apurus rinufa

tulisan sebagai pengingat terutama untuk diri sendiri dan bukan bermaksud untuk menggurui atau apapun. sekedar share dan eksplor saja. maaf jika tak berkenan. trima kasih.

Rabu, 27 Januari 2016

lanjutan hpht



JAWABAN HPHT

Melanjutkan HPHT yang kemarin telah saya ungkapkan dan sejujurnya saya pun masih penasaran akan hal itu. Hingga akhirnya saya terus mencari jawaban akan hal tersebut. Saya searching webnya seorang dokter kandungan yang juga seksolog yaitu dokter boyke yang pastinya sudah tak asing dan terkenal pula. Dalam web tersebut terdapat nomor hp untuk sms konsultasi secara gratis.
 

Entah itu nomor dokter boyke langsung dan asli atau pun bukan, saya tidak tahu. Tetapi saat saya mengecek nomor tersebut didalam whatsapp gambarnya adalah dokter boyke.


Kemudian saya pun mencoba mengetik dan mengirimkan sebuah sms ke nomor tersebut. Tak lama kemudian sms saya itu pun mendapat balasan. Maka langsung saja menanyakan hal yang masih membuat saya penasaran yaitu soal penghitungan HPHT. Akhirnya terjawablah sudah rasa penasaran saya tentang HPHT dengan jawaban seperti ini.

Selasa, 26 Januari 2016

HPHT



HPHT YANG MEMBINGUNGKAN

Pernah dengar tentang HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir)? Untuk orang yang berkecimpung di bidang kesehatan, teutama perawat, bidan dan dokter pasti istilah tersebut sudah tak asing lagi. Dimana HPHT yang merupakan Haid Pertama Hari Terakhir adalah suatu tanggal yang digunakan untuk memperkirakan taksiran seseorang akan melahirkan. Ini penting diketahui bagi seorang wanita yang sedang hamil. Kapan terakhir kali mendapat menstruasi? Dan jika datang ke bidan atau pun dokter kandungan pertama kali, maka pertanyaan tersebut biasanya akan ditanyakan.

Namun ada sesuatu yang membingungkan dan harus diluruskan tentang HPHT ini,  karena saya dapati ada dua persepsi tentang hal ini. Pertama, HPHT yang dihitung adalah hari pertama seseorang mendapat menstruasi pada bulan terakhir ia menstruasi. Kedua, HPHT yang dihitung adalah hari pertama setelah ia mendapatkan haid terakhir, dalam arti hari pertama dimana darah haid sudah tidak keluar pada haid bulan terakhir tersebut. Misalnya begini gampangnya seseorang mendapatkan haid pada tanggal 1 januari sampai dengan 7 januari. Persepsi pertama, maka HPHTnya adalah tanggal 1 januari. Sedangkan persepsi kedua, HPHTnya adalah setelah tanggal 7 januari tersebut yaitu kemungkinan tanggal 8 januari. Selain HPHT untuk memperkirakan waktu persalinan, HPHT juga dapat digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan. Ada rumus sendiri untuk menghitung HPHT tersebut yang disebut dengan naegele.


Soal dua persepsi ini sebenarnya tidak bisa dianggap sepele karena akan berdampak hal yang negatif. Jujur saja persepsi awal saya pun tentang HPHT adalah persepsi yang pertama. Namun saya berpikir tentang persepsi HPHT yang pertama yaitu saat sedang menstruasi terakhir maka itu sudah hamil? Ya menstruasi ya hamil juga. Karena HPHT juga untuk menentukan awal kehamilan. Ditambah setelah saya membaca buku di bawah ini.

Karena saya bingung, maka saat ada kesempatan pada suatu pembahasan tentang embriologi saat perkuliahan tahun 2014 lalu yang dosennya adalah seorang dokter. Saat persentasi kelompok, saya tanyakanlah hal tersebut. Memang awalnya agak ricuh karena sugesti dan persepsi saya yang masih bingung itu. Intinya adalah menstruasi ya menstruasi, tidak hamil. Hamil, ya tidak menstruasi. Jadi tidak ada saat menstruasi itu saat hamil. Itulah persepsi yang harus diluruskan dari sugesti saya itu. Saya pun tetap bingung karena sugesti buku tersebut yang terlalu kuat yang membuat saya salah persepsi juga dan agak sulit menggantinya saat itu.

Dari hasil pembahasan yang akhirnya diperjelas oleh sang dosen tersebut, maka jawaban atas pertanyaan saya tentang HPHT adalah persepsi kedua yaitu hari pertama setelah haid terakhir dimana hari pertama setelah tidak keluarnya darah haid pada bulan terakhir. Tetapi tetap saja ternyata tak semua nakes berpersepsi seperti itu. Jujur setelah mendapat penjelasan dari perkuliahan tersebut, persepsi saya pun berubah total menjadi persepsi kedua ini. Karena akan ada hal yang aneh jika persepsi pertama yang saya tanamkan terutama jika kasusnya seperti ini. (rekaman pembahasan itu pun saya punya, namun sayangnya saya tidak tau cara menyisipkannya didalam blog ini)

Seorang teman menikah pada tanggal 23 desember 2015. Kemudian pada bulan januari ia tidak mendapatkan haid. Hari pertama saat ia mendapat menstruasi terakhir adalah tanggal 30 november 2015 hingga 5 desember 2015. Jika HPHT yang dipakai adalah persepsi pertama yaitu tanggal 30 November 2015, maka dengan memakai hukum naegele akan didapatkan taksiran persalinan kira-kira pada tanggal 7 agustus 2016 dimana berarti hitungan ia mulai hamil adalah kemungkinan tanggal 7 desember 2015, sedangkan saat itu ia belum menikah dan belum pernah juga berhubungan intim. Karena saya yakin ia baru berhubungan intim setelah ia resmi menikah.

Tetapi jika memakai HPHT persepsi kedua yaitu setelah tanggal 5 desember itu berarti tanggal 6 desember 2015, maka taksiran persalinan akan didapatkan tanggal 13 september 2016. Ini berarti kemungkinan awal mulai hamil adalah tanggal 13 januari 2016. Nah jika memakai persepsi kedua pada kasus ini maka masuk akal juga dimana mulainya hamil telah melewati tanggal pernikahannya.

Karena dengan usia pernikahan baru 4 minggu saat ini (26 januari 2016), maka jika memakai persepsi pertama usia kehamilan adalah 6-7 minggu. Tetapi jika memakai persepsi kedua usia kehamilan adalah 2 minggu. Sangat berbeda jauh memakai HPHT persepsi pertama dengan kedua. Saya yakin tidak keduanya benar.

Akan ada pandangan negatif dari orang lain jika memakai HPHT persepsi pertama yaitu penikahan baru 4 minggu masa hamilnya 6-7 minggu sedangkan ia tak pernah berhubungan intim sebelum menikah. Jujur saja saya lebih yakin dengan persepsi kedua karena lebih logika.

Namun saat semalam yang kebetulan saya mendapat shift malam dan sedang membahas ini dengan teman saya itu, ia pun berpersepsi sama dengan saya. Tetapi saat ia periksakan ke dokter kandungan ternyata hasilnya adalah 6 minggu. Karena saya penasaran maka saya hitung sendiri dan hasilnya seperti yang diatas. Belum puas rasanya, dan kebetulan saat itu ada dokter jaga maka saya pun menanyakan tentang HPHT ini padanya dan hasilnya adalah persepsi yang pertama. Belum puas juga dan masih kepikiran akhirnya saya searching, dan hasilnya pun sama yaitu persepsi pertama. Tetapi jujur saya masih belum puas dan tidak yakin sepenuhnya. Akhirnya saya carilah buku tentang hal tersebut yang saya punya dan hasilnya seperti gambar-gambar diatas.

Jika kasusnya seperti teman saya, maka kasihan yang lain akan kemungkinan selalu dianggap negatif. Karena usia pernikahan 4 minggu dan diperkirakan usia kehamilan 6 minggu. Akhirnya kita lihat saja kapan ia nanti akan melahirkan bulan agustus ataukah september seperti perhitungan diatas?


Memang rumus naegele ini berlaku pada wanita dengan siklus menstruasi 28 hari. Dan menentukan usia kehamilan tidak hanya dengan HPHT saja. Ada yang lain juga salah satunya yaitu USG. Tetapi hal yang biasanya ditanyakan adalah HPHT dan bukan siklus haidnya.

Senin, 25 Januari 2016

belum pernah menikah, tetapi



BELUM PERNAH MENIKAH, TETAPI SUDAH PUNYA ANAK??????

Mungkin terkadang kita sering melihat seseorang yang single tetapi sering terlihat dengan seorang anak kecil atau membawa anak saat bepergian. Mungkin terkadang banyak orang yang bertanya-tanya tentang hal ini. Kadang juga saat kita mengaku bahwa ini adalah anak saya, dan orang lain mendengarnya mungkin mereka akan berespon seperti ini “hei belum nikah, masa udah punya anak saja”. Itulah yang saya alami saat saya refleks menggendong seorang bayi lucu yang memang bayi itu adalah pasien di sebuah rumah sakit dan spontan pula saya kadang mengucapkan kata-kata seperti ini “anak gue”. Bahkan kadang teman yang lain iseng menyebutkan “mba anaknya nangis noh” dan lainnya. Kalau sudah begitu saya lanjutkan saja keisengan teman saya itu hehe.
Kadang-kadang saya berpikir, apakah salah seseorang yang belum pernah menikah lalu mempunyai anak? Jika orang lain mengetahui hal ini mungkin pikiran negatiflah yang langsung singgah di benaknya. Memang terkadang hal negatif yang lebih gampang mempengaruhi jiwa dan pikiran kita. Seharusnya jika ada hal seperti itu, diselidiki dahulu asal anak tersebut. Anak kandung atau bukan? Berasal dari rahim sendiri atau rahim orang lain? Karena bisa saja anak tersebut adalah ponakan yang dititipkan kepadanya untuk di asuh atau pun memang ia sengaja mengadopsi seorang anak dengan alasan tertentu. Mungkin yang harusnya menjadi pertanyaan dan juga mungkin patut dicurigai adalah seseorang yang belum pernah menikah tetapi pernah hamil bahkan melahirkan khusus wanita tentunya. Tetapi pria juga bisa saja, yaitu belum pernah menikah tetapi pernah berhubungan intim dengan lawan jenisnya?
Mungkin baiknya jika ada hal seperti itu menghampiri dan menemui kita, maka janganlah langsung menjudge negatif jika belum tahu asal usulnya hehe.

Jumat, 22 Januari 2016

69



69




Kamis sore 21 Januari 2016, seperti biasa jika memang saya mempunyai waktu luang untuk karate saya pun akan datang ke tempat dimana latihan tersebut dilaksanakan. Kebetulan hari itu saya libur. Biasanya hari kamis itu ada jadwal latihan di salah satu sebuah sekolah menengah pertama negeri di daerah tangerang. Saya pun lebih memilih latihan di tempat itu dibanding tempat lain, dengan pertimbangan sekolah tersebut lebih strategis dan jam pulang pun tak terlalu sore. Biasanya pula jika saya akan latihan saya tanya tuan rumah dulu, latihan atau tidak hari itu. Karena belajar dari yang sudah-sudah, sudah sampai tempat latihan eh ternyata libur. Sore itu tumben saya tidak tanya terlebih dahulu, pikir saya “ah sudah lah, ada latihan ya saya latihan, kalau pun libur dengan sebab apapun ya sudah saya ketempat lain”. Ya ke tempat lain, karena kebetulan saya pun ada perlu ke tempat lain. Jadi kalaupun hari itu libur latihan karena sebab tertentu, maka tak sia-sia saya keluar rumah karena tujuan saya tidak hanya satu.
Hampir selesai latihan, entah kenapa di benak saya tiba-tiba singgah “tumben ini anak-anak ga ada something apapun, biasanya kalau pelatihnya ulang tahun anak-anak yang ramai dibanding yang lain”. Seperti membatin, tak lama saya berpikir seperti itu datanglah anak-anak dengan perlengkapan mereka yaitu cake dan kawannya. Mengingat sehari sebelumnya tepatnya tanggal 20 Januari, sang pelatih mereka berulang tahun. Kaget, ga begitu juga sih. Cuma heran ajah tak lama saya berpikiran seperti itu, tak lama juga kejadian hal itu. Saya pun awalnya ga engeh akan hal tersebut soal ulang tahun itu. Tapi ada satu hal yang membuat saya tertawa geli melihatnya yaitu angka di cake tersebut adalah 69, hahaha. Kayanya gak ada tampang umur 69 tahun deh, tapi kalau umur dibawahnya ya ada sih hahaha. Sampai sekarang pun kalau inget itu saya masih geli sendiri. Saya mengerti mungkin mereka anak-anak tidak mengetahui usia pelatih mereka yang sesungguhnya, tapi yah ga angka 69 juga sih.
Tanggal 20 memang merupakan tanggal yang hampir selalu saya ingat dan nantikan. Bukan soal ada yang ulang tahun atau apapun. Mengingat setiap di tanggal itu biasanya saya menerima transferan hahaha. Jadi setiap bulan di tanggal itu selalu harap-harap cemas menanti jumlah transferannya berapa? Haha. Karena biasanya tanggal yang seseorang hampir selalu ingat itu bukan hanya tanggal ulang tahun, tetapi juga tanggal seharusnya menerima sesuatu dan lainnya hehehe.