ribut, hanya masalah-masalah sepele, seperti aku meletakkan baju kotor sembarangan, menyerakkan rak sepatu, atau ketika sedang badmood dia diam saja aku mintai tolong namun tetap mengerjakannya, atau dia cemberut karena aku melupakan janjiku untuk mengantarnya ke supermarket.
Ahh tapi pernah beberapa tahun yang lalu ketika istriku menabung sedikit demi sedikit uangnya untuk membelikan aku hadiah ulang tahun berupa jam tangan ber merk. Aku malah marah dan tidak mau menerima jam tersebut, alasanku marah padanya adalah karena dia menitipkan uang untuk membeli jam tersebut pada temanku dan bukan nya memberikan uang tersebut langsung padaku. Apa dia tidak tau betapa malunya aku sebagai laki-laki, ketika sampai di toko jam temanku berpura-pura bertanya jam mana yang bagus diantara dua pilihan dengan budged yang diberikan oleh istriku padahal sebenarnya jam itu untukku. Waktu itu aku tidak berpikir sama sekali bahwa istriku hanya berusaha menyenangkanku, berusaha memberikan surprise untukku. Istriku tampak kecewa dengan sikapku.
****
Kehidupan rumah tangga kami, bukanlah pasangan muda yang banyak mendapat harta warisan dari orangtua. Kami merintis dari nol. Bahkan masih hidup bersama kedua orangtuaku. Namun Alhamdullilah selalu meningkat lebih baik hingga akhirnya aku bisa bekerja di perusahaan yang bagus.
Dan aku selalu mengira rumah tangga kami baik-baik saja selama 7 tahun pernikahan kami. Walaupun ada beberapa kali Ami merengek minta dibuatkan rumah, karena sekali-kali ada terjadi cekcok antara Ami dengan ibu atau adik-adikku. Tapi aku tidak pernah sungguh-sungguh memikirkan nya. Bagiku untuk apalah rumah, belum terlalu penting.
Aku adalah anak ketiga dari lima bersaudara dan anak laki-laki satu-satunya. Kakak pertama ku tinggal diluar kota ikut suaminya dan sangat jarang pulang. Adikku yang pertama tinggal sekitar 10km dari rumahku, sudah memiliki dua anak dan lumayan sering tidur dirumah karena suaminya bekerja diluar kota. Adikku yang kedua kuliah di luar kota. Dan adikku yang ke tiga masih duduk dibangku smp. Sementara istriku dia adalah yatim piatu. Dan hanya dua kakak beradik.
Bicara tentang gaji, walaupun telah bekerja di perusahaan ternama gajiku habis hanya untuk membayar hutang di bank, cicilan mobil, membantu sekolah adikku, dan memberi ibuku perbulan, sebagai janjiku karena aku berhasil masuk ke perusahaan tempatku bekerja karena jasa orangtua. Sementara istriku yang menjalankan usaha menjahit, hasilnya hanya cukup untuk biaya makan kami sekeluarga bersama orangtua, biaya internet, listrik, arisan dan lainnya.
Istriku tidak pernah marah karena aku tidak mampu memberikan sebagian uang gajiku kepadanya seperti aku memberikan rutin kepada ibuku.
Tahun terus berlalu, lagi-lagi aku berpikir kehidupan rumah tanggaku tampak berjalan seperti biasanya dan baik-baik saja. Meski mungkin itu menurutku saja karena aku sibuk bekerja dan jarang dirumah. Pernah beberapa kali ketika malam hari sebelum tidur, istriku mengampiriku, bercerita dengan suara pelan sambil meneteskan air mata, mengeluhkan ibuku, ayahku atau adikku. Aku hanya mengusap kepalanya. Meminta untuk bersabar. Meski saat itu sebenarnya aku tidak pernah benar-benar mendengarkan nya, aku berpikir.. ahh biasa bukan masalah besar.
Pernah juga ketika istriku tidak dirumah justru ibukulah yang mengeluhkan ini itu segala macam sifat istriku. Dan memintaku untuk menasehatinya. Aku hanya menjawab ya bu. Akan kukasih tau nanti.
Jadi ketika ada kesempatan untuk bicara, kukatakan pada istriku supaya dia bisa bersikap lebih baik pada orangtua atau adik-adikku. Lalu istriku mulai bercerita dan kembali menangis. Ayah gak di rumah, ayah gak tau gimana ibu, ayah gak tau gimana adik ayah, umi udah gak sanggup yah, umi pengen punya rumah sendiri. Aku hanya mengusap kepalanya. Meminta untuk bersabar.
Jika ku telaah baik-baik aku pun tau istriku berkata apa adanya semua tentang orangtua bahkan adikku. Bagaimana tidak, adikku yang sudah berkeluarga saja sering tidur dan makan dirumah bersama anak-anak bahkan suaminya. Kadang jika akan pulang ke rumahnya dia membawa beras atau yang lainnya juga dari rumah kami. Tentu saja dia memintanya pada ibuku bukan istriku. Padahal bisa dikatakan istriku saja berjuang dengan sangat hemat untuk mencukupi semua kebutuhan kami.
Dan sepertinya istri ku cukup lelah, baik itu secara psikis maupun financial. Uang yang kami punya hanya habis berputar-putar disitu saja. Kami bahkan tidak memiliki tabungan. Belum memiliki rumah. Hanya sebuah mobil yang masih kredit dan ruko kecil tempat istriku membuka usaha. Tapi aku bahkan belum bisa berbuat apapun untuknya.
***
Hingga akhirnya hal buruk itu benar-benar dimulai. Suatu hari, ibuku membuka pembicaraan tentang uang perbulan yang selalu aku berikan. Ibuku bilang “tolong bilang ke istrimu jangan di bahas-bahas lagi tentang uang itu. Karena sekarang ini gak ada lagi orang tua lain yang bisa bantu anaknya masuk kerja ke perusahaan sebagus itu. Kamu itu beruntung ”Bu, Ami gak pernah bilang apa-apa ke Yoga. “kamu mau kasih berapapun gak akan bisa balas apa yang udah orangtua berikan.” Dia gak pernah marah atau iri kok bu. Tapi ibuku trus saja mengucapkan kata-kata lain nya. Istriku yang sedang menyiapkan baju untukku dikamar akhirnya keluar karena mendengar ribut-ribut dan menanyakan ada apa. Ku jelaskan yang disebut ibu pada istriku, semeentara ibu masih terus saja bicara, hingga akhirnya istriku menjawab kalo ibu memang gak sayang dengan nya dan pergi masuk ke kamar meninggalkan aku dan ibu. Saat itu aku sempat berkata pada ibu kalo memang ibu gak suka lagi aku dirumah ini, maka aku akan pergi.
Menjelang siang istriku di jemput teman nya dan pergi bersama Okan keluar. Ketika pulang menjelang sore dan masuk ke kamar, istriku menemukan secarik surat di tempat tidur dari ibu yang berisi. “mulai hari ini saya tidak kenal kamu lagi, saya memang tidak pernah menyayangi kamu dan kamu bukan menantu saya lagi.” Istrikuku memfoto surat kecil itu dan mengirimkan nya padaku lewat bbm. Rasanya pasti seperti di sambar petir di siang bolong. Istriku langsung pergi lagi keluar dari rumah bersama Okan.
Mungkin wanita lain akan kembali ke rumah orangtuanya, tapi istriku mau kemana dia. Kakak nya jauh tinggal di Bandung. Disinipun ikut denganku tidak memiliki teman dekat. Aku sempat menitikkan air mata, namun karena saat itu dikantor sangat bnyak pekerjaan akhirnya masalah itu terlewat begitu saja dipikiranku hingga jam pulang.
Ketika sampai dirumah dan menemukan istriku tidak ada aku menelepon dan menanyakan dia dimana. Aku membujuknya agar mau pulang. “dan malam itu juga kami pun berkumpul, aku, istriku, ibuku, ayahku. Membicarakan titik permasalahan nya. “Ibuku yang memang pertama kali memulai masalah pun tampak nya enggan untuk mengakui.” tentu saja, karena dia pasti tidak akan mau jika harus mengaku salah di depan anak dan menantunya. Sementara itu istri dan ayahku hanya diam saja. “ibuku trus bicara blaaa-blaaa.. ini itu dan banyak yang lain nya untuk semakin memojokkan istriku.
Akhirnya aku bertanya “jadi ibu mau nya apa?” ibuku bilang, dia ingin istriku merubah sifatnya. Ibuku bilang dia tidak akan mau makan, karena ibuku tau selama ini istriku tidak rela, tidak ikhlas. Aku bilang pada ibu, kalau ibu tidak mau makan itu bearti ibu tidak menghargai hasil jerih payahku. Lebih baik aku gak usah tinggal dirumah ini lagi. Ibuku kembali bilang, “bahwa dia gak makan karena istriku tidak rela. Ibuku juga bilang, seharusnya istriku bisa bersikap lebih baik ke adik-adikku. Dan jangan dibahas lagi masalah uang yang aku berikan karena ibuku malu jika orang lain tau. Dan kalau sampai aku pergi meninggalkan rumah ini, ibuku bilang dia tidak akan mau menginjakkan kakinya dirumahku sebagus atau semewah apapun rumahku.
Saat itulah aku melihat istriku meneteskan airmatanya, airmata itu trus saja mengalir tak tertahan lagi olehnya. Meski berusaha menangis tanpa suara, tampak sekali bahwa ia merasa sedih, terpukul, kecewa, tersiksa bercampur menjadi satu. “ayahku yang sedari tadi diam saja, akhirnya buka suara dan bilang kalau dia akan sangat malu jika aku sampai pergi meninggalkan rumah ini.” Aku bilang semua keputusan ada ditangan ibu. Ibu bilang jangan pergi.
***
Aku pikir masalah malam itu pastilah akan terlupakan. Setahun lebih hampir berlalu dan semua akan kembali baik-baik saja. Tapi ternyata aku salah. Istriku berubah menjadi lebih pendiam, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak kami, dia jarang sekali tertawa, bercanda seperti dulu. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang begitu sebagai upaya untuk berusaha menjadi lebih baik.
Istriku tidak pernah lagi merengek minta dibuatkan rumah, tidak pernah minta di antar ke supermarket, arisan, atau mengajak keluar saat weekend. Bahkan jika aku ajak pergi ke kondangan ataupun keluar istriku menjawab, “ayah saja ya umi capek, ayah saja ya umi ngantuk, ayah saja ya umi masih ada kerjaan.” Dan aku pikir memang begitu keadaannnya.
Aku bahkan tidak menyadari jika istriku menjadi lebih kurus, matanya sering sembab karena berusaha menyembunyikan kesedihannya dariku. Suatu hari bahkan anakku Okan pernah berkata, kita kalau mau makan selalu bilang “makan umi, makan oma, makan opa, makan aunty, tapi kok Okan gak pernah denger umi bilang gitu ya yah. Aku tersentak dan tersenyum, umi kan sekarang gak mau bicara kuat-kuat sayang mungkin waktu umi makan lagi gak ada siapa-siapa. Sahutku. Okan pun tersenyum, mengangguk. Tapi aku jadi terpikir dengan kata-kata anakku, selesai makan akupun langsung masuk ke kamar menghampiri istriku yang memang lagi tidak enak badan menanyakan apa ia sudah makan? Mau dibelikan apa? Istriku hanya tersenyum dan menggeleng tidak mau apa-apa katanya. Dia sudah kenyang.
***
Bulan berlalu, kota kami dituruni hujan yang sangat lebat, memang sedang musim hujan sih sebenernya. Tapi hari ini betul-betul lebat bahkan beberapa pohon tua di area perkantoranku sampai tumbang. Aku berusaha menelepon istriku namun tidak di angkat. Akhirnya aku menelpon ke ruko dan menanyakan ke karyawan apakah istriku ada disana, “ada pak, tapi ibu didalam baru datang setengah jam yang lalu sambil basah kuyup pak.” Oh ya sudah kalu gitu. “ada pesan pak?” paling nanti saya mau jemput ibu. Gak perlu dibilang ya mbak, ada surprise soalnya. “oke pak.”
Hari ini perusahanku menang tender, aku pun kelimpahan bonus yang lumayan besar jumlahnya dan pasti bisa digunakan untuk membuat rumah sederhana impian istriku. Lepas jam kantor aku pun bergegas ke ruko ingin berjumpa belahan jiwaku. “ibu masih didalam mbak? masih pak. Aku membuka pintu pelan sekali, karena ingin mengejutkannya. Istriku tampak menidurkan kepalanya di atas tangan di meja. “DAAAAAA.. sahutku memegang pundak istriku, yang ternyata pakaian nya masih basah karena kehujanan tadi. Ya ampun pikirku, hujan sudah berhenti hampir 2 jam yang lalu. Umiii, panggilku sambil membalikkan tubuhnya. Saat itulah aku menyadari sesuatu yang sangat buruk telah terjadi. Wajah istriku sangat pucat dan biru. Tangannnya sangat dingin seperti es. Umiiii jeritku membopongnya membawa ke luar ruangan. Karyawan yang ada diluar pun kaget melihatku. Aku langsung meminta salah satu karyawan menyupir mobil sementara aku menggendong dan berusaha menyadarkan istriku.
Aku tak henti-hentinya menangis, segala pikiran dan bayangan buruk merasuk kedalam pikiranku. Air mataku jatuh tak terhankan membasahi wajah istriku. Aku memeluknya erat, erat sekali. Pejalanan ke rumah sakit ntah kenapa terasa begitu lama. Aku tak tahan lagi. Aku ingin agar istriku segera sadar, aku ingin dia tau kabar gembira yang kubawa, aku ingin dia tau betapa aku mencintainya. Aku ingin dia bahagia. Aku ingin dia tersenyum. Aku tidak indin dia bersedih atau pun menangis lagi. Aku ingin melihat senyumnya yang dulu, ketawanya yang dulu, candaan nya yang dulu. Yang hilang tanpa pernah aku sadari. Umi maafkan ayah mi. Maafkan ayah. Maafkan ayah. Maaafkan ayah umi.. maafkannnnn...
Selama dua jam Aku menunggu dokter menangani istriku. Kenapa lama sekali mbak? tanyaku pada perawat yang keluar dari ruangan. “sabar pak” jawabnya. Ya Allah ya tuhan, aku mohon selamatkan dia Ya Allah. Dialah bidadariku Ya Allah. Aku sangat mencintainya. Bagaimana mungkin aku dan anakku hidup tanpa nya. Tanpa kasih sayang nya. Aku merasa sangat sedih sekali. Belum pernah aku merasa sesedih ini. Tapi bagi istriku mungkin selama ini, seperti inilah hidup yang ia jalani. Namun aku tak pernah mengerti dan merasakannya. Aku tak pernah akan tau betapa ia menderita jika peristiwa ini tidak terjadi. Ya Allah maafkan aku, aku mohon beri aku kesempatan....
***
Maafkan kami pak, nyawa istri bapak tidak tertolong. Istri bapak terserang hipotermia. Sahut dokter dengan wajah sedih. Seketika tubuhku lunglai dan menjadi dingin seperti es. Airmataku jatuh tak tertahankan. Bagaimana mungkin dok? Istri saya hanya kehujanan sebentar saja. Bagaimana mungkin? “Mungkin saja pak, walaupun hanya kehujanan sebentar tapi bisa saja tubuh istri bapak sedang dalam keadaan yang tidak fit, atau perutnya kosong, apalagi istri bapak tidak segera mengganti pakaian nya yang basah setelah kehujanan.
Ya Allah, jeritku... aku tak berhenti menangis, aku tak berhenti memeluknya, tubuh istriku yang telah kaku. Aku menatap lekat wajahnya, wajah itu begitu teduh namun sayu. Amiiii, aku mencintaimu sangat mencintaimu sayang. Maafkan aku yang tak pernah mengerti. Maafkan aku yang tak pernah paham. Tapi mengapa tak engakau beri aku kesempatan? Apa engkau sudah benar-benar lelah? Apa memang sudah tak kuat lagi? Lalu bagaimana dengan aku? Apa kamu pikir aku akan kuat mejalani ini semua? Bagaimana dengan anak kita? Pikiranku kembali ke semua hal yang telah berubah pada istriku setahun belakangan ini. Seandainya saja aku menyadari bahwa semakin hari tubuhnya memang semakin kurus, seandainya saja aku menyadari kata-kata Okan malam itu padaku. Aku menyesali semuanya, semua yang telah terlambat dan tak akan terulang.
Andai waktu dapat diputar, pastilah aku tidak akan membiarkanmu tinggal lama-lama serumah dengan keluargaku. Andai waktu dapat diputar pastilah dengan sungguh-sungguh akan kubangun rumah impianmu sayangku, cintaku, bidadariku. Air mata ini, kesedihan ini, tak akan mampu menghapuskan semua salahku sayang.
*******
Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri hargailah keberadaannya, kasihi dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila ia telah tiada, tidak ada suatu apapun yang dapat lebih baik seperti dirinya.
Bukanlah hal yang salah jika tinggal bersama mertua atau saudara ipar. Tapi pernahkah kamu mendengar pribahasa “yang jauh bau bunga yang dekat bau tahi.” Jadi alangkah lebih baiknya jika kau bina rumah tangga kecilmu dengan tertatih namun berujung nikmat dan bahadiah. Karena didalamnya akan kau temukan begitu banyak kejutan dan cinta.
Keluarga memang penting, ibu, ayah, kakak, adik, tapi jangan sampai karena cinta mu pada mereka engkau melupakan cinta dan tanggung jawab pada istrimu.