apurus rinufa

tulisan sebagai pengingat terutama untuk diri sendiri dan bukan bermaksud untuk menggurui atau apapun. sekedar share dan eksplor saja. maaf jika tak berkenan. trima kasih.

Senin, 08 September 2014

spectakuler

NIGHT SHIFT IS SPECTAKULER

dan lagi-lagi kejadian ini saat saya dinas malam. Yaaah dinas malam ke dua tepat tanggal 29 agustus 2014 malam sabtu. Ceritanya seperti ini, saat operan by EF (osb) dg BB 1100 gr a/s 6/8 kehamilan 32 minggu dikatakan bahwa bapak bayi itu orang ngerti (entah mampu atau tidak secara finansial) dan untuk nicu sedang mikir (bingung, katanya ngerti tapi koq nicu mikir?????). Oleh perawat dinas sore bayi tersebut sudah di jelaskan tentang pronicu mengingat berat badan bayi tersebut yang sangat rendah yaaa hanya 1100 gr. Next operan selanjutnya hingga selesai.

Sekitar jam 22.00 ayah bayi yang bernama EF juga datang dengan membawa peralatan infus yang telah diresepkan. Lalu saya menanyakan kepadanya tentang apa saja yang telah dijelaskan oleh perawat sebelumnya (seperti biasa saya selalu mengulas tentang apa yang telah dijelaskan oleh perawat sebelum saya menjelaskan lebih lanjut). Dia menjawab “tentang nicu”, lalu saya bertanya “yaaa bagaimana?” dia jawab “sedang usaha, udah telepon” (saya pikir dia menelepon rumah sakit untuk nicu). Lalu dia mengalihkan soal nicu dan meminta keterangan lahir malam itu. Dia katakan “minta surat lahir” saya jawab “untuk apa?” dia jawab “untuk buat bpjs besok”. Karena akan buatnya besok maka saya katakan “ya sudah besok saja pagi-pagi” dia jawab “saya mau SPEED UP karena besok bukanya setengah hari”. Saya jawab “saya tau, mau SPEED UP pun gak mungkin saat ini buatnya kan? Tetap besok pagi, jadi besok pagi ajah, karena keterangan lahir tidak ada gantinya lagi” dia jawab “saya bawa map koq” saya jawab “ya tetap besok pagi ajah”. Sepertinya saat itu di bapak bayi pun sudah mulai kesal karena apa yang diinginkan tidak diberikan, yaaah sekalipun dia bawa map bukan hal yang tidak mungkin keterangan lahir tersebut tidak akan tercecer, ingat segala sesuatu mungkin terjadi, tidak ada hal yang tak mungkin. Dan sekalipun dia mau speed up gak mungkin jam 10 malam juga dia buat jaminan untuk rawat inap, kecuali jika dia buat bpjs via online dan saya rasa jika dia buat via online sepertinya tak pakai keterangan lahir saat online pun bisa.

Sudah beres tentang keterangan lahir (menurut saya) maka saya pun menanyakan kembali tentang nicu yang selalu dia jawab dengan kata “USAHA”. Yaaah maksudnya saya usaha seperti apa? Lalu saya jelaskan “jika mau tetap di sini (peri) yah gak apa-apa tetapi dengan fasilitas dan resiko terburuk”. Tetap dia katakan “MAU USAHA”. Saya tanya lagi “tadi sudah telepon, lalu gimana?” (karena saat saya pertama kali menanyakan tentang nicu dia katakan udah telepon dan saya pikir dia menelepon rumah sakit yang punya nicu). “iya saya udah telepon saudara-saudara saya” jleb deh langsung gue haduuuuh. Dan mungkin yang dimaksud dia dengan USAHA adalah berusaha menelepon SAUDARA-SAUDARA. Lalu dia meminta nomor telepon rumah sakit lain yang ada nicu dan saya katakan “saya tidak punya”. (yaaah gue sih mikir lagi saat itu kalo emang dia ngerti dan paham, nomor-nomor telepon rumah sakit yang ada nicu bisa kali dia searching di google nomor telepon rumah sakit se-Indonesia).

Dan ini adalah saat-saat mulai puncak kemarahannya karena saat itu dia menyuruh saya untuk membuat tulisan di kertas tentang nicu agar bisa dia bawa ke rumah sakit lain dan tidak via verbal. Lalu saya jawab “saya tidak bisa membuat itu, karena yang membuat itu dokter” lalu dia marah dan mengatakan kepada saya “berarti ILEGAL LISAN”. Dan sadar bahwa kemarahannya mulai memuncak juga yang dimaksudkan mungkin surat rujukan maka saya langsung menghubungi dokter jaga dan memintanya untuk segera datang karena keluarganya menunggu. Saat saya sedang menelepon dokter jaga dia pun marah-marah dengan kata-kata yang menurut saya gak jelas karena saya pun tak memperhatikan kata-kata apa saja yang keluar dari mulutnya karena saya lebih fokus untuk menelepon. Dan yang saya dengar saat mulutnya berkata-kata hanyalah “akan di pindah ke PAPUA olehnya” “kan dilapor” “akan di tuntut” “akan di pecat” “akan tidak akan bekerja di sini lagi” dan dia mengatakan “saya sudah satu minggu tidak tidur” “sudah satu minggu tak bekerja” “saya punya saudara di depkes” “anak saya meninggal pun saya akan terima” “tolong ngerti psikologis saya” dan bla bla bla yang saya gak ingat satu-satu. Yaaah saat dia mengeluarkan kata-kata seperti itu saya tidak meresponnya dan tetap fokus pada telepon karena menurut saya akan percuma merespon orang seperti itu. Dan sebelum si bapak tersebut keluar dari ruangan dia menanyakan nama saya siapa? Yaaah saya jawab saja. Jika pun saya mau respon saat dia bilang “saya tidak tidur satu minggu” dalam hati “saya juga gak tidur pak. Gimana dunk?”. Dia mengatakan “saya punya saudara di depkes” dalam hati saya “terus kenapa?”.  Dia juga mengatakan “tolong ngerti psikologis saya” dalam hati “terus mesti maklum dan ngerti psikologis situ tanpa situ tak memikirkan psikis perawat dan bayi-bayi disini mendengar kemarahan situ gitu”. Jika kata dalam hati saya ucapkan mungkin akan lebih ngamuk kali yaaah bapak itu.

Lalu dokter pun datang, dan melihat bayinya bersamaan itu salah perawat di ruangan lain pun datang yang ternyata adalah saudara dari bayi EF dan bapak itu. Perawat itu meminta maaf karena si bapak itu marah-marah. Si bapak bayi memencet bel namun tak langsung direspon karena sedang ada yang meninggal dan saya pun sibuk mencari surat kematian serta surat rujukan untuk bapak itu. Akhirnya bapak itu pun masuk dan sepertinya marah-marah (mungkin karena tidak dibukakan pintu). Si bapak itu pun berbicara kepada dokter, entah apa yang dibicarakan karena saya saat itu sedang mengurusi bayi yang meninggal. Yang saya dengar hanyalah suara si bapak itu yang marah-marah. Surat rujukan pun sudah diberikan dan dia pun meminta lagi surat keterangan lahir kepada teman saya yang tidak saya berikan sebelumnya. Akhirnya keterangan lahir pun diberikan dan dia mengatakan kepada teman saya agar saya diajarkan VERBAL VOICE. Yaaah silakan saja saya siiih. Beres sudah saat itu.

Dan ternyata eh ternyata kata perawat pb si bapak itu tidak hanya marah-marah di sini saja. Namun menurutnya dari KB pun sudah marah dan ternyata juga dia dari rumah sakit swasta si ibunya dan katanya sudah habis-habisan. Yaaah saya juga gak tau pasti soal itu. Tapi bisa saja itu benar. Karena dia mau buat BPJS dan mungkin stres karena sudah habis-habisan, tidak tidur satu minggu dan tidak bekerja satu minggu (mungkin teancam di pecat) makanya marah-marah hahahahaha.

Dan setelah itu saya pun mikir kenapa bisa sampai seperti itu mungkin saya juga salah menekan si bapak itu tentang nicu dan mungkin nada bicara saya pun kurang bagus. Entahlah mungkin saya terpancing saat si bapak bayi itu meminta keterangan lahir dengan alasan SPEED UP. Yang pasti saat saya bicara itu ke si bapak bayi hanya ada saya dan bapak itu karena yang lain sedang di pasien. Jadi kemungkinan saksi yang melihat dan mendengar secara langsung dan jelas percakapan saya dan bapak itu tak ada dan rasanya juga tak ada bukti karena tak ada rekaman percakapan itu, saya tidak merekam percakapan itu dan rasanya bapak itu pun tidak merekamnya tapi entahlah. Dan di ruangan pun tak ada sisi tv.

Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah sebelumnya tentang keluarga yang berunding untuk nicu atau tindakan lain yang dalam waktu 1x24 jam tak ada kabar serta keluarga sedang mencari nicu luar yang dalam waktu 1x24 jam bahkan lebih tak ada kabar maka saya pun terkadang menegaskan jika ada keluarga yang mau berunding, berundingnya berapa lama? Dan kalaupun sudah mencari lalu hasilnya adalah ruangan di rumah sakit lain pun tak ada yang kosong alias penuh biasanya ada bukti jawaban dari pihak rumah sakit luar itu (semisal cap rumah sakit dan tulisan full serta tandatangan). Yaaah jika masalahnya ada biaya yaaa lebih baik terang-terangan saja toh pasti akan dimengerti. Karena menurut dokter anak pun gak mungkin sanggup nicu dengan biaya pribadi tanpa bantuan atau jaminan kesehatan kecuali jika si keluarga itu pemilik perusahan besar dan saya rasa jika pun ada si keluarga itu pasti lebih memilih untuk memakai jaminan kesehatan atau asuransi sejenisnya. Dan seringnya saya menerima telepon dari luar yang menanyakan ruangan penuh atau tidak dengan maksud jika kosong maka pihak luar itu akan merujuk pasiennya tentunya dengan membawa surat rujukan (maka saat si bapak itu mengatakan sudah menelepon saya pun berpikir bapak itu menelepon rumah sakit lain bukan menelepon saudara-saudara kan katanya bapak itu orang NGERTI).

Pagi-paginya tanggal 30 agustus 2014 hari sabtu sekitar jam 07.00 datang seorang kakek meminta resume atau tentang kesehatan bayi EF. Saya katakan “untuk apa?” dia jawab “untuk cari yang diluar” (mungkin maksudnya untuk mencari nicu luar). Saya tanya lagi “dari mana?” (maksudnya siapa yang menyuruh untuk meminta itu) dia pun tidak bisa menjawab. Maka saya tanya lagi “udah ketemu emang nicunya?” dia jawab “belum”. Saat itu kebetulan ada dokter lalu dikatakanlah “untuk mencari nicu luar cukup hanya dengan surat rujukan itu”. Saya tambahkan “kecuali bapak udah menemukan nicu tersebut dan dari pihak sana meminta resume itu mungkin bisa diberikan itu pun harus ada tulisan dari sananya”. Akhirnya si kakek itu pun pergi. Yaaah saya rasa siiih nicu itu belum dicarinya karena sejak saat diberikan surat rujukan hingga pagi baru saat itu keluarganya ke ruangan lagi dan tiba-tiba meminta resume (aneh kalo katanya ngerti kenapa tiba-tiba minta resume tanpa ada alasan yang jelas). Yaah saya rasa sih bapak itu tidur karena dia bilang dia tidak tidur satu minggu dan mungkin juga capek abis marah-marah.

Tak lama kemudian si bapak bayi pagi itu datang lagi dan dari luar pun sudah terlihat mukanya yang akan marah. Saat pagi itu si bapak bilang mau lihat bayinya karena saat itu bukan jam besuk maka dia pun dilarang (sebelumnya si bapak itu pasti sudah dijelaskan tentang peraturan khususnya tentang jam besuk dan dia pun sudah tanda tangan yang membuktikan bahwa dia sudah dijelaskan berarti TIDAK ILEGAL LISAN donk). Dia marah-marah dan mengatakan “saya paham dan ngerti, tapi saya mau lihat anak saya karena saya tidak akan melihatnya lagi” jleeeb koq gitu yaaa secara tidak langsung dia seperti berharap anaknya itu meninggal dan kalo memang dia benar-benar ngerti dan paham harusnya ngerti juga donk saat itu bukan jam besuk toh kalo ada apa-apa dengan bayinya pasti juga akan di beri tahu. Karena dia masih di larang oleh cleaning service maka dia pun marah-marah dan menghina kepada cleaning service. Yaaah apa saja yang dikatakannya kepada cleaning service itu lebih jelas tanyakan saja kepada cleaning service itu hehehehehe. Yang pasti kata-kata bapak itu membuat cleaning service itu sakit hati. Jika seandainya seorang cleaning service itu mengerti tentang HUKUM atau seorang mahasiswa HUKUM maka bisa saja cleaning service itu memperkarakan hinaan bapak itu ke pengadilan mengingat saat bapak itu menghinanya banyak saksi yang melihat serta mendengar secara langsung dan sangat jelas. Saksi tersebut lebih dari dua karena saat itu selain ada perawat pagi dan malam ada juga mahasiswa yang sedang PKL.

prof

PROFESIONAL?????

Lagi dan lagi kejadian ini terjadi saat saya dinas malam. Ini dinas malam saya yang kedua tanggal 2 juli 2014 hari rabu malam kamis. Sekilas info dokter jaga ruangan malam itu adalah dokter U K. Saat operan ada bayi baru yang belum di periksa oleh dokter namun perawat jaga sore sudah meneleponnya jadi hanya tinggal menunggu dokter itu datang ke ruangan. Operan berlalu.

Setelah operan kurang lebih jam 10an datanglah dokter jaga dan langsung melihat pasien serta saya memberikan rekam medis bayi itu, namun ternyata tidak ada tulisan dokter itu yang ada hanyalah tandatangannya saja. Karena ternyata sudah ada anamnesa dari dokter sebelumnya, mungkin dokter yang pagi berjaga. Okeh fix itu gak terlalu jadi urusan.

Kurang lebih pukul 23.00 bayi S sianosis (bayi tersebut lahir tanggal 1 juli 2014 sudah di infus, oksigen dan ogt bayi itu juga puasa) maka saya langsung meloading pasien itu dengan NaCl. Lalu ditelepon lah keluarga bayi dan dijelaskan mengenai kondisi bayi yang gawat dan berat sehingga membutuhkan perawatan nicu namun keluarga sudah menolak untuk mencari nicu luar karena biaya. Sekitar pukul 23.40 salah seorang teman saya menelepon dokter jaga untuk melapor bayi yang sianosis itu. Dokter itu sedang berada di PKW (entah sedang apa di PKW saya tidak tau) dan menyuruh seseorang ke PKW dengan membawa SK untuk ditandatanganinya tanpa dia melihat pasiennya ke ruangan. Maka kurang lebih jam 01.15 pasien itu pun meninggal. Dan sampai meninggal pun dokter jaga itu tak kunjung datang ke ruangan malah menyuruh seseorang ke ruangan (karena sampai saat itu kami pun tidak ke PKW) untuk mengambil rekam medis pasien meninggal untuk menulis dan menandatangai SK bayi itu. Dan setelah rekam medis itu datang kembali ke ruangan terdapat catatan perawat yang telah dicoret oleh dokter itu (dengan alasan apa? Saya tidak tau) serta ada catatan yang berisi “PASIEN  BARU SUDAH DIANAMNESA MASIH MENGHUBUNGI DOKTER JAGA”. Sungguh saya kaget melihat itu. Karena pasien yang meninggal itu bukanlah pasien baru. Pasien tersebut lahir tanggal 1 juli 2014 dan meninggal tanggal 3 juli 2014. Karena sesungguhnya pasien baru pun tidak dia tulis anamnesanya hanya tandatangan saja di harpel.





Minggu, 13 Juli 2014

PUCAT PASI

SI PUCAT PASI

Tepat tanggal 26 juni 2014 saat saya dinas malam (yaaah lagi-lagi kejadian itu selalu saat saya berdinas malam) tepat malam jumat dan saya dinas malam kedua saat itu. Datanglah bayi baru kurang lebih pukul 23.00 WIB dengan apgar score ½. Dan kelainan kongenital lainnya yaitu salah satunya hidungnya hanya berlubang satu disertai datangnya bayi dari IGD saat itu. Maka karena ada bayi baru langsunglah saya menelepon dokter jaga saat itu yang sedang bertugas yaitu dr. H. M. A. namun saya lupa mengatakan bahwa bayi tersebut berapgar score 1/2 , saya hanya mengatakan bahwa bayi tersebut berlubang hidung satu dan bayi dari IGD.


Itulah kondisi bayi baru yang datang saat itu dengan apgar score ½ dan berlubang hidung satu. Karena dokter jaga tak langsung datang, maka teman saya menelepon dokter jaga untuk kedua kalinya sekitar pukul 24.00 dan mengatakan bahwa bayi tersebut berapgar score 1/2. Karena kondisi bayi yang buruk saat itu dan keluarga pun maunya bayi itu di infus dengan terlebih dahulu dilakukan inform consent oleh perawat mengenai prognosis bayi tersebut maka kami pun berusaha melakukan tindakan infus terhadap bayi tersebut. Namun dari tiga perawat yang bertugas malam itu taka da satupun yang berhasil menginfus bayi itu hingga bayi tersebut apneu maka kami pun memanggil keluarganya serta menjelaskan kondisi bayi tersebut dan mengatakan yang sejujurnya tentang “infus” yang sudah diusahakan namun tak berhasil. Dan karena dokter jaga saat itu belum datang juga maka teman saya pun (dengan orang berbeda) menelepon kembali dokter jaga sekitar pukul 02.00 dengan melaporkan bayi yang apneu tadi. Lalu inilah hal yang menurut saya merupakan inti atau pun puncak dari tulisan saya ini hehehe. Bukanlah tentang kondisi bayi baru diatas yang berat (kalo hal itu sih udah biasa hehehe). Namun dokter jaga yang saat itu tiba-tiba muncul dari belakang ruangan sekitar pukul 02.30 dengan wajah pucat pasi (menurut saya). Namun ternyata penilaian pucat pasi itu bukan hanya menurut saya, namun penilaian teman saya pun sama seperti itu yaitu “pucat pasi”. Hampir tak percaya saya malam itu, apakah benar dokter jaga? Atau? Hehehe gak usah disebut deh. Karena banyak gossip juga hehehe. Yaaah itu karena wajah si dokter yang pucat pasi dan “seram” menurut saya dan terlihat seperti ada masalah atau apa gitu? (mulai kepo deh gue, tapi inget kepo itu PENTING loh hehehe). Kalaupun capek saya rasa gak mungkin sampai pucat pasi seperti itu deh. Sayangnya saya gak punya foto “pucat pasi” itu hehehe.
Yaaah setelah dokter itu datang dan memeriksa pasien baru lalu menulis di rekam medis pasien tersebut maka dokter itu pun pergi. Saya pun sempat bertanya “kenapa?” karena sebelumnya dokter itu menanyakan apakah bayinya sudah meninggal atau belum. Maka saya pun menjawab “belum” dan bertanya “kenapa dok?” dan dijawab dengan “gak”.
Setelah dokter itu pergi barulah saya bertanya kepada teman apakah dokter tersebut pucat dan jawaban teman saya pun yaitu “pucat” karena saya juga bingung kenapa dokter itu tiba-tiba muncul dari belakang? Setelah teman saya bercerita saat dia menelepon dokter jaga terakhir sebelum dokter itu datang ke ruangan dikatakan dokter itu “sebentar ya teh, ada bayi yang plus di pb dan bermasalah” begitulah info yang saya dapat dari teman saya. Dan saya pun langsung berpikir ada “plus” dan “bermasalah” waaah ada apa ini? Karena yang saya tau kalau plus di pb itu biasanya abis lahir langsung plus dan masuk kategori “IUFD” intra uterin fetal death atau meninggal dalam kandungan biasanya seperti itu. Maka saat itu pun saya bertanya dan penasaran (mulai kepo deh gue). Maka kami pun berusaha mencari tau saat itu dengan ber “BBM” kepada salah satu teman yang dinas di pb namun tak dapat jawaban. Ya sudah lah saat itu belum dapat.
Paginya tanggal 27 juni 2014, karena hari itu ada rapat ruangan maka saya pun tidak langsung pulang ke rumah. Namun mampir ke kosan teman untuk sekadar menumpang mandi hehehe. Karena kosan teman saya itu satu kos dengan petugas pb yang semalam bertugas dengan kami maka kami pun bertanya kepada teman yang satu kos itu. Namun sayangnya teman yang bertugas semalam bersama kami itu belumlah pulang padahal saat itu sudah jam 08.00 dan dikatakan teman sekamarnya bahwa ada rapat sedangkan kata teman sebelah kamar yang juga petugas pb namun tak bertugas malam itu mengatakan bahwa rapat sudah dilaksanakan kemarin. Waaah saya jadi mikir? Mulai deh pikiran gue kemana-mana hehehe. Yaaah intinya hari itu sampai selesai rapat dan saya pun pulang saya belum menemukan jawaban yang membuat saya penasaran hehehe “kepo”.

Keesokan harinya, saya memang libur. Tetapi rasa penasaran itu belumlah terobati (ceileh) maka saya pun bertanya kepada teman yang saat itu masih dinas malam. maka jawabannya adalah intinya “bayi plus”. Yang pasti itulah yang telah terjadi malam itu. Yang mungkin membuat dokter itu menurut saya “pucat pasi”. Maka sebenarnya ada hikmah dibalik itu semua yaitu “pengawasan” yaaah pengawasan. Kenapa pengawasan? Mengingat banyaknya mahasiswa di ruangan dan membantu pekerjaan kami yang seharusnya tidak di lepas begitu saja. Saat mahasiswa membantu pekerjaan kami seharusnya ada minimal satu orang yang mendampingi. Jadi intinya adalah “kewaspadaan”. Yaaah waspada terhadap segala kemungkinan yang bisa saja terjadi hehehe. Dan mungkin seharusnya saat dinas malam tidak baik jika semua perawat tidur terlelap semua. Karena segala kejadian yang sering saya alami adalah terjadi ketika dinas malam.



Itulah salah satu contoh banyaknya mahasiswa yang berpraktek di ruangan. Jadi kesimpulannya adalah menurut gue “KEPO (Knowing Every Particular Object)  ITU PENTING” hehehe kepo bukan berarti ikut campur urusan orang tapi kepo itu juga bisa jadi pelajaran untuk orang lain, salah satu contohnya yaaah seperti kasus di atas. Kalo gue siiih masa bodo mau dibilang kepo atau gimana? Yang penting apa yang gue ingin dan harus tau itu gue dapatkan. Yaaah walaupun kejadian itu tidak terjadi di ruangan gue, tapi tetap kejadian itu mempunyai hikmah dan pengalaman yang amat sangat baik, itu menurut gue. Itulah kenapa setiap dinas malam gue selalu gak bisa tidur? Yaaah tidak tenang. Karena beberapa kejadian sering terjadi saat dinas malam dan saat semua orang terlelap mungkin.
                                             

Rabu, 09 Juli 2014

AUTO IMUN HEMOLITIK ANEMIA

AUTO IMUN HEMOLITIK ANEMIA

AIHA (auto imun hemolitik anemia) yaaaah itu yang akan saya bahas kasusnya adalah seperti ini, bayi itu lahir dengan SC pada tanggal 6 mei 2014 berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan lahir 1900 gram dan panjang badan 45 cm. Yaaah beratnya tergolong BBLR. Seperti biasa setiap ada bayi baru yang lahir maka kami menelepon dokter jaga dan mengobservasi kondisi bayi apakah butuh infus atau tidak. Dan setelah observasi ternyata bayi tersebut membutuhkan infus karena kondisinya yang lemah. Dan inilah bayi tersebut.
Dan inilah instruksi dokter jaga saat itu

sesuai instruksi dokter saat itu maka kami pun mengambil darah bayi itu untuk cek laboratorium. Dan setelah cek darah inilah hasilnya.
Yaaah dari hasil pemeriksaan laboratorium bayi tersebut diketahui hemoglobin bayi itu adalah 4,8. hb yang sangat rendah pada bayi baru lahir. Maka instruksi dokter jaga selanjutnya adalah periksa MDT (morfologi darah tepi) dan dilakukanlah pemeriksaan pada hari itu juga.
Inilah alasan mengapa dilakukan pemeriksaan morfologi darah tepi. Anemia (hemoglobin di bawah 13 g% pada pria dan di bawah 12 g% pada wanita) merupakan gejala dan tanda dari penyakit-penyakit tertentu yang harus dicari penyebabnya. Anemia dapat disebabkan karena berkurangnya produksi, meningkatnya destruksi atau kehilangan sel darah merah. Berdasarkan morfologi, anemia dapat diklasifi kasikan menjadi anemia makrositik, anemia mikrositik, dan anemia normositik. Gejala klinis, parameter MCV, RDW, hitung retikulosit, dan morfologi apus darah tepi digunakan sebagai petunjuk diagnosis penyebab anemia.
Yaaaah karena hb bayi tersebut 4,8 maka instruksi dokter spesialis anak adalah tranfusi. Namun ada sedikit kendala, yaitu.


Yaaah dari hasil pemeriksaan diatas diketahui bahwa bayi tersebut incompatible mayor terhadap golongan darah A (sedangkan golongan darah si bayi adalah A) dan compatible mayor terhadap golongan darah O. Ini mengingatkan saya pada tulisan saya sebelumnya yang berjudul INCOMPATIBLE MAYOR. Dari hasil pemeriksaan tersebut saya berpikir bahwa bayi itu tidak bisa tranfusi dengan golongan darah A tetapi kemungkinan harus tranfusi golongan darah O.
Karena kondisi bayi tersebut yang lemah maka bayi tersebut harus tetap tranfusi berbeda dengan kondisi bayi pada kasus tulisan saya sebelumnya yang berjudul INCOMPATIBLE MAYOR yang bayinya langsung dipulangkan oleh dokter anak.

Dan dokter anak mendiagnosa bayi itu dengan SUSP AIHA ABO INCOP yaaah AIHA yang merupakan auto imun hemolitik anemia. penyakit Anemia Hemolitik Auto Imun (AIHA) merupakan suatu penyakit anemia yang disebabkan oleh hemolisa eritrosit akibat adanya auto anti bodi. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya AIHA, seperti penyakit auto imun dan hiper sensitifitas.


Yaaaah akhirnya bayi tersebut tranfusi dengan golongan darah O.  Dan setelah tranfusi. Dilakukan pemeriksaan darah post tranfusi. Inilah hasilnya.

Yaaah dari hasil pemeriksaan laboratorium post tranfusi, hb bayi tersebut naik dan bagus. Namun crp bayi itu naik hingga 74,34 yang berarti bahwa bayi itu infeksi. Apa itu crp? (baca tulisan saya sebelumnya tentang INCOMPATIBLE MAYOR hehehe). Maka pengobatan pun di lanjutkan untuk mengurangi infeksinya. Setelah 5 hari pengobatan maka pemeriksaan laboratorium ulang pun dilakukan. Dan inilah hasilnya.

Yaaah dari hasil tersebut di ketahui trombosit 27000 ini berarti trombosit bayi itu turun atau rendah. Namun crp bayi itu menurun yaitu 36,7 tapi tetap bayi itu masih infeksi. Maka pengobatan pun terus dilakukan hingga akhirnya dilakukan pemeriksaan darah ulang. Dan inilah hasilnya.

Yaaah hasil pemeriksaan menunjukkan perubahan laboratorium yang cukup bagus walaupun crp 7,14 namun tidak terlalu tinggi maka keputusan dokter anak adalah bayi tersebut akhirnya diperbolehkan pulang. Horeeeee.......


saya ingat saat orang tua bayi bertanya apakah hb bayi nya rendah (anemia) karena keturunan? Naaah saya berpikir sekalipun keturunan apakah bisa hb nya sampai 4,8. karena ternyata memang dari pihak keluarga bayi menurut pengakuan orang tua bayi  ada keturunan anemia. Dan karena masih penasaran akhirnya saya bertanya kepada seseorang dan inilah jawabannya.


Dan tiba-tiba juga saya teringat mengenai MDT yaaah saya ingat itu karena setelah mengecek buku rekam medik bayi itu ternyata tak ada hasil MDT nya. Maka saya pun bertanya kepada orang yang mengambil darah untuk pemeriksaan MDT dan jawabannya adalah tidak jelas sehingga teman saya menyuruh saya untuk menanyakan soal MDT itu ke laboratorium. Dan saya lupa untuk menanyakan hasil MDT itu ke laboratorium hingga akhirnya tak jelas hasil MDT bayi itu apa??????? yasudahlah karena bayinya saat itu pun sudah pulang jadi saya pikir urusannya beres. Namun ternyata.......... bayi itu kembali lagi harus di rawat pada tanggal 26 mei 2014 setelah kontrol poli anak pada hari itu juga anjuran di rawat karena demam (febris). Dan inilah hasil laboratorium bayi itu.

Dari hasil laboratorium itu hemoglobin si bayi adalah 9,4 dan harus tranfusi maka dilakukanlah tranfusi entah berapa kali dan golongan darah apa yang di tranfusikan saya lupa maaf yaaaa hehehe karena data saya hilang jadi tak semua bukti fisik ada hehehe. Dan hasil pemeriksaan darah setelah tranfusi adalah.

Yaaah hasil laboratorium semuanya bagus mulai dari hemoglobin, leukosit, hematokrit dan trombosit. Namun, bayi itu masih saja selalu demam. Lalu apa faktor yang membuat bayi itu demam terus menerus? Sedangkan dari pemeriksaan darah semuanya menunjukkan hasil yang normal. Maka dokter pun melakukan konsultasi kepada dokter anak konsultan hematologi.


Dan dari  hasil konsultasi dokter menanyakan mengenai hasil MDT (morfologi darah tepi) si bayi yang pernah diperiksa namun karena hasil tersebut tak kunjung ada dan tak jelas maka akhirnya si bayi tersebut harus mendapat tranfusi washed PRC sampai target hemoglobin 12 serta beberapa therapi obat-obatan lainnya karena ABO incomp sudah selesai namun proses AIHA masih berlangsung dengan ditandai suhu badan bayi yang selalu tinggi atau demam.

Maka tranfusilah si bayi tersebut dengan PRC sebanyak 25 cc dengan golongan darah A sesuai dengan golongan darah si bayi dan tidak seperti tranfusi sebelumnya yang bayi tersebut baru lahir dan tranfusi dengan golongan  darah O karena incompatible mayor golongan darah A.

Dan setelah di lakukan tranfusi tersebut, maka dokter pun menganjurkan untuk konsul ke harkit tropmed setelah pulang. Maka jika bayi itu tidak demam dalam 24 jam, bayi itu boleh pulang dengan rujukan untuk ke poli tropmed harkit.

Dan akhirnya bayi itu pulang pada tanggal 16 juni 2014 (kalo gak salah y hehehe) dengan membawa rujukan dan fotokopi resume medis dari dokter.

SEKIAN dongengnya hehehehe 

9juli2014