apurus rinufa

tulisan sebagai pengingat terutama untuk diri sendiri dan bukan bermaksud untuk menggurui atau apapun. sekedar share dan eksplor saja. maaf jika tak berkenan. trima kasih.

Kamis, 05 Mei 2016

laporan

DIKEJAR LAPORAN

Setelah seminar yang menjadi salah satu mata kuliah selesai dilakukan maret 2016 lalu, kemudian dibuatlah laporan dari kegiatan tersebut pada bulan yang sama. Memang sudah dibuat laporan tersebut, tetapi ternyata belum diserahkan kepada ketua jurusan. Saya pikir setelah selesai dibuat kemudian sang ketua acara langsung mencetak dan kemudian menyerahkannya, tetapi ternyata tidak. Mungkin karena tak ada kabar dari laporan kegiatan tersebut akhirnya sang ketua jurusan yang juga merupakan pembimbing skripsi saya menanyakan hal tersebut. Saya pun bingung saat beliau menanyakannya, karena saya mengira urusan soal acara kegiatan seminar tersebut telah selesai dengan sudah dibagikannya uang sisa hasil kegiatan tersebut. Tetapi ternyata laporan tersebut belum diserahkan setelah saya konfirmasi kepada sang ketua acara tersebut. Menyebalkan dan mengesalkan tentunya.


Selain sang ketua jurusan menagih saat saya datang ke kampus, tak lama beliau pun mengirim pesan kepada saya soal laporan tersebut. Saya pun mencari-cari data file laporan tersebut di flashdisk yang terpisah-pisah. Juga segera memberitahu sang ketua bahwa laporan tersebut sudah ditagih. Sempat lupa dengan hal tersebut, akhirnya saat saya menghadiri sidang orang lain di hari kamis yang kebetulan juga sang ketua jurusan sebagai salah satu pengujinya mengingatkan saya kembali akan hal tersebut yaitu soal laporan kegiatan. Kebetulan saat itu sang ketua acara pun datang walaupun sangat terlambat sekali karena ia datang ketika acara sidang hampir usai. Saya pikir laporan tersebut sudah selesai dan hanya tinggal memberikannya saja kepada sang ketua jurusan. Namun tidak demikian, karena ternyata laporan tersebut masih dalam cetakan yang berantakan dan juga belum dijilid serta lampiran yang diperlukan pada laporan itu entah kemana? Sang ketua acara malah menanyakan kepada saya, karena ia mengira ada pada saya. Memang awalnya saya pegang beberapa file, namun kemudian dipinjam bendahara untuk merekap keuangan.  Akh saya pun kesal karena saya pikir semua sudah selesai karena uang pun sudah dibagikan tetapi tertanya tidak demikian. Menyebalkan sekali karena pasti ujung-ujungnya adalah saya yang mengerjakan dan mungkin juga menyerahkannya. Akh ya sudah lah.

Selasa, 03 Mei 2016

sidang

SIDANG

Kamis lalu tepatnya 28 april 2016, akhirnya sidang gelombang kedua dilaksanakan dengan empat orang penguji dan lima orang peserta sidang. Sebelumnya sidang tersebut sempat tertunda entah apa penyebabnya. Saat itu sidang baru dimulai jam 9 pagi tepat sekali saat saya datang hehe.

Suasana sidang awalnya biasa saja karena masih sesi presentasi. Namun saat sesi tanya jawablah mulai agak menegangkan. Sang penguji banyak bertanya soal penelitian yang akan dilakukan. Sesuatu banget deh pokoknya. Sudah sidang selalu diundur dan saat sidang seperti dikejar pertanyaan oleh sang penguji dan penambahan penguji pula.


Walaupun saya sudah sidang, tetapi tetap menjadi keharusan jika memungkinkan untuk datang menghadiri sidang orang lain yaitu sebagai oponen. Apa manfaatnya? Banyak pastinya. Saya jadi tahu judul skripsi orang lain hehehe. Karakteristik sang penguji seperti apa? Kesalahan pada penelitian orang lain yang sedang sidang dan lain sebagainya. Maka dari itu sebenarnya menghadiri sidang orang lain sangat dianjurkan dan disarankan oleh sang dosen. Karena saat perkuliahan dan saat bimbingan skripsi tak selalu sempurna. Bisa saja saat bimbingan sudah baik tetapi ternyata saat sidang masih saja ada yang kurang dan akhirnya menimbulkan pertanyaan. Entah sengaja untuk menjadi bahan pertanyaan atau memang benar-benar lupa sang dosen tersebut. Tetapi yang pasti semua dapat dijadikan sebagai pelajaran. Tak ada ruginya melihat sidang orang lain. Maka dari itu saya sempatkan waktu untuk datang walaupun tak sampai selesai karena saya harus bekerja di siang harinya.

Sabtu, 30 April 2016

janji

TAK PERLU JANJI

Kesal tidak jika sudah janji tiba-tiba dibatalkan begitu saja? Dengan seenaknya pula. Itulah yang terjadi. Rabu lalu 27 april 2016 ada seseorang yang akan mengambil sesuatu barang, namun entah karena alasan apa orang tersebut membatalkannya begitu saja. Menurut saya alasannya tak begitu dapat diterima. Ia beralasan membantu temannya mengerjakan spss. Sedangkan ia sudah mengatakan akan mengambil barang tersebut disuatu tempat dari kemarin. Entah kapan temannya itu meminta bantuan. Jika baru saat itu ia meminta bantuan, seharusnya ia dahulukan janji dengan orang sejak kemarin. Namun saat ditanya, jadi atau tidaknya ia datang dengan mudahnya ia balas dan jawab “tidak jadi”. Pembatalan tersebut bukan hanya satu kali. Tetapi sudah dua kali. Alasan pertama ia batalkan karena hujan. Padahal setahu saya hujannya tak begitu lebat dan deras hanya gerimis saja. Namun entahlah penyebab yang sebenarnya seperti apa?

Yang pasti saya kesal dengan orang tersebut. Menyebalkan sekali. Sudah mengambil barang meminta bantuan teman ditambah pula orangnya tidak tepat. Seharusnya jika memang tidak mau atau tidak sempat mengambil barang tersebut jangan membuat janji yang tak jelas juga. Besok, besok, besok. Besok terus saja. Hingga akhirnya barang tersebut tak diambilnya.


Geram sekali saya mendengar namanya. Terserah dan masa bodo apakah orang itu akan mengambil barang atau tidak. Mengingat barang tersebut ada ditempat saya dan ia meminta teman saya yang mengambilnya. Jujur saya tak setuju dan kesal sekali dengan orang tersebut. Saya juga tak berikan barang itu kepada teman saya. Saya ingin ia yang mengambil sendiri barang tersebut ke tempat saya. Tanpa alasan apapun. Kecuali jika dalam waktu lama tidak diambilnya juga kemungkinan barang tersebut akan saya paketkan saja. Namun lihat perkembangannya dahulu.

acc

ACC

Kembali kepada proposal skripsi, walaupun sidang skripsi sudah tetapi revisi masih belum selesai. Akhirnya senin 25 April 2016 saya beranikan diri kembali untuk konsultasi revisi proposal. Cukup lama waktu yang dibutuhkan yaitu hampir satu bulan dari sidang. Sore itu, saya konsultasi dengan sang dosen penguji yang sebelumnya saya tidak pernah sama sekali berkonsultasi dengannya. Maka dari itu saya agak heran. Mengapa? Karena setelah saya konsultasikan hasil revisi tersebut, sang dosen itu langsung memberi acc untuk dilanjutkan penelitian. Walaupun masih ada beberapa yang dicoret-coret tak apalah. Rasanya sesuatu banget saat itu. Sesuatu sekali karena akhirnya acc juga walaupun baru dari satu dosen. Setidaknya agak sedikit lega karena sudah acc.

Saat itu saya langsung pulang dan secepatnya merapikan apa yang dicoret-coret tadi karena tidak begitu banyak. Selanjutnya tugas saya adalah konsultasi kepada dosen penguji berikutnya. Mengingat saat sidang ada tiga orang dosen penguji. Jadi mau tak mau harus ada acc dari ketiga dosen tersebut.




Selasa sore 26 april 2016 saya kembali lagi ke kampus untuk menemui dosen yang berbeda. Dosen ini yang sering saya temui setelah sidang proposal. Mengingat apa yang coret oleh beliau lebih banyak daripada yang lain. Hasilnya Alhamdulillah sang dosen tersebut pun memberi acc untuk penelitian. Maka tugas saya selanjutnya adalah menghadap penguji selanjutnya yang tak lain adalah pembimbing skripsi saya sendiri. Namun saya belum sempat bertemu dengannya. Setelah acc, maka tugas selanjutnya adalah ke lapangan untuk peneitian. Tugas yang cukup berat pun sudah menanti. Mengambil data dan kemudian harus mengolahnya. Perjuangan pun belum berakhir hingga nanti sidang hasil skripsi dan wisuda. Semoga semangat ini tidak luntur. 

Jumat, 29 April 2016

tangerang bogor tangerang

TANGERANG-BOGOR

Minggu 24 april 2016 sesuatu banget perjalanan dari tangerang menuju bogor untuk menghadiri acara seminar yang memang sudah cukup lama direncanakan. Kenapa sesuatu? Sesuatu karena saya baru kali itu berangkat sendiri ke luar kota sehabis dinas malam pula. Kekhawatiran dari awal saya takutkan. Takut-takut kalau tidur di kereta. Bukan karena khawatir terlewat tetapi khawatir dibangunkan oleh penjaga kereta dan saat dibangunkan kondisi kereta sudah kosong semua. Mungkin saya akan malu jika itu terjadi. Selalu terbanyang pula seandainya hal itu terjadi. Tetapi alhamdulillahnya tidak terjadi. Aman dan lega deh hehehe.

Kenapa sendiri? Memang sih saya di sana tidak sendiri karena sudah ada teman yang menunggu disana. Saya dan teman mengikuti seminar ini. Teman saya libur sedangkan saya sehabis masuk malam langsung berangkat ke bogor dari tangerang. Saya pikir kami akan berangkat bersama dari tangerang ke bogor menggunakan jasa kereta. Namun ternyata ia lebih dahulu ke bogor sejak hari sabtu sekalian menikmati liburan bersama keluarganya. Yah mau tak mau saya pergi ke bogor seorang diri. Karena sudah terlanjur akan mengikuti seminar tersebut. Nyesel? Gak juga sih. Karena toh bermanfaat juga untuk diri saya baik seminar ataupun perjalanan seorang diri dari bogor ke tangerang.

Hanya saja itu adalah pertama kalinya saya pergi menggunakan kereta tanpa teman alias sendirian. Biasanya jika pergi ke luar kota itu tidak pernah sendiri bersama teman atau pun keluarga. Karena kondisinya seperti itu akhirnya saya beranikan untuk pergi ke bogor seorang diri.

Sesuatu banget juga saat pulang dari bogor menuju tangerang saya berdiri sepanjang perjalananan karena mau duduk tidak enak mengingat ada yang lebih diprioritaskan untuk duduk. Berdiri selama perjalanan pulang dan ngantuk pula ditambah juga pegal-pegal. Wah perjalanan yang sesuatu banget deh. Memang sih saat dari stasiun duri menuju bogor saya duduk sepanjang perjalanan. Mungkin bergantian kali yah hehe. Ya sudah terima saja hingga akhirnya saya sampai tangerang tepatnya sampai rumah sekitar jam 8 malam.

Rabu, 27 April 2016

tidak beli tetapi tak semaunya

BAHASA TIDAK BELI BUKAN BERARTI SEMAUNYA

Jumat lalu tepatnya 22 april 2016, kebetulan ada sedikit waktu untuk olahraga renang. Walaupun saya sendiri sebenarnya tak begitu bisa renang. Namun jadwal renang selalu rutin saya lakukan setiap bulannya. Hitung-hitung olahraga air yang saya rutinkan. Manfaatnnya sudah jelas pasti ada.

Saat sudah selesai dan akan berganti pakaian, kebetulan di dalam ruang ganti bukan hanya ada saya tetapi juga ada beberapa orang lain yang menurut saya mereka masih anak sekolah. Yang saya heran dan kaget adalah mendengar ucapan kepada temannya. Entah becanda atau tidak yang pasti menurut saya tak baik juga dikatakan. Apa yang dikatakan? Dia menyebutkan beberapa nama binatang yang pastinya ada di kebun binatang. Saya jadi berpikir, “koq anak sekarang bicara seperti itu tidak dilarang orang tua atau gurunya yah? Entah dilarang atau tidak? Entah memang anak itu yang nakal?”. Saya bingung.

Bukan hanya itu, sering juga kita melihat anak sekolah yang belum cukup umur memakai kendaraan bermotor pergi kemana-mana. Apakah orang tuanya tidak melarang? Atau malah sengaja dibiarkan agar anaknya mau terus sekolah atau agar anaknya bisa membantu sang orang tua dalam mencari nafkah? Membantu orang tua memang wajar dan kewajiban, tetapi apakah harus dengan cara mengendarai motor? Karena pernah ada kasus pula yaitu anak tak mau sekolah jika tak dibelikan motor. Hadeuh apa maunya sih? Apakah nanti manfaatnya akan dirasakan oleh orang tua atau orang lain? Heran saya ada anak seperti itu dan orang tua pun menyetujuinya sehingga akhirnya membelikan motor untuk sang anak tetapi berujung maut. Karena sering sekali mengendarai motor kemana-mana dengan kecepatan tinggi akhirnya nyawa pun melayang. Begitulah…………………

Dahulu, saat saya berbicara kasar seperti menyebut nama-nama binatang yang ada di kebun binatang, menyebut alat kelamin wanita atau pria dan menyebut hal lain yang tak sopan seperti tolol, goblok, bego ataupun lainnya langsung saya dimarahi oleh orang tua. Namun sekarang saya sering dengar dengan mudahnya anak sekolah menyebutkan kata-kata itu. Kadang saya berpikir, mengapa seperti itu? Apakah itu yang dicontohkan oleh orang tuanya? Jangan-jangan orang tuanya pun sering sekali menyebut kata-kata tersebut. Yah wajar saja jika anaknya seperti itu. Ingat loh buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya hehhe.


Kalau kata ibu saya, bahasa itu tidak beli. Iyah memang tidak beli, tetapi bukan berarti juga kita semaunya dan seenaknya mengeluarkan kata-kata apalagi yang tidak sopan.

langsung saja menikah

MENGAPA TAK LANGSUNG MENIKAH?

Seinggat saya setelah lebaran tahun lalu yaitu 2015, saya mendapat kabar yang cukup mengagetkan karena melihat display picture seseorang pada BBM yang menggambarkan bahwa seseorang telah bertunangan. Saat itu saya pikir “wah hebat tidak ada kabar kedekatannya dengan seseorang tetapi tau-tau ada fotonya bertunangan dengan seseorang, tidak lama nih akan nyebar undangan pernikahan nih”. Entah tidak dekat dengan seseorang atau saya sendiri yang memang tidak pernah tahu akan hal itu. Ah sudahlah.

Namun sayangnya hingga waktu lebaran idul adha tak saya dapatkan juga undangan pernikahan darinya. Karena setau saya orang itu cukup mengerti agama dan rasanya jarak dari lebaran haji sampai lebaran idul adha cukup untuk mempersiapkan sebuah pernikahan. Setau saya juga, jarak dari lamaran menuju pernikahan itu tak boleh lama-lama dan secepatnya. Apakah pada zaman Rasulullah ada istilah lamaran atau tunangan yang jaraknya lama?

Bukan hanya itu, saya pikir orang yang cukup mengerti agama dan cukup islami mengingat ia juga tinggal di lingkungan berbau islam dan mungkin juga pesantren akan memakai hukum-hukum agama dengan baik terutama pergaulan dengan lawan jenis yang bukan muhrim. Namun menurut saya juga “tidak”. Karena sering sekali saya melihat fotonya hanya berdua bersama tunangan dan berpegangan tangan. Agak berlebihan. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, di dalam islam berduaan dengan lawan jenis yang bukan muhrim saja bukankah tak dibolehkan? Lalu bagaimana dengan gambar? Berfoto dengan lawan jenis yang bukan muhrim kemudian di pajang-pajang pada media sosial? Ingat itu bukan muhrimmu? Sekalipun kau telah bertunangan dengannya tetapi secara hukum islam bukankah itu belum sah? Lagipula segala sesuatu pun bisa saja terjadi. Kasarnya, yang sudah menikah saja bisa cerai apalagi hanya tunangan yang secara hukum agama belum sah dan hukum negara pun tak tercatat. Tunangan juga bisa saja gagal menuju pernikahan, sekalipun keduanya sudah merasa saling cocok dan dekat bahkan keluarga juga merestui. Kalau sudah begitu pasti yang rugi adalah wanita.


Akhirnya saya tau, rencana pernikahannya adalah tahun depan yaitu 2017. Karena dia pernah memang display picture yang mengartikan seperti itu pada bbmnya. Saya pikir itu terlalu lama. Jarak antara lamaran menuju pernikahan yang berarti kurang lebih adalah dua tahun? Pertanyaan saya adalah mengapa tak langsung menikah saja? Dengan alasan apa? Jika memang belum siap, ya mungkin seharusnya tak mengikat seseorang dengan ikatan yang belum pasti dan jelas. Toh jika memang jodoh bukankah tak akan lari kemana? Perbanyak saja dahulu puasa dan ibadah lainnya.