apurus rinufa

tulisan sebagai pengingat terutama untuk diri sendiri dan bukan bermaksud untuk menggurui atau apapun. sekedar share dan eksplor saja. maaf jika tak berkenan. trima kasih.

Senin, 14 Maret 2016

kondangan



KONDANGAN

Sabtu 12 maret 2016, tumben juga saya datang kondangan ke pernikahan salah satu teman kuliah waktu diploma tiga. Karena biasanya saya hanya menitip amplop saja hehe. Lantaran jarang ada teman yang bisa bareng kesana, kalau sendiri rasanya tak enak. Bukan hanya tak tahu tempatnya, namun juga pastinya ditanya-tanya, “sama siapa?”. Itu sih pertanyaan yang biasanya ditanya. Tapi ada juga pertanyaan yang mungkin pasti akan ditanya juga yaitu “kapan nyusul?”. Hadeuh mulai malas deh kalau sudah ada pertanyaan itu apalagi ditanyanya sendiri pula. Kalau berdua ada temannya kan enak, bisa gak jawab itu pertanyaan heehe.

Sabtu itu saya kondangan agak siang tak lama setelah akad nikah selesai, tak diduga juga sekalinya saya datang kondangan malah ketemu mantan waktu kuliah diploma tiga. Seperti sang mantan itu belum lama datang juga saat saya datang karena saya temukan di buku tamu namanya tak jauh dari nama saya dan teman. Sang mantan menemui saya dan teman, namun hanya bertanya kepada teman saya. Untuk saya pribadi tak jadi masalah. Namun yang agak-agak bagaimana gitu adalah dia bertanya lebih dari dua kali dengan pertanyaan yang sama, yaitu “berdua saja?” walaupun pertanyaan itu kepada teman saya. Saat saya dan teman baru datang dia bertanya seperti itu. Saat saya dan teman sedang mengambil makanan dia pun mendekat dengan pertanyaan yang sama. Kemudian saat kami duduk untuk menyantap hidangan yang disediakan pun ia bertanya dengan soal yang sama pula. Dalam hati saya, apa maksud seperti ini. Lama-lama agak sedikit mengganggu juga orang itu karena sudah tahu saya hanya berdua dengan teman, kemudian dia bertanya “berdua saja?” dengan beberapa kali pertanyaan.

Tak lama setelah itu saya lihat dia pulang dengan keluarga kecilnya. Ternyata dia kondangan dengan anak dan istrinya hahaha. Pantesan saja pulangnya cepat karena saya rasa dia juga belum lama datang.

Jumat, 11 Maret 2016

konsul



KONSULTASI LAGI

11 maret 2016 bertepatan dengan SUPER SEMAR hehe dan untuk kesekian kalinya saya konsultasi proposal skripsi lagi. Sudah disiapkan proposal dan beberapa buku untuk persiapan konsultasi serta membawa berkas proposal itu ke tempat bekerja. Memang sih salahnya saya tidak kontak pembimbing dahulu satu hari sebelumnya. Karena lupa juga dan sibuk cetak naskah proposalnya hehe. Maka paginya saat di tempat kerja saya sempatkan untuk mengontak sang dosen via pesan whatsapp dan tak langsung dibalas.

Beberapa jam setelah itu saya baru mendapat balasan dari sang dosen bahwa ia sedang ada yudisium dan mengenai konsultasi ia menginstruksikan agar menaruh saja berkasnya di meja. Maka itu saya menurut saja.

Sorenya setelah pulang kerja dan mampir ke kampus dengan niat awal untuk konsultasi tetapi dengan menaruh berkasnya saja, sesampainya disana ruang sang dosen yang kebetulan juga ruang kepala program studi atau kaprodi sudah gelap tertutup dan terkunci pula. Akhirnya saya pun bingung bagaimana menaruh berkasnya karena pintu sudah tertutup terkunci? Saat saya tanyakan orang sekitar malah dikatakan tidak ada orangnya dan disuruh kembali esok. Maka saya katakan saja “suruh taro di mejanya”. Tadinya saya mau mengirim pesan kepada sang dosen itu tetapi tak lama ada seorang dosen lain yang menanyakan saya tentang kedatangan sore itu, akhirnya ia pun membukakan pintu ruang sang dosen sehingga saya pun dapat meletakkan berkas proposal skripsi di meja sang dosen kaprodi.

Saya jadi teringat kata-kata yang biasa digambar-gambar tentang skripsi salah satunya yaitu “nunggu dosen berjam-jam eh pas konsul cuma lima menit dan revisi semua hahaha”.

Kamis, 10 Maret 2016

akhirnya



AKHIRNYA KETEMU JUGA

Siang tadi 10 maret 2016 sepulang kerja pagi, saya memang sengaja tak langsung pulang ke rumah dengan niat akan pergi dahulu ke sebuah jasa menerima jahitan. Akhirnya saya pun pergi ke sana dengan angkutan kota. Karena sudah lama tak pernah ke sana, maka saya pun agak lupa dengan gangnya dan akhirnya meraba-raba hingga ternyata sudah terlewati. Maka saya pun mengikuti trayek angkutan kota itu hingga putar balik karena sadar rasanya gang sudah terlewat.

Ditengah perjalanan sang supir memang sempat bertanya kepada saya, mungkin karena saya tak juga turun dari angkot itu hingga putar arah. “turun dimana neng?” tanya sang supir. Karena saya juga bingung apa nama gangnya yang saya ingat di depan gang itu ada sebuah mini market dan sebuah jasa penerimaan jahitan tetapi bukan itu yang saya maksud. Akhirnya saya jawab saja “didepan gang itu” dengan asal sebut dan tunjuk saja hahaha.

Akhirnya setelah berputar arah dan melihat-lihat dengan teliti, ketemu juga gang yang saya maksud. Walaupun saat itu saya tak begitu yakin. Tetapi dari pada penasaran maka saya pun turun di gang itu. Setelah itu saya langsung menuju ke dalam gang dan mencari tempat jasa jahitan yang saya inginkan. Karena sudah lama sekali saya tak menyerahkan jahitan baju ke tempat itu maka saya agak lupa dengan jalannya. Namun lega rasanya setelah tempat yang maksud akhirnya ketemu juga.

Rabu, 09 Maret 2016

gerhana



GERHANA MATAHARI

Hari ini tepatnya 9 maret 2016 bertepatan juga dengan hari raya nyeri dan terjadinya fenomena alam yaitu gerhana matahari yang terjadi hanya beberapa menit. Fenomena ini cukup heboh mengingatkan terjadi di waktu yang sangat langka. Tidak setahun sekali juga. Dibalik fenomena itu ada beberapa yang menurut saya menarik perhatian.

Pertama, mendengar ucapan orang-orang sekitar tentang gerhana matahari. Menurut mereka, dahulu jika ada gerhana tidak ada orang yang keluar rumah dengan kata lain mengumpat di dalam rumah bahkan di kolong ranjang tempat tidur. Sekarang bukannya tidak keluar rumah, bahkan sengaja keluar rumah untuk menyaksikan gerhana tersebut muncul dengan memakai kacamata hitam dan mengabadikannya dengan kamera smartphone yang dimiliki masing-masing orang kemudian di upload di media sosial masing-masing.

Kedua, saat melihat berita siang di sebuah stasiun televisi yaitu berita lahirnya seorang bayi bertepatan dengan munculnya gerhana matahari tersebut di pagi hari hingga akhirnya sang orang tua bayi tersebut menamakan anaknya dengan nama “GERHANA”. Hm..... saya jadi teringat beberapa tahun lalu ada sinetron GERHANA yang cukup populer dengan pemain utama bernama GERHANA dan lawan mainnya bernama BULAN maka jika disatukan akan menjadi nama GERHANA BULAN. Hm......... unik juga yah?????

kantuk



NGANTUK

Pernah merasakan situasi yang teramat sangat ngantuk? Padahal pekerjaan masih menumpuk? Atau masih harus melek karena harus pergi ke beberapa tempat? Saat tubuh sudah letih dan rasa kantuk pun datang, dengan sangat teramat kantuk walaupun segala cara  sudah dilakukan agar rasa kantuk hilang seperti mencuci muka atau pun meminum kopi yang biasa dilakukan. Tetapi tetap saja rasa kantuk tak hilang. Kalau sudah begitu dan dipaksakan tetap melakukan kegiatan yang ada pekerjaan terbengkalai karena tak akan fokus bahkan bisa saja semua berantakan. Jadi lebih baik saat rasa kantuk yang teramat sangat itu datang maka istirahatkan badan barang sejenak.

Soal rasa kantuk ini saya mempunyai kebiasaan yang seharusnya mungkin dihilangkan yaitu tidur di angkutan kota atau pun di motor. Karena saking ngantuknya setelah bekerja di malam hari atau pun akan bekerja malam, terkadang selama diperjalanan entah sengaja atau tidak hampir saya selalu tidur atau pun tertidur. Walaupun tidak tidur dengan pulasnya karena ngeri juga tidur di kendaraan dengan nyenyak dan pulas, bahaya. Walaupun saat bekerja malam, saya hampir selalu membeli makanan cemilan untuk sekedar agar tidak mengantuk saat bekerja. Terkadang dengan hal itu rasa kantuk pun hilang sendiri. Tetapi jika sudah kantuk yang parah mau diusahakan agar tak mengantuk pun sulit, ujung-ujungnya saya kabur menyendiri ke suatu tempat untuk tidur dan akan masa bodo dengan pekerjaan yang belum selesai hehehe. Toh sama-sama mengerti sajalah dan bukan hanya saya juga pekerjanya. Saya rasa sesuatu yang wajar jika saat bekerja di malam hari kita merasakan kantuk dan bahkan tertidur satu hingga dua jam. Yang penting tidak tidur selama bekerja. Kebutuhan manusia akan tidur itu tak bisa diabaikan begitu saja. Maka dari itu tidur saat bekerja di malam hari janganlah dianggap suatu pelanggaran, jika tidurnya hanya beberapa menit atau sekitar satu jam.