apurus rinufa

tulisan sebagai pengingat terutama untuk diri sendiri dan bukan bermaksud untuk menggurui atau apapun. sekedar share dan eksplor saja. maaf jika tak berkenan. trima kasih.

Sabtu, 19 Maret 2016

p3j4b4t



PEJABAT

Sabtu lalu tepatnya tanggal 12 maret 2016 pagi itu kebetulan saya masih di rumah dan agak sedikit santai sehingga sempat melihat berita di salah satu stasiun televisi swasta yang sedang memberitakan tentang pejabat yang marah-marah. Dalam berita tersebut ada tiga pejabat yang diberitakan marah-marah kepada bawahannya dengan kesalahan yang berbeda dan entah apa kesalahan yang telah dilakukan?

Akhirnya topik berita itu membahas tentang pejabat yang marah-marah. Apa perlu marah-marah itu? Sekalipun mau marah-marah seharusnya di tempat yang sepantasnya dan tidak di depan umum juga. Begitulah kiranya yang saya simpulkan dari pernyataan beberapa orang dalam berita tersebut.

Anehnya pejabat seperti itu telah dipilih oleh masyarakat untuk menjadi pemimpin. Apa tak ada yang salah yah? Memimpin diri sendiri saja tidak bisa bagaimana memimpin orang lain? Memimpin diri sendiri saja menurut saya belum sukses yang telah di buktikan dengan marah-marah tadi yang berarti dia sendiri saja tak bisa mengendalikan emosi dalam jiwanya, lalu bagaimana memimpin orang banyak?

Tak lama berita tentang pejabat yang marah-marah merebak, muncul kembali berita tentang pejabat yang memakai narkoba. Entahlah yang pasti saya jadi bingung, sejauh mana syarat untuk menjadi pejabat atau pemimpin? Seketat apa memang seleksinya? Ditambah pula sayangnya masyarakat mudah tergiur dengan hal-hal yang kecil tanpa melihat sejauh mana layaknya seseorang itu dapat dijadikan sebagai pemimpin? Yang pasti soal pejabat yang marah-marah dan memakai narkoba, dapatkah memungkinkan timbul ketidakpercayaan pada masyarakat tentang seorang pejabat pemerintahan? Entahlah mungkin juga itu hanya dua hal tentang pejabat karena saya yakin masih banyak mengenai hal lainnya yang mungkin juga dapat memberikan citra buruk terhadap pejabat itu sendiri jika hal itu diketahui hehehe.

Kamis, 17 Maret 2016

balik lagi



ATM KEMBALI TETAPI GAGAL DONOR DARAH

Hari ini 17 maret 2016, akhirnya kartu atm saya yang kemarin entah kemana itu kembali lagi. Untungnya kartu atm itu ada di banknya setelah mesin atm tersebut mungkin dibuka kali yah. Sehingga saya tak perlu ribet ke polsek atau polres terdekat untuk mengurus surat keterangan kehilangan dan mengurus ulang pembuatan kartu atm yang baru. Alhamdulillah, senang dan lega rasanya saat kartu atm itu kembali lagi ke tangan saya. Terima kasih ya Allah.

Selain hal yang cukup menyenangkan untuk hari ini, saya juga mengalami suatu hal yaang membuat agak sedikit kecewa yaitu kegagalan dalam mendonorkan darah untuk kesekian kalinya huft.

Sore, setelah pulang latihan karate di sebuah sekolah menengah pertama di daerah tangerang tentunya dan saya tak langsung pulang ke rumah melainkan ke mall yang dekat dengan sekolah tersebut. Hebat yah sekarang mall dengan sekolah saja berdekatan, bikin mudah untuk bolos hahaha.

Setelah keluar mall dan urusan saya selesai, saat mau pulang saya melihat sebuah mobil palang merah indonesia milik kota yang berada di depan mall tersebut. Karena saya ingat bahwa tahun ini saya belum sekali pun mendonorkan darah dan mengingat beberapa waktu yang lalu saya sempat gagal saat akan mendonor. Maka dari itu saya sangat antusias sekali saat melihat mobil PMI di depan mall itu. Ingin sekali saya bisa mendonorkan darah saat itu.

Setelah mengisi formulir yang menyatakan bersedia untuk donor darah, kemudian pemeriksaan tekanan darah yang hasilnya normal. Namun ketika diperiksa darah didapatkan hasil yang agak mengecewakan dan dinyatakan bahwa hemoglobin saya rendah lagi sehingga membuat saya tak bisa mendonorkan darah. Dengan kata lain, saya gagal untuk donor darah.

Di perjalanan pulang, saya memikirkan tentang penyebab mengapa hemoglobin saya rendah? Apa faktor yang mempengaruhinya yah? Entahlah sebab apa, yang mungkin bisa saya prediksi adalah apakah kecapaian bisa membuat hal seperti ini? Karena memang beberapa hari yang lalu saya dapat dikatakan “capek” sudah pasti mengingat saya shift malam selama tiga hari atau tiga malam. Mungkinkah itu penyebabnya? Karena jika kegagalan saya dalam mendonor darah beberapa waktu lalu ditahun ini adalah dikarenakan saya baru selesai menstruasi beberapa hari. Sehingga hemoglobin saya masih rendah dan saya mengerti akan hal itu.

Rabu, 16 Maret 2016

kartu atm



DIMANA ATMNYA?

Pagi tadi saat pulang kerja dan berniat akan mengambil uang di mesin atm, saat membuka dompet untuk mengambil kartu tersebut saya tak menemukannya. Bingung kemana kartu tersebut karena terakhir saya memakainya semalam saat mentransfer untuk pembelian sebuah buku. Karena tak menemukannya maka saya pun keluar dari atm tersebut dan mengingat-ingat kemana larinya kartu itu? Saat itu juga saya langsung menghubungi call center bank tersebut untuk memintanya memblokir kartu.

Memang sih saat itu saya tidak begitu panik entahlah saya juga bingung karena biasanya saya bisa langsung panik jika ada apa-apa dan juga bisa saja langsung menangis karena bingung apalagi ini tentang kartu atm yang cukup penting untuk saya. Mengingat saya tak selalu membawa uang cash karena khawatir cepat habis dan selalu mengandalkan kartu atm jika bepergian.

Karena tempat atm tersebut tak jauh dari bank, maka saya langsung menuju bank tersebut yang kebetulan juga sudah memulai pelayanan. Saya pun menceritakan ke bank tentang atm saya tersebut yang terakhir dipakai semalam dan entahlah sepertinya saya lupa mengambil kartu itu dari mesin atm karena setelah mentransfer dan mengambil bukti transaksinya yang langsung saya simpan ke dalam dompet, setelah itu saya langsung meninggalkan tempat itu karena buru-buru dan juga kondisi hujan. Intinya pagi itu kartu atm sudah tidak ada ditangan saya dan baru menyadarinya karena akan mengambil uang.

Semoga saja kartu atm tersebut tertelan masuk kedalam mesin dan tidak hilang. Karena jika hilang maka saya harus membuat surat kehilangan yang dikeluarkan oleh polres atau polsek terdekat kemudian melapor ke bank yang bersangkutan. Intinya jika kartu atm itu benar-benar hilang maka saya akan sedikit ribet mengurusnya huft...........

Selasa, 15 Maret 2016

obrolan



OBROLAN IBU

Minggu 13 maret 2016 sebelum saya pergi ke kampus pagi itu, ibu sempat bertanya-tanya kepada saya yang ujung-ujungnya menyerempet ke arah pernikahan. Hadeuh. Kadang agak bingung sendiri dengan kemauan ibu. Karena omongan ibu jika dirangkum maka seperti ini”

“ibu mah gak mau buru-buru, selesaikan saja dulu pendidikan tetapi kalau bisa tahun ini dan tidak lebih dari umur 25 tahun. Kalau bisa yang satu profesi lebih enak biar sama-sama ngerti dan tau kerjaan siapa tau nanti bisa buka praktik bareng”

Begitulah kata-kata ibu yang selalu terngiang dibenak saya hingga sekarang. Karena itu saya jawab saja begini:

“bu tahun 2016 sampai desember kan? Sekarang baru bulan ketiga kan? Ya sudah yah” kataku sembari mengalihkan pembicaraan dan ijin pamit untuk pergi ngampus pagi itu.

Huft sebenarnya saya sudah agak lama tak memikirkan hal itu karena sedang fokus dengan skripsi dan laporan seminar juga. Tetapi kalau ibu sudah bicara seperti itu dan memang bukan yang pertama kalinya ibu membicarakan hal itu, jadinya membuat saya kepikiran lagi. Kadang bingung juga dengan kata-kata ibu itu “gak mau buru-buru tetapi kalau bisa tahun ini”. Memang tahun ini usia saya menginjak 24 tahun dan dahulu ibu menikah dengan bapak pada usia tersebut. Mungkin tak ingin jauh berbeda kali yah.

Untuk saya pribadi sih sebenarnya ingin nyantai dalam arti jika memang sudah ada jodohnya maka inginnya langsung disegerakan dan dengan kriteria pun tak ingin muluk-muluk yang penting 6B yaitu beragama, beriman, bertakwa, berilmu, beramal, dan beruang hehehe. Tetapi karena ibu sudah bicara seperti itu apalagi tentang “kalau bisa satu profesi” semoga saja di lain waktu ibu tak bicara seperti ini “kalau bisa mah udah pegawai” duh saya agak nambah bingung juga hehehe. Bukannya tak mau tetapi kalau bukan jodoh kan susah yah hehehe.

Senin, 14 Maret 2016

kondangan



KONDANGAN

Sabtu 12 maret 2016, tumben juga saya datang kondangan ke pernikahan salah satu teman kuliah waktu diploma tiga. Karena biasanya saya hanya menitip amplop saja hehe. Lantaran jarang ada teman yang bisa bareng kesana, kalau sendiri rasanya tak enak. Bukan hanya tak tahu tempatnya, namun juga pastinya ditanya-tanya, “sama siapa?”. Itu sih pertanyaan yang biasanya ditanya. Tapi ada juga pertanyaan yang mungkin pasti akan ditanya juga yaitu “kapan nyusul?”. Hadeuh mulai malas deh kalau sudah ada pertanyaan itu apalagi ditanyanya sendiri pula. Kalau berdua ada temannya kan enak, bisa gak jawab itu pertanyaan heehe.

Sabtu itu saya kondangan agak siang tak lama setelah akad nikah selesai, tak diduga juga sekalinya saya datang kondangan malah ketemu mantan waktu kuliah diploma tiga. Seperti sang mantan itu belum lama datang juga saat saya datang karena saya temukan di buku tamu namanya tak jauh dari nama saya dan teman. Sang mantan menemui saya dan teman, namun hanya bertanya kepada teman saya. Untuk saya pribadi tak jadi masalah. Namun yang agak-agak bagaimana gitu adalah dia bertanya lebih dari dua kali dengan pertanyaan yang sama, yaitu “berdua saja?” walaupun pertanyaan itu kepada teman saya. Saat saya dan teman baru datang dia bertanya seperti itu. Saat saya dan teman sedang mengambil makanan dia pun mendekat dengan pertanyaan yang sama. Kemudian saat kami duduk untuk menyantap hidangan yang disediakan pun ia bertanya dengan soal yang sama pula. Dalam hati saya, apa maksud seperti ini. Lama-lama agak sedikit mengganggu juga orang itu karena sudah tahu saya hanya berdua dengan teman, kemudian dia bertanya “berdua saja?” dengan beberapa kali pertanyaan.

Tak lama setelah itu saya lihat dia pulang dengan keluarga kecilnya. Ternyata dia kondangan dengan anak dan istrinya hahaha. Pantesan saja pulangnya cepat karena saya rasa dia juga belum lama datang.