apurus rinufa

tulisan sebagai pengingat terutama untuk diri sendiri dan bukan bermaksud untuk menggurui atau apapun. sekedar share dan eksplor saja. maaf jika tak berkenan. trima kasih.

Jumat, 22 Januari 2016

69



69




Kamis sore 21 Januari 2016, seperti biasa jika memang saya mempunyai waktu luang untuk karate saya pun akan datang ke tempat dimana latihan tersebut dilaksanakan. Kebetulan hari itu saya libur. Biasanya hari kamis itu ada jadwal latihan di salah satu sebuah sekolah menengah pertama negeri di daerah tangerang. Saya pun lebih memilih latihan di tempat itu dibanding tempat lain, dengan pertimbangan sekolah tersebut lebih strategis dan jam pulang pun tak terlalu sore. Biasanya pula jika saya akan latihan saya tanya tuan rumah dulu, latihan atau tidak hari itu. Karena belajar dari yang sudah-sudah, sudah sampai tempat latihan eh ternyata libur. Sore itu tumben saya tidak tanya terlebih dahulu, pikir saya “ah sudah lah, ada latihan ya saya latihan, kalau pun libur dengan sebab apapun ya sudah saya ketempat lain”. Ya ke tempat lain, karena kebetulan saya pun ada perlu ke tempat lain. Jadi kalaupun hari itu libur latihan karena sebab tertentu, maka tak sia-sia saya keluar rumah karena tujuan saya tidak hanya satu.
Hampir selesai latihan, entah kenapa di benak saya tiba-tiba singgah “tumben ini anak-anak ga ada something apapun, biasanya kalau pelatihnya ulang tahun anak-anak yang ramai dibanding yang lain”. Seperti membatin, tak lama saya berpikir seperti itu datanglah anak-anak dengan perlengkapan mereka yaitu cake dan kawannya. Mengingat sehari sebelumnya tepatnya tanggal 20 Januari, sang pelatih mereka berulang tahun. Kaget, ga begitu juga sih. Cuma heran ajah tak lama saya berpikiran seperti itu, tak lama juga kejadian hal itu. Saya pun awalnya ga engeh akan hal tersebut soal ulang tahun itu. Tapi ada satu hal yang membuat saya tertawa geli melihatnya yaitu angka di cake tersebut adalah 69, hahaha. Kayanya gak ada tampang umur 69 tahun deh, tapi kalau umur dibawahnya ya ada sih hahaha. Sampai sekarang pun kalau inget itu saya masih geli sendiri. Saya mengerti mungkin mereka anak-anak tidak mengetahui usia pelatih mereka yang sesungguhnya, tapi yah ga angka 69 juga sih.
Tanggal 20 memang merupakan tanggal yang hampir selalu saya ingat dan nantikan. Bukan soal ada yang ulang tahun atau apapun. Mengingat setiap di tanggal itu biasanya saya menerima transferan hahaha. Jadi setiap bulan di tanggal itu selalu harap-harap cemas menanti jumlah transferannya berapa? Haha. Karena biasanya tanggal yang seseorang hampir selalu ingat itu bukan hanya tanggal ulang tahun, tetapi juga tanggal seharusnya menerima sesuatu dan lainnya hehehe.

Kamis, 21 Januari 2016

apakah saya salah???????



APAKAH SAYA SALAH

Jika ingat soal “karate” salah jenis bela diri yang sudah lama saya ikuti. Maka banyak hal yang berkecamuk dalam pikiran saya. Sejak awal saya mengikuti kegiatan bela diri ini bukanlah bertujuan untuk menjadi atlet atau pun jabatan dan karir apapun yang berhubungan dengan bela diri khususnya karate. Sejak SMA saya mengikuti karate ini sebagai suatu kegiatan yang positif dan bermanfaat selain juga sebagai olahraga yang saya tetapkan. Entah mengapa, saya memang suka dengan beladiri. Saya suka dengan tendangan asli yang hebat dan bukan dibuat-buat. Saya suka dengan pukulan yang menancap yang sekali pukul bisa langsung melumpuhkan lawan. Tetapi satu hal, saya tak pernah berpikiran dan berambisi untuk menjadi apapun dalam dunia karate itu. Saya tak pernah berambisi untuk menjadi atlet, pelatih, jabatan, dan karir lainnya dalam karate. Saya tak pernah memprioritaskan apa-apa dalam dunia karate yang sudah lama saya lakukan. Bahkan pernah ada pelatih yang bertanya “mau sampai kapan di sabuk coklat tua? Harus direncanakan, tahun sekian sudah harus sabuk hitam”. Saya hanya bisa diam saat sang pelatih berbicara seperti itu. Entah mengapa saya tak ada keinginan untuk naik tingkat sabuk tetapi saya masih ada keinginan untuk terus latihan. Walaupun mungkin akan ada yang berkata seperti ini “buat apa latihan terus kalau gak pernah ikut pertandingan atau pun gak pernah ikut ujian”. Yah itulah yang sesungguhnya menjadi dilema dalam diri saya tentang karate ini. Satu hal yang pasti saya ingin tetap terus bisa latihan dan bertahan di olahraga beladiri ini. Namun kadang ada pertanyaan yang melayang diotak saya, yaitu apakah saya salah jika saya seperti ini?

Rabu, 20 Januari 2016

time



WAKTU

Setelah membaca buku terbarunya Andi Arsyil dengan judul 4U BUILD YOUR OWN EMPIRE, ada satu kalimat dalam buku tersebut yang selalu mampir dibenak saya yaitu “kalau orang bilang time management sangat penting, buat saya lebih penting activity management”. Setelah baca penjelasannya juga barulah saya paham akan pernyataannya itu. Alasannya adalah waktu tak pernah berubah. Dalam arti, satu tahun tetap dua belas bulan, satu bulan tetap tiga puluh hari, satu hari tetapi dua puluh empat jam, satu jam tetap enam puluh menit, dan satu menit tetap enam puluh detik. Tak pernah berubah sedikit pun. Tak pernah ada satu hari itu dua puluh tiga atau pun dua puluh lima jam. Namun yang terkadang kasihan adalah si waktu yang selalu menjadi “salah”. Karena ia selalu saja menjadi alasan jika suatu pekerjaan tak terselesaikan. Alasan “sibuk” atau pun “tak punya waktu”, “tak ada waktu luang” dan alasan lainnya dengan notabene “waktu” mungkin seringkali kita dengar yah.

Itulah “waktu” yang selalu saja dipersalahkan. Padahal kalau mungkin mau dipikir-pikir lagi dari pernyataan Andi Arsyil itu yang salah memang bukanlah “waktu” atau yang disebut “time management”, tetapi “activity management” yang harus dikoreksi lagi. Activity management yang berarti manajemen aktivitas atau dapat diartikan pula pengelolaan kegiatan, itu yang rasanya perlu diperiksa. Apakah kegiatan yang kita lakukan sehari-hari sudah benar dan bermanfaat, atau jangan-jangan hanya buang-buang waktu saja? Sehingga akhirnya “waktu” lah yang ujung-ujungnya disalahkan lagi. Untuk activity management, rasanya dalam sehari-hari perlu dibuat tentang prioritas kegiatan yang dirasa perlu dan penting untuk dilakukan hingga yang sama sekali tak menjadi prioritas sehingga jika tak dilakukan pun tak akan menjadi masalah.

Saya pun masih harus belajar lagi tentang activity management ini. Karena masih seringnya pula mengkambinghitamkan si waktu itu. Kasihan kan yah.