apurus rinufa

tulisan sebagai pengingat terutama untuk diri sendiri dan bukan bermaksud untuk menggurui atau apapun. sekedar share dan eksplor saja. maaf jika tak berkenan. trima kasih.

Minggu, 25 Maret 2018

sehat itu murah 2



SEHAT ITU MURAH, SAKIT YANG MAHAL

Seringkali terkadang kita mendengar perkataan seperti ini “sehat itu mahal” namun menurut saya bukan sehatlah yang sesungguhnya mahal tetapi sakitlah yang ternyata mahal. Mengapa? Cobalah renungkan jika diri kita diberi sakit oleh Tuhan Yang Maha Kuasa maka berapa banyak biaya yang harus kita keluarkan untuk menghilangkan sakit tersebut. Sekalipun misalnya kita memakai suatu jenis jaminan kesehatan yang ada dan mungkin juga difasilitasi oleh pemerintah. Namun apakah untuk biaya lainnya tak membutuhkan rupiah. Misalnya untuk transportasi menuju pelayanan kesehatan pastinya membutuhkan rupiah bukan. Apalagi jika jarak antara tempat tinggal dengan pusat pelayanan kesehatan yang lengkap itu jauh. Seperti misal kita berdiam di daerah pedalaman dan harus ke pusat pelayanan kesehatan yang lokasinya berada di kota. Selain membutuhkan waktu berjam-jam untuk mencapai ke pusat pelayanan kesehatan tersebut tentunya juga membutuhkan biaya untuk transportasinya. Karena ada beberapa alasan mengapa seseorang enggan datang ke pusat pelayanan kesehatan sekalipun biaya pengobatan sudah digratiskan oleh pemerintah adalah karena jarak tempat tinggal mereka yang jauh dari tempat pelayanan kesehatan sehingga pula membutuhkan biaya untuk sampai ke tempat pelayanan kesehatan tersebut semisal rumah sakit daerah. Belum lagi biaya yang lainnya yang mungkin bukan hanya untuk ongkos saja. Maka dari itulah menurut saya “sakit yang mahal” bukan “sehat yang mahal”. Karena jika diri kita sehat maka tentunya kita tidak akan mengeluarkan biaya untuk pengobatan. Bahkan jika kita sehat mungkin kita malah akan bisa menghasilkan rupiah dengan bekerja salah satunya agar kesehatan yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa kitapergunakan sebaik-baiknya. Dengan kata lain diri kita ini bisa lebih produktif dibanding jika kita sakit. Bukan berarti jika kita sakit maka kita tak akan produktif. Karena masih banyak orang diluar sana yang tetap produktif walaupun dirinya menderita suatu penyakit tertentu.

Kesehatan itu penting maka dari itu sudah selayaknyalah kita pertahankanlah badan kita agar selalu sehat. Karena menjaga kesehatan dapat juga merupakan bentuk rasa syukur kita atas nikmat yang telah Allah SWT karuniakan kepada hambanya yaitu nikmat sehat disamping nikmat-nikmatNya yang lain yang masih banyak lagi. Mencegah datangnya sakit sungguh tak ada salahnya. Bukankah lebih baik mencegah dari pada mengobati. Seperti hadits Habi Muhammad SAW tentang lima perkara sebelum datang lima perkara yang salah satunya adalah sehat sebelum sakit. Karena sesungguhnya tak ada seorang pun yang ingin menderita suatu penyakit. Maka dari itu berusahalah semaksimal mungkin menjaga kesehatan kita dengan cara mengikuti program-program kesehatan yang telah dicanangkan oleh pemerintah salah satunya yaitu perilaku hidup bersih dan sehat. Karena dalam program tersebut banyak kegiatan yang sangat amat bermanfaat bagi diri kita jika hal tersebut dilakukan. Salah satu indikator dari program tersebut adalah olahraga dan tidak merokok.

Mengenai rokok, pastinya sudah tak asing lagi mengenai bahaya dari rokok terhadap kesehatan yang informasinya sudah tersebar secara luas bahkan pada bungkus rokok itu sendiri pun dituliskan tentang bahaya rokok yang dapat merusak kesehatan yaitu kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin serta kematian dan masih banyak lagi kerusakan kesehatan yang disebabkan oleh rokok. Sehat dengan tidak merokok yang berarti tidak mengeluarkan uang untuk membeli rokok berarti juga kita bisa menghemat pengeluaran. Ingat loh pepatah lama “hemat pangkal kaya”. Dengan kata lain membeli rokok mungkin bisa diartikan sebagai suatu pemborosan. Karena rokok bukan hanya merusak kesehatan saja tetapi mungkin juga keuangan. Coba bayangkan jika kita merokok. Berapa rupiah yang harus kita keluarkan dalam sebulan, seminggu, sehari bahkan sejam hanya untuk rokok semata. Setelah merokok seandainya paru-paru kita rusak karena dampak nikotin yang terkandung dalam rokok, maka berapa rupiahkah yang harus kita keluarkan untuk memperbaiki paru-paru yang telah rusak itu? Sehat itu murah oleh karena itu marilah kita hindari rokok agar badan kita selalu sehat dan mungkin lebih panjang umur walaupun tentang usia hanyalah Tuhan Yang Maha Esa yang mengetahui namun apa salahnya jika kita sebagai umatNya berusaha salah satunya dengan tidak merokok.

Selain tidak merokok, olahraga pun tak kalah pentingnya dalam mendukung kesehatan kita agar tetap terjaga sehingga terhindar dari sakit. Mengapa? Dengan olahraga maka seluruh anggota tubuh kita akan bergerak dari atas kepala hingga ujung kaki sehingga peredaran darah yang ada didalam tubuh kita menjadi lancar dan tidak tersumbat. Contohnya olahraga renang, dimana saat kita renang maka kaki dan tangan kita bergerak. Bahkan tidak hanya organ tubuh yang berada diluar saja yang bekerja, namun organ tubuh kita yang didalam pun ikut bekerja pula karena saat renang pastinya kita harus mengatur pernapasan kita saat sedang melakukan gerakan-gerakan renang dan saat itulah paru-paru kita bekerja. Bukan hanya renang saja, olahraga lain pun banyak yang memiliki manfaat salah satu contohnya lagi adalah beladiri karate. Karena saat kita berlatih beladiri tersebut maka tangan dan kaki kita harus bergerak untuk berlatih memukul dan menendang serta lainnya. Bukan hanya itu otak dan paru-paru kita pun ikut bekerja. Paru-paru kita bekerja untuk mengatur pernapasan kita saat berlatih gerakan-gerakan karate tersebut. Otak kita pun bekerja untuk berpikir bagaimana melumpuhkan lawan didepan mata, bagaimana agar gerakan kita tepat sesuai sasaran dan bagaimana pula beladiri ini dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan tidak disalahgunakan. Disamping organ-organ tubuh tersebut, organ lainnya pun juga penting karena antara organ tubuh yang satu dengan organ tubuh lainnya adalah saling mendukung. Masih banyak jenis olahraga lainnya selain yang disebutkan diatas dan kita hanya tinggal memilih saja mana yang kita suka misalnya olahraga lari, bersepeda, jalan cepat ataupun jalan santai dan lainnya. Karena setiap jenis olahraga pastinya memiliki manfaat karena olahraga berarti mengolah raga ataupun tubuh kita. Olahraga bukan saja hanya bermanfaat tetapi juga murah karena kegiatan tersebutbisa dilakukan dimana saja dan kapan saja tanpa biaya yang harus kita keluarkan jika kita melakukannya seorang diri. Olahraga sebaiknya dilakukan sebanyak 3 kali seminggu selama 40 menit. Dengan manfaat berikut ini :
·         Membakar kalori dan mengurangi lemak tubuh
·         Meningkatkan sirkulasi darah
·         Mengurangi stress
·         Meningkatkan daya pikir
·         Meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar tak mudah sakit
·         Menyehatkan organ jantung dan organ-organ lainnya dalam tubuh
Begitu banyak manfaat berolahraga, maka dari itu rutinkanlah berolahraga agar kesehatan kita tetap terjaga dengan baik.

Selain olahraga dan tidak merokok, ada juga kegiatan sosial yang mendukung kesehatan kita salah satunya adalah donor darah. Karena banyak manfaat kesehatan yang bisa kita dapat dengan kita menjadi pendonor selain kita bisa berbagi kepada orang lain yaitu kita memberikan darah kita kepada yang membutuhkan tanpa kita harus membayarnya dengan kata lain adalah gratis. Sedangkan untuk diri kita sendiri cobalah renungkan manfaat donor darah ini:
·         Membakar kalori dan menurunkan berat badan
·         Deteksi dini kesehatan
·         Meningkatkan sel darah merah
·         Melindungi jantung
·         Memperbaiki sirkulasi darah
·         Memperbarui sel darah baru
·         Mencegah stroke
·         Menyehatkan psikologis
·         Meningkatkan kapasitas paru-paru dan ginjal
Begitu banyak manfaat donor darah bagi kesehatan. Walaupun tidak semua individu dapat melakukannya karena ada beberapa syarat yang ditentukan jika kita akan mendonorkan darah kita dan semua itu demi kebaikan dan kesehatan si calon pendonor.Saat kita memberikan darah kita kepada orang lain maka hal itu gratis dan juga bermanfaat untuk kita. Tetapi misalnya jika kita yang harus menerima darah dari orang lain maka kata “gratis” itu mungkin akan hilang. Tetapi bukan berarti darah yang telah kita donorkan itu dijual sehingga orang yang membutuhkan harus membelinya. Jangan salah arti dalam hal ini. Karena yang harus dibayar itu bukanlah darahnya tetapi pemeriksaan. Karena sebelum darah itu diberikan kepada orang yang membutuhkan atau disebut juga tranfusi maka darah itu harus dipastikan dapat diterima dengan baik oleh orang yang akan tranfusi darah dan harus pasti pula bahwa darah itu terbebas dari bibit penyakit tertentu yang dapat menular melalui darah saat tranfusi terjadi. Untuk dapat memastikan itu semua maka perlu dilakukan pemeriksaan setelah darah tersebut didonorkan oleh sang pendonor. Mungkin prinsip ini tak ada salahnya yaitu “lebih baik saya menjadi pendonor darah dari pada saya harus menerima darah” atau “lebih baik saya ditusuk oleh jarum besar selama beberapa menit dari pada saya harus ditusuk jarum beberapa hari”.

Selain hal tersebut diatas ada satu hal lagi yang cukup penting untuk mendukung kesehatan kita yaitu jaminan kesehatan yang juga diprogramkan oleh pemerintah. Salah satu yang sudah tak asing lagi adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang memang iuran atau pembayarannya setiap bulan berbeda karena tergantung dari individu yang memakainya memilih iuran yang berapa. Satu hal yang perlu diingat jangan berpikir bahwa “untuk apa saya memakai jaminan kesehatan karena sakit saja tidak sehingga jaminan tersebut rasanya tak perlu”. Seharusnya bersyukur jika kita tak diberi sakit. Berpikirlah positif, terbuka, dan luas dan jangan berpikiran sempit hanya karena kita tak sedang sakit maka tak perlu jaminan kesehatan. Sekarang cobalah berpikir seperti ini jika kita memakai BPJS Kesehatan dengan iuran misalnya Rp 50.000,- per bulan sehingga setahun sekitar Rp 600.000,- dan alhamdulilah selama satu tahun itu kita tak diberi sakit yang berarti uang tersebut ada dalam BPJS kita. Tetapi ternyata pada tahun berikutnya kita diberi sakit oleh Tuhan Yang Maha Esa dan biaya pengobatan seluruhnya adalah sekitar Rp 1.000.000,-. Jika diibaratkan BPJS adalah tabungan saat kita sakit maka tabungan kita dalam BPJS tersebut hanya adalah Rp 600.000,- lalu sisanya bagaimana? Nah dalam hal ini pentinglah adalah BPJS karena total biaya pengobatan tersebut ditanggung oleh BPJS yang kita punya tanpa mempermasalahkan sisa kekurangan tersebut.

Sehat itu murah dan sakit yang mahal. Olahraga, tidak merokok dan donor darah serta kegiatan pendukung kesehatan lainnya itu murah bahkan gratis tetapi menyehatkan. Jaminan kesehatan pun banyak macamnya sesuai kemampuan kita. Oleh karena itu baiknya marilah kita ikuti program-program yang telah pemerintah fasilitasi untuk kita seperti program perilaku hidup bersih dan sehat serta jaminan kesehatan sebagai salah satu contohnya agar terwujud masyarakat yang sehat. Kita sebagai manusia dan hamba Tuhan ingin selalu sehat bukan?

sehat itu murah 1



SEHAT ITU MURAH, SAKIT YANG MAHAL

Seringkali terkadang kita mendengar perkataan seperti ini “sehat itu mahal” namun menurut saya bukan sehatlah yang sesungguhnya mahal tetapi sakitlah yang ternyata mahal. Mengapa? Cobalah renungkan jika diri kita diberi sakit oleh Tuhan Yang Maha Kuasa maka berapa banyak biaya yang harus kita keluarkan untuk menghilangkan sakit tersebut. Sekalipun misalnya kita memakai suatu jenis jaminan kesehatan yang ada dan mungkin juga difasilitasi oleh pemerintah. Namun apakah untuk biaya lainnya kita tak membutuhkan rupiah. Misalnya untuk transportasi menuju pelayanan kesehatan pastinya membutuhkan rupiah bukan. Apalagi jika jarak antara tempat tinggal dengan pusat pelayanan kesehatan yang lengkap itu jauh. Seperti misal kita berdiam di daerah pedalaman dan harus ke pusat pelayanan kesehatan yang lokasinya berada di kota. Selain membutuhkan waktu berjam-jam untuk mencapai ke pusat pelayanan kesehatan tersebut tentunya juga membutuhkan biaya untuk transportasinya. Karena ada beberapa alasan mengapa seseorang enggan datang ke pusat pelayanan kesehatan sekalipun biaya pengobatan sudah digratiskan oleh pemerintah adalah karena jarak tempat tinggal mereka yang jauh dari tempat pelayanan kesehatan sehingga pula membutuhkan biaya untuk sampai ke tempat pelayanan kesehatan tersebut semisal rumah sakit daerah. Belum lagi biaya yang lainnya yang mungkin bukan hanya untuk ongkos saja. Maka dari itulah menurut saya “sakit yang mahal” bukan “sehat yang mahal”. Karena jika diri kita sehat maka tentunya kita tidak akan mengeluarkan biaya untuk pengobatan. Bahkan jika kita sehat mungkin kita malah akan bisa menghasilkan rupiah dengan bekerja salah satunya agar kesehatan yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita dipergunakan sebaik-baiknya. Dengan kata lain diri kita ini bisa lebih produktif dibanding jika kita sakit. Bukan berarti jika kita sakit maka kita tak akan produktif. Karena masih banyak orang diluar sana yang tetap produktif walaupun dirinya menderita suatu penyakit tertentu.

Kesehatan itu penting maka pertahankanlah badan kita agar selalu sehat. Menjaga kesehatan dapat juga merupakan bentuk rasa syukur kita atas nikmat yang telah Allah SWT karuniakan kepada hambanya yaitu nikmat sehat disamping nikmat-nikmatNya yang lain yang masih banyak lagi. Mencegah datangnya sakit rasanya sungguh tak ada salahnya. Bukankah lebih baik mencegah dari pada mengobati. Karena sesungguhnya tak ada seorang pun yang ingin menderita suatu penyakit. Maka dari itu berusahalah semaksimal mungkin mempertahankan kesehatan yang kita miliki dengan mencegah timbulnya sakit salah satunya dengan berusaha melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Karena dalam program perilaku hidup bersih dan sehat banyak kegiatan yang sangat amat bermanfaat jika hal tersebut kita lakukan. Salah satu indikator dari program tersebut adalah olahraga dan tidak merokok. Tentang rokok rasanya sudah tak asing lagi tentang bahaya dari rokok tersebut selain pamflet, leaflet dan informasi-informasi kesehatan lainnya tentang rokok sudah beredar luas dan bahkan pada bungkus rokok itu sendiri pun dituliskan tentang bahaya rokok yang dapat merusak kesehatan. Maka dari itu hindarilah rokok jika ingin sehat dan mungkin lebih panjang umur walaupun tentang usia hanyalah Tuhan Yang Maha Esa yang mengetahui namun apa salahnya jika kita sebagai umatNya berusaha salah satunya dengan tidak merokok. Selain tidak merokok, olahraga pun tak kalah pentingnya dalam mendukung kesehatan kita agar tetap terjaga sehingga terhindar dari sakit. Mengapa? Dengan olahraga maka seluruh anggota tubuh kita akan bergerak dari atas kepala hingga ujung kaki sehingga peredaran darah yang ada didalam tubuh kita menjadi lancar dan tidak tersumbat. Contohnya olahraga renang, dimana saat kita renang maka kaki dan tangan kita bergerak bukan. Bahkan tidak hanya organ tubuh yang berada diluar saja yang bekerja, namun organ tubuh kita yang didalam pun ikut bekerja pula karena saat renang pastinya kita harus mengatur pernapasan kita saat sedang melakukan gerakan-gerakan renang tersebut dan saat itulah paru-paru kita bekerja.Bukan hanya renang saja, olahraga lain pun banyak yang memiliki manfaat salah satu contohnya lagi adalah beladiri karate. Karena saat kita berlatih beladiri tersebut maka tangan dan kaki kita harus bergerak untuk berlatih memukul dan menendang serta lainnya. Bukan hanya itu otak dan paru-paru kita pun ikut bekerja. Paru-paru kita bekerja untuk mengatur pernapasan kita saat berlatih gerakan-gerakan karate tersebut. Otak kita pun bekerja untuk berpikir bagaimana melumpuhkan lawan didepan mata, bagaimana agar gerakan kita tepat sesuai sasaran dan bagaimana pula beladiri ini dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan tidak disalahgunakan. Disamping organ-organ tubuh tersebut, organ lainnya pun juga penting karena antara organ tubuh yang satu dengan organ tubuh lainnya adalah saling mendukung. Masih banyak jenis olahraga lainnya selain yang disebutkan diatas dan kita hanya tinggal memilihnya saja mana yang kita suka misal olahraga lari, bersepeda, jalan cepat ataupun jalan santai dan lainnya. Karena setiap jenis olahraga pastinya memiliki manfaat karena olahraga berarti mengolah raga ataupun tubuh kita. Selain olahraga dan tidak merokok, ada juga kegiatan sosial yang mendukung kesehatan kita salah satunya adalah donor darah. Karena banyak manfaat kesehatan yang bisa kita dapat dengan kita menjadi pendonor selain kita bisa berbagi kepada orang lain yaitu kita memberikan darah kita kepada yang membutuhkan tanpa kita harus membayarnya dengan kata lain adalah gratis. Sedangkan untuk kita sendiri cobalah renungkan manfaat donor darah ini:
·         Membakar kalori dan menurunkan berat badan
·         Deteksi dini kesehatan
·         Meningkatkan sel darah merah
·         Melindungi jantung
·         Memperbaiki sirkulasi darah
·         Memperbarui sel darah baru
·         Mencegah stroke
·         Menyehatkan psikologis
·         Meningkatkan kapasitas paru-paru dan ginjal
Begitu banyak manfaat donor darah bagi kesehatan. Walaupun tidak semua individu dapat melakukannya karena ada beberapa syarat yang ditentukan jika kita akan mendonorkan darah kita dan semua itu demi kebaikan dan kesehatan si calon pendonor. Mungkin prinsip ini tak ada salahnya yaitu “lebih baik saya menjadi pendonor darah dari pada saya harus menerima darah” atau “lebih baik saya ditusuk oleh jarum besar selama beberapa menit dari pada saya harus ditusuk jarum beberapa hari”.

Jika kita renungkan kembali tentang olahraga, tidak merokok dan donor darah yang semuanya murah bahkan gratis. Ini berarti jelaslah bahwa sehat itu murah. Tidak merokok sama dengan tidak mengeluarkan uang untuk membeli rokok bukan? Tidak merokok sama dengan murah bukan? Tidak merokok menyehatkan bukan? Dengan kata lain tidak merokok = murah = sehat. Begitulah kiranya jika diumpamakan. Tetapi coba bayangkan jika kita merokok. Berapa rupiah yang harus kita keluarkan dalam sebulan, seminggu, sehari bahkan sejam hanya untuk rokok semata. Setelah merokok seandainya paru-paru kita rusak karena dampak nikotin yang terkandung dalam rokok, maka berapa rupiahkah yang harus kita keluarkan untuk memperbaiki paru-paru yang telah rusak itu? Begitu pula halnya dengan olahraga dan donor darah. Saat kita memberikan darah kita kepada orang lain maka hal itu gratis dan juga bermanfaat untuk kita. Tetapi misalnya jika kita yang harus menerima darah dari orang lain maka kata “gratis” itu mungkin akan hilang. Tetapi bukan berarti darah yang telah kita donorkan itu dijual sehingga orang yang membutuhkan harus membelinya. Jangan salah arti dalam hal ini. Karena yang harus dibayar itu bukanlah darahnya tetapi pemeriksaan. Karena sebelum darah itu diberikan kepada orang yang membutuhkan atau disebut juga tranfusi maka darah itu harus dipastikan dapat diterima dengan baik oleh orang yang akan tranfusi darah dan harus pasti pula bahwa darah itu terbebas dari bibit penyakit tertentu yang dapat menular melalui darah saat tranfusi terjadi. Untuk dapat memastikan itu semua maka perlu dilakukan pemeriksaan setelah darah tersebut didonorkan oleh sang pendonor. Olahraga seperti lari, jalan cepat atau jalan santai pun murah bukan? Karena kegiatan tersebuutbisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Tetapi dapat menyehatkan organ jantung dan organ lainnya didalam tubuh kita.

Selain hal tersebut diatas ada satu hal lagi yang cukup penting untuk kesehatan kita yaitu jaminan kesehatan yang juga diprogramkan oleh pemerintah salah satu yang sudah tak asing lagi adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Yang memang iuran atau pembayarannya setiap bulan berbeda karena tergantung dari individu yang memakainya memilih iuran yang berapa. Satu hal yang perlu diingat jangan berpikir bahwa “untuk apa saya memakai jaminan kesehatan karena sakit saja tidak sehingga jaminan tersebut rasanya tak perlu”. Seharusnya bersyukur jika kita tak diberi sakit. Berpikirlah positif, terbuka, dan luas dan jangan berpikiran sempit hanya karena kita tak sedang sakit maka tak perlu jaminan kesehatan. Sekarang cobalah berpikir seperti ini jika kita memakai BPJS Kesehatan dengan iuran misalnya Rp 50.000,- per bulan sehingga setahun sekitar Rp 600.000,- dan alhamdulilah selama satu tahun itu kita tak diberi sakit yang berarti uang tersebut ada dalam BPJS kita. Tetapi ternyata pada tahun berikutnya kita diberi sakit oleh Tuhan Yang Maha Esa dan biaya pengobatan seluruhnya adalah sekitar Rp 1.000.000,-. Jika diibaratkan BPJS adalah tabungan saat kita sakit maka tabungan kita dalam BPJS tersebut hanya adalah Rp 600.000,- lalu sisanya bagaimana? Nah dalam hal ini pentinglah adalah BPJS karena total biaya pengobatan tersebut ditanggung oleh BPJS yang kita punya tanpa mempermasalahkan sisa kekurangan tersebut.

Sehat itu murah dan sakit yang mahal. Olahraga, tidak merokok dan donor darah itu murah bahkan gratis tetapi menyehatkan. Jaminan kesehatan pun banyak macamnya sesuai kemampuan kita. Oleh karena itu baiknya marilah kita ikuti program-program yang telah pemerintah fasilitasi untuk kita seperti program perilaku hidup bersih dan sehat serta jaminan kesehatan sebagai salah satu contohnya agar terwujud masyarakat yang sehat. Kita sebagai manusia dan hamba Tuhan ingin selalu sehat bukan?

jomblo



BERSYUKUR KARENA JOMBLO

Bicara soal jomblo rasanya tak perlu jauh-jauh karena diri sendiri pun berstatus seperti itu. Sudah berapa lama menjomblo? Seingat saya, terakhir saya punya hubungan dengan lelaki yang bukan muhrim itu sekitar tahun 2011. Sejujurnya dari awal sekolah menengah pertama dan menengah atas, saya tak ingin memiliki pacar karena berpikir apalah gunanya mempunyai pacar. Namun saat tahun 2008 memasuki perkuliahan dan saya membutuhkan teman untuk membantu tugas-tugas maka saat ada teman lelaki yang mendekat dan meminta saya mempunyai hubungan lebih dengannya maka saat itu saya “iya”kan ajakan tersebut. Walaupun hubungan itu hanya bertahan sebentar yaitu beberapa bulan saja. Menyesalkah sekarang? Ada penyesalan sih, tapi untuk apa? Toh semuanya sudah berlalu. Yang penting kita dapat mengambil hikmah dari penyesalan itu.

Jika ditanya, pernah gak sih merasa cemburu dengan orang lain yang jika jalan ke mall atau kemana ada pasangannya? Yah sejujurnya tak bisa saya pungkiri jika ada rasa iri ketika melihat orang lain berduaan dengan pasangan. Namun saya berpikir lagi, untuk apalah iri dengan mereka yang berdua-duaan dengan pasangan yang tidak halal yang belum jelas statusnya secara formal. Jikapun saya ingin berduaan bukan dengan lawan jenis yang belum muhrim. Saya akan merasa lebih bahagia, bangga, tenang dan aman jika bergandengan dengan pasangan yang memang sudah muhrim saya.

Saya bersyukur hingga sekarang berstatus jomblo. Walaupun banyak orang yang bertanya tentang pasangan dan terkadang tak percaya dengan jawaban yang saya berikan yaitu bahwa saya tak mempunyai pacar. Pernah saya utarakan alasan-alasan mengapa saya lebih memilih seperti itu dan saya sebutkan contoh-contoh orang berpacaran, maka kebanyakan mereka hanya diam tanpa respon.

Bukan hanya bersyukur karena jomblo, tetapi sesungguhnya jomblo pun mempunyai keuntungan. Pernah ada seorang teman yang mempunyai pacar kemudian oleh sang pacar, ia dibawa ke rumahnya di luar kota karena ada acara keluarga begitu. Ia hanya pergi berdua dengan sang pacar. Karena diluar kota, maka ia pun menginap di kediaman sang pacar. Saat itu saya pikir hubungannya akan lanjut dan tak lama lagi akan menikah karena sudah dibawa kepada keluarga sang pacar. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Karena setibanya ia dan sang pacar di kota asal, entah karena sebab apa yang pasti hubungan mereka pun kandas. Maka rasa sakit hati pun dirasakan oleh teman saya itu. Dari itu saya bersyukur sekali karena tak mempunyai pacar dan tak perlu mengalami kandasnya hubungan kemudian patah hati. Saya berpikir seandainya saya jadi dia, maka betapa malunya saya ketika sudah dibawa kepada keluarga sang pacar yang otomatis mengenal saya namun setelah itu sang pacar memutuskan hubungan. Saya tak mau seperti itu, tak mau malu karena gagal setelah dikenalkan secara luas.

Terkadang ketika seseorang mempunyai pacar dan sang pacar sering sekali ke rumah. Maka ketika sang tetangga sering sekali melihatnya dan tak kunjung menikah, saat itu pulalah biasanya hal seperti itu menjadi omongan tetangga. Memang sih agak susah karena tak punya pacar menjadi omongan namun punya pacar pun lebih menjadi omongan. Apalagi jika punya pacar yang sering datang ke rumah kemudian tiba-tiba menikah, wah itu sepertinya akan menjadi bahan omongan tetangga lagi. Namun setahu saya omongan tetangga yang jelek itu lebih dikarenakan kita mempunyai pacar apalagi jika sering berkunjung. Namun jika jomblo rasanya tak begitu banyak orang yang akan membicarakan tentang kejombloan kita. Setidaknya kita tak menjadi bahan omongan orang yang tak penting. Semoga juga dengan begitu kita mengurangi dosa-dosa mereka karena tak membuat mereka menggunjingkan kita.

Jomblo itu hemat, apalagi hemat pulsa dan pengeluaran lainnya. Karena walaupun saya jomblo namun saya pernah mengalami juga masa-masa kebodohan seperti itu. Yang seharusnya pulsa cukup untuk satu bulan malah bisa-bisa belum satu bulan bahkan hanya satu minggu sudah habis. Untuk apa? Untuk telepon ataupun sms orang itu padahal cuma say hello menanyakan kabar atau lagi apa dan sudah makan atau belum. Pertanyaan yang menurut saya sekarang, monoton banget. Bahkan terkadang seperti alarm hidup yang membangunkan jika sudah pagi dan harus beraktivitas, entah sang perempuan ataupun sang lelakinya. Bukan hanya itu ketika pergi berduaan entah kemanalah itu tak mungkin saja sang perempuan atau lelaki tak mengeluarkan uang walaupun hanya sedikit. Apalagi jika keluarnya untuk nonton bioskop dan makan. Jika sang lelaki banyak uang sih biasanya semuanya ia yang bayar. Namun juga kita terkadang sebagai wanita ada rasa tak enak jika semuanya ia yang bayar. Maka terkadang pun bergantian, missal sang lelaki bayar nonton dan sang wanita bayar makan ataupun sebaliknya. Tetap saja ujung-ujungnya membuat boros. Karena bisa saja uang yang seharusnya bisa cukup untuk sebulan, namun karena terpakai nonton dan makan di luar rumah yang biasanya harga pun selangit alias mahal akhirnya uang yang kita punya tak cukup untuk sebulan. Lalu kemana kita harus cari tambahan? Apalagi jika status kita masih mahasiswa atau pelajar, masa harus minta lagi sama orang tua gara-gara uang habis untuk pacar atau yang biasanya kita hanya berani mengaku teman kepada orang tua. Walaupun sudah bekerja, rasanya sama saja yaitu uang tak cukup sampai gajian selanjutnya. Ujung-ujungnya pusing sendiri dan membuat hutang kesana kemari hanya untuk pacar.

Namun berbeda halnya jika kita jomblo. Tak perlu boros pulsa hanya untuk say hello. Sekalipun ada sms atau telepon itu pasti memang karena ada kepentingan dan bukan hanya sekedar menyapa saja. Mungkin pulsa yang kita targetkan untuk satu bulan bisa lebih dari itu yaitu bisa dua atau bahkan tiga bulan baru isi ulang lagi karena memang pemakainnya hanya untuk suatu hal yang penting saja. Uang yang kita punya pun jika memang lebih bisa kita tabung untuk masa depan kelak ketika kejombloan kita akan berakhir atau ketika status jomblo berubah menjadi menikah.

Dengan jomblo dan apalagi jika sudah bertekad jomblo sampai halal, maka tak perlu pusing-pusing memikirkan soal pacar apalagi pacaran yang jelas tak ada gunanya. Perbaiki diri saja selama kita menjomblo sampai akhirnya kejombloan berakhir. Karena wanita baik-baik akan mendapatkan laki-laki baik-baik dan begitu pula sebaliknya. Siapa tahu tiba-tiba ada yang datang ke rumah melamar kita.

Ada juga seorang teman yang setahu saya dia benar-benar tak pernah punya pacar. Memang tak bisa dipungkiri juga jika dia pernah suka dengan lelaki saat masih sekolah. Namun ingat loh hanya sebatas suka yang wajar. Ketika lulus kuliah tahun 2011 kemudian ia bekerja di instansi swasta dan seringnya juga ia main ke rumah salah satu temannya, yang ternyata mungkin ada seorang lelaki yang sering memperhatikan. Maka ketika pertengahan 2012 tak lama setelah ia pindah bekerja di instansi negeri, sang lelaki tersebut datang ke rumah untuk melamar dan akhirnya ia dan lelaki tersebut menikah. Subhanallah sekali, karena ia sesuai dengan apa yang pernah diucapkannya yaitu tak mau pacaran. Akhirnya karena harus mengikut suami maka sang teman itupun pindah lagi bekerja di tempat lain yang dekat dengan tempat suami. Saya yang saat itu mendapat undangan sempat kaget juga karena setahu saya ia tak pernah mempunyai hubungan dengan lelaki. Namun itulah Kuasa Allah SWT apapun bisa saja terjadi. Mungkin itulah salah satu keajaiban jomblo dan memang teguh memegang prinsip tak pacaran.

Hal berbeda pula dialami oleh teman, dimana ia mempunyai hubungan dengan sang lelaki cukup lama selama kuliah sekitar tiga tahun lebih dan setelah lulus entah berapa lama. Namun ujung-ujungnya adalah putus ditengah jalan. Saya pikir saat itu ia akan menyebar undangan pernikahannya. Namun berita itu  tak kunjung saya dapat. Maka karena iseng saya menanyakan langsung kepadanya dan barulah saya mengetahui hal yang sebenarnya. Ada suatu sebab yang membuat ia dan lelaki tersebut putus yaitu orang tua. Sudah lama memang orang tua sang wanita tak setuju namun tetap saja ia jalani dengan lelaki tersebut. Sejujurnya jika saya jadi dia, maka ketika orang tua sudah tak setuju lebih baik saya kembali menjomblo daripada pacaran yang hanya sekedar status tak jelas dan tak pasti yang ujung-ujungnya berakhir dengan kata “putus” dan rasanya itu lebih menyakitkan apalagi jika sudah lama berhubungan dengan dia.

Bukan itu saja, ada juga teman saya yang sudah berpacaran sangat lama sekali yaitu dari sejak sekolah, kuliah hingga sekarang bekerja namun tak kunjung juga berakhir dengan pernikahan. Alasannya adalah orang tua sang wanita tak setuju juga dengan sang pacar anaknya. Teman saya ini biasanya meledek saya karena jomblo. Maka saya balas saja “biarin jomblo daripada punya pacar tapi gak nikah-nikah, lebih baik jomblo jelas belum nikah juga hahaha”.

Terkadang saya berpikir bahwa pacaran adalah suatu hal yang membuat tertundanya sebuah pernikahan. Karena jika memang merasa sudah siap, lalu untuk apa pacaran? Langsung saja mengkhitbah kemudian menikah. Jika belum siap, maka secara agama pun dianjurkan untuk berpuasa agar berkurang hawa nafsunya tetapi tidak dianjurkan untuk berpacaran.

Daripada punya pacar lebih baik jomblo saja. Karena jomblo itu lebih bebas ketimbang pacaran. Tak perlu ada orang lain yang harus dibujuk karena ngambek dan marah. Tak perlu lapor jika akan begini begitu kecuali kepada orang tua melapornya. Tak perlu mengalami sakit hati jika gagal dari hubungan itu karena toh dia bukan siapa-siapa juga sekalipun mungkin kita pernah menyukainya.

Menyukai seseorang itu memang tak ada salahnya. Tapi tak harus dijadikan pacar hingga berpacaran yang akhirnya tak semua baik. Karena pada akhirnya yang merugi adalah wanita. Coba saja kita lihat kasus-kasus yang sering ada yang berawal dari pacaran. Jikapun kita menyukai seseorang cukup saja kita doakan yang baik-baik untuk orang tersebut. Ibaratnya menyukai dalam diam dan mendoakannya tanpa orang tersebut ketahui. Tak ada salahnya bukan?

Daripada pacaran yang ujung-ujungnya putus maka lebih baik menjomblo hingga waktunya berakhir. Hingga datangnya kekasih yang halal. Karena tak semua pacaran berujung dengan pernikahan. Namun jika kita berusaha memperbaiki diri salah satunya dengan tak berpacaran alias jomblo sampai halal maka yang akan kita peroleh pun Insya Allah akan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Amiin.